DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 10: The Nazarik Library.


__ADS_3

Setelah berjalan kurang lebih selama 3 jam, mulai terlihat perpustakaan kuno peninggalan kerajaan terdahulu yang sangat besar di depan mereka. Karena masih siang hari, petualangan kali ini terasa tidak begitu menyeramkan.


"Kakak, lihat itu. Bangunan itu besar dan tinggi sekali..." *menunjuk ke arah bangunan


"Tentu saja, itu adalah perpustakaan terbesar pada masa kerajaan kuno terdahulu (menurut penjelasan dalam game). Karena suatu alasan yang tidak dapat dijelaskan, bangunan itu kini telah dilupakan."


Sakaru dan Lilim memasuki perpustakaan Nazarik dan mulai berkeliling di sana. Tidak ada satupun monster yang muncul dan hanya terlihat buku-buku yang berserakan dimana-mana.


"Kakak, bukankah tempat ini terlalu aneh?"


"Benar juga, tidak ada satupun monster yang muncul setelah kita memasuki perpustakaan ini." jawab Sakaru menanggapi Lilim.


Setelah mereka memasuki ruang Lobby perpustakaan, tiba-tiba saja pintu besar yang baru saja Sakaru dan Lilim lewati tertutup dengan rapat. Buku-buku di perpustakaan itu mulai menjadi hidup dan menyerang Sakaru dan Lilim.


Crak... tak... tak... tak...


Buku-buku perpustakaan menjadi hidup, diiringi beberapa pedang dan kapak yang entah muncul dari mana. Sakaru mengeluarkan pedangnya dan bersiaga terhadap segala macam serangan yang akan datang.


"Lilim, simpan dulu bonekamu itu. Lindungi sisi sebelah kanan dan aku akan menjaga sisi lainnya." ujar Sakaru mengambil ancang-ancang dan bersiap menangkis seluruh serangan yang akan datang.


"Berhenti..."


Terdengar suara entah dari mana, tetapi itu membuat benda-benda yang akan menyerang Sakaru terdiam mengikuti perintahnya.


"Siapa itu? Tunjukan lah dirimu."


Terlihat seorang Elf yang menggenakan baju seperti seorang pesulap dan membawa tongkat hitam putih muncul dari balik rak buku.


"Perkenalkan, namaku adalah Trener. Aku adalah pengurus sekaligus pemilik dari lantai 1 perpustakaan ini. Sudah lama sekali rasanya semenjak pengunjung terakhir yang datang 200 tahun yang lalu." *membungkukan badan 70°


"Senang bertemu denganmu juga. Namaku Sakaru dan ini adalah murid ku, Lilim."


"Cukup aneh rasanya Level guru lebih rendah daripada muridnya. Karena kamu telah berbicara dengan jujur, ya sudah lah. Kalian kemari lah menuju ke ruang tamu. Aku memiliki beberapa makanan dan minuman di ruang tamu."


Sakaru dan Lilim mengikuti Trener dan menuju ke ruang tamu. Berbeda seperti ruang sebelumnya, ruang tamu terlihat sangat rapih dan tertata.


"Kalian, silahkan duduk disini dan sedikit berbincang-bincang denganku." *menuangkan teh dan menyiapkan beberapa kue


"Kakak, kue ini sangat enak lho..." *nyam... nyam... nyam...


"Hahaha, karna Trener sudah menyediakannya kamu makan saja."


"Jadi, apa tujuan kalian datang kesini?" tanya Trener dengan wajah serius.


"Yah, tujuan kami datang kemari hanya untuk mencari gerigi sebuah kapal. Apa kamu tau dimana gerigi itu?"


"Dia tidak berbohong." pikir Trener.


"Apa ada tujuan lainnya?" tanya Trener kembali.


"Tidak ada..." *kue ini enak juga

__ADS_1


"Baiklah kalian lulus. Kalian berdua telah melewati tes yang ku jalankan. Selera kalian tentang makanan juga benar-benar aneh ya."


Tiba-tiba saja langit-langit ruangan tersebut terbuka dan buku-buku bergerak membentuk sebuah tangga ke atas.


"Lulus hal apa? Bagaimana dengan geriginya, apa kamu tahu sesuatu?" tanya Sakaru dengan wajah kebingungan.


"Gerigi, yah aku ingat tentang itu. Gerigi itu berada di lantai 3, yaitu lantai teratas dari bangunan ini."


"Lantai 3 ya. Kalau begitu, kami permisi dulu." *berdiri lalu bersiap untuk pergi ke lantai 2


"Ku beritahukan 1 hal kepadamu. Berhati-hati lah dengan lantai 3, tes yang dia lakukan itu diluar nalar. Yaitu Kekuatan adalah segalanya, aku menyarankan kalian untuk mundur saja."


"Kekuatan?" reaksi spontan Sakaru dengan sedikit tersenyum.


"Ya benar, kekuatan. Perpustakaan ini sebenarnya adalah ujian dari dewa yang disediakan untuk semua makhluk yang datang kesini. Kami terdiri dari 3 ujian yaitu Kejujuran, Keberuntungan, dan Kekuatan."


