DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 7: Ruins Forest.


__ADS_3

"Ehm... Lilim, aku mempunyai pertanyaan untukmu. Pertanyaan ini sudah mengganggu ku sejak kemarin."


Menanggapi pertanyaan Sakaru, Lilim pun menjawab, "Apa itu kakak?" *menatap Sakaru


"Jubah hijau yang kamu pakai itu. Syarat penggunaannya Level berapa?"


"Jubah ini? Eeee... itu Level 300."


"300 ya... 300 kamu bilang?! Lalu kenapa kamu bisa memakainya?"


"Eeee itu karena job spesial ku. Kakak juga begitu kan? Kenapa bisa menggenakan jubah merah itu? Syarat Level penggunaannya juga pasti tinggi kan... kan."


"Ya, betul juga. Aku bisa menggenakan semua equitpment tanpa batasan Level. Yasudahlah, setiap orang pasti memiliki rahasianya masing masing." pikir Sakaru.


Sakaru pikir memiliki job spesial adalah hal yang sangat biasa, namun nyatanya tidak. Hanya 0,01% orang yang menemui kesempatan tidak terduga untuk mendapatkan job spesial/di atas nya.


Sakaru dan Lilim pergi menuju dinding quest kota untuk mencari misi. Tak disangka, misi yang kemarin Sakaru tuntaskan ternyata masih memiliki kelanjutan quest nya. Karena hanya quest itu yang memiliki exp besar daripada yang lainnya, Sakaru mengambil quest itu dan bersiap untuk berangkat.


[Menerima misi menyelidiki Ruins Forest dan melaporkan kejadian yang terjadi kepada walikota (bagian 2) . (peringatan misi berantