
yura masih berdiri di ank tangga apartement, dengan wajah yngbtidak dpat di tebak matanya lurus memandang tuan snake.. tanpa berkedip. matanya tidak dapat lagi membendung air matanya .
alex memndang bingung dengan sikap yura . mendekati yura.
"sayang kenapa menangis..?" alex berkata sambil menyeka air mata yura. ada sedikit rasa bingung.
"kakek" yura berkata lirih hampir bergumam tak terdengar. tapi begitu jelas di telinga .
"maksudmu sayang" alex mencari jawaban dari mata yura. tapi tak ada keraguan sedikit pun tentang perkataan yura.
yura berlari langsung memeluk tuan snke dengan berderai air mata.
"kakek.. yura kangen kakek.." dengan kesegukan menangis yura memeluk kakeknya.
"sayng cucuku sayang... kakek juga sngat merindukan mu.., maafkan kakek yng baru menemukan karena ayahmu tudak ingin kakek menemuimu.." antonio mengelus lembut punggung yura. kerinduan yng mendlm terhdap cucu yng sangat di saynginya..
alex mendekati mereka dengan tatapan bingung dn memint penjelasan..
"sayang, kmu yakin kalau lelaki tua ini adalah kakekmu ?" tanya alex hati hati
"iya lex.. aku sangat yakin" jawab yura tanpa melepas gndengan tngannya dengan kakeknya.
"tapi sayng , dia seorang mafia yng kejam,"
__ADS_1
"aku tau lex.. dari kecil ku sudah tau , bahkn aku di didik dengn cara mafia dari kecil makanya aku dulu bisa mengalahkn orng orang yang menghajarmu dan menolongmu" senyum yura mengembang sumringah.
aaahh.. alec marik napas panjng , ternyata masih bnyak yang alex belum tau tentang kekasih tersayangnya..batin alex
"yura mari kita pulang ke mansion kakek " ucap tuan snake
"benarkah"
"tidak bisa seperti itu tuan" alex langsung memotong pembicaraan yura dan kakeknya
"hahahahaa .. sudah ku katakan tadi tuan moreno biarkan yura yang memilih tetap di sini atau ikut pulang bersamaku" tuan snake tertawa dengan memndang alex yng bingung.
"sayaaaang.." berucap manja alex meminta memnggil yura
"tun moreno, saya tau and sudah sepuluh hari bersam cucuku tersayng, apa masih kurang.
"sangt kurang tuan, saya ingin setiap hari bersamanya." jawab alex tegas.
"hahh dasar anak muda," tuan snake mengambil ponsel dalam kantong jasnya..
"hallo , aku akan pulng bersama cucuku siapkan semuanya sekarang juga."
"maaf tuan snake atau siapapun namamu, sebelum anda membawa yura keluar dari apartement ini ijinkan saya berbicara empat mata dulu dengan yura" alex memohon pada tuan snake
__ADS_1
tuan snake hnya diam dan menatap tajm pada alex menghela napas dalam dan berkata " baiklh aku tunggu 15 menit di parkiran mobil di bawah , jika dalam 15 menit kau tidak serahkan yura kau tau sendiri akibatnya "
"anda mengancam saya tuan "
tuan snake hany tersenyum, dan melngkah pergi keluar dari apartement alex, para pengawal alex mengantarkannya sampai menuju basement parkir di bawah.
dalam kamar alex langsung memeluk dan mendekp erat tubuh yura.
"lex.. aku hanya ke mansion kakek bukan mau pergi perang" ucap yura
alex memndang yura seakan takut terpisah, mengecup bibir yura pelan seakan takut yura terluka karen ciuman tersebut. yura membalas dengan lembut pula ciuman alex.
tangan alex pun tidak bisa diam terus mengelus elus punggung yura lembut, lama kelamaan ciuman lembut berubh menjadi panas dan membara, dari wajh yura bibir alex mengexpos leher jenjng dan mulus yura menghisap pelan dan meninggalkn bekas merah . membuka kancing dress yura dan memainkan gunung kembar yura.. menghisap menggigit gunung tersebut. yura hanya bis mendesah
"aahhh... alex stop.. kakek sedang menungguku..aahhh " desahan lembut lolos dri bibir yura.
alex menghentikan aktifitasnya dengn tersenyum memndang karya karya nya di leher dan dada yura..
"*b*iar si tua itu melihat semua, bahwa cucunya hnya milikku" batin alex bicara.
*********//
jangan lupa vote like koment ya..
__ADS_1