"Jadi begitu ya. Katamu tadi kami harus berhati-hati dengan ujian ketiga yaitu Kekuatan. Memangnya ada apa dengan ujian itu?"


Mendekat ke arah Sakaru, "Jangan bilang siapa-siapa... Dia disebut dengan ujian Kekuatan karena, ketika bertarung dia selalu memiliki Level 2 kali lipat dari Level kalian saat ini. Jadi, kusarankan kalian untuk mundur sekarang." bisik Trener.


"Oh begitukah, Lilim kalau begitu ayo kita segera naik ke lantai berikutnya." *berjalan dengan santai nya menuju lantai 2


"Oii... Kalian sudah kuperingatkan loh..."


"Aku sudah menentukan, kami tidak akan pernah mundur." *melambaikan tangan lalu naik ke lantai berikutnya


"Orang-orang yang aneh... Krek..." *huekk...


"Kalian berhasil mengalahkan Trener ya. Perkenalkan, namaku adalah Jurten pemilik lantai 2 dan penyedia ujian Keberuntungan." berkata dengan suara yang berat.


"Jadi kamu yah ujian selanjutnya apalah itu. Kalau begitu, kita mulai saja aku tidak ingin menyia-nyiakan waktu."


"Baiklah jika kamu bilang begitu."


Jurten menyediakan 57 kartu di atas meja. Setelah menjelaskan beberapa peraturan tentang ujian miliknya, yaitu menebak yang mana kartu joker yang sebenarnya. Jurten pun memulai ujiannya.


"Nah, silahkan kalian pilih kartu mana yang bergambar joker."


"Bagaimana ini, aku sering tertimpa kesialan belakangan ini. Kartu yang mana yang harus kupilih." *berkeringat dingin


Lilim menghampiri Sakaru lalu berbisik ke telinganya, "Kakak, biarkan aku mencobanya."


"Mau mencobanya, baiklah kamu saja yang pilih kartunya."


Lilim hanya mengambil sembarang kartu lalu membaliknya dengan cepat. Ternyata kartu yang di ambil Lilim memiliki gambar joker dibaliknya.


"Selamat, kalian telah menyelesaikan ujian milikku. Kalian boleh naik ke lantai berikutnya."


Sakaru dan Lilim pun menaiki tangga menuju ke lantai berikutnya. Sakaru penasaran dengan hal tadi dan bertanya kepada Lilim.


"Lilim, bagaimana kamu melakukannya?" tanya Sakaru sembari menaiki tangga.

__ADS_1


"Lilim hanya meminjam keberuntungan miliknya." jawab Lilim.


"Hanya itu?"


Sakaru sedikit bingung dan menghilangkan rasa penasarannya, lalu melanjutkan untuk menaiki tangga. Sesampainya di lantai 3...


"Kalian berhasil mengalahkan ke 2 saudara ku yang bodoh itu ya."


"Saudara? Kalian bertiga jelas-jelas terlihat berbeda, dan kamu juga berasal dari ras mana? Skeleton ya?"


"Yah benar, karena berhasil menebak darimana ras ku berasal kalian kuberikan kesempatan untuk menyerang ku 3 kali. Aku akan berdiam dir-..."


Lilim menebas Skeleton itu menggunakan mini Slash the moon dan langsung memberikan pukulan telak kepada Skeleton itu. *KO


"Lilim benar-benar tidak suka dengannya. Hemp..."


"Kerja bagus Lilim."


Sebuah pintu terbuka dan terlihat ada beberapa benda disana. Diantaranya sebuah jam dinding, lemari kaca, lukisan aneh, sebuah kotak kayu dan 2 buah gerigi yang di cari Sakaru.


[Berhasil menyelesaikan misi menemukan gerigi kapal Arktic 3/3. Silahkan kembali ke kota untuk menyelesaikan misi...]


"Akhirnya berhasil mengumpulkan ke 3 gerigi yang hilang." *melihat sebuah kotak mencurigakan lalu membukanya


[Mendapatkan pecahan peta kuno (bagian 4)]


"Pecahan peta kuno dan itu bagian 4 ya. Bagaimana dengan bagian ke 3 nya apa aku melewatkan sesuatu?" pikir Sakaru dalam benaknya.


Sakaru dan Lilim kembali ke kota setelah mendapatkan ketiga gerigi yang hilang, Trener dan Jurten terkejut mengetahui bahwa Sakaru dan Lilim dapat mengalahkan saudaranya dengan mudah. *Kakak bangunlah, Trener aku membawakan air


.


.


.


Bonus scene:


"Kakak, kue ini sangat enak lho..." *nyam... nyam... nyam...


"Apa, kue itu enak? Anak itu juga tidak berbohong ketika mengatakan hal itu." ucap Trener dalam hati.


.


"Tidak ada..." *kue ini enak juga


"Ternyata kakaknya juga mengatakan kue itu enak dan tidak berbohong." *mulai berkeringat dingin


Setelah Sakaru dan Lilim pergi...


"Baiklah aku akan mencicipi kue peninggalan saudara ketiga yang telah ku simpan selama 200 tahun ini." *krek... huekk...

__ADS_1


__ADS_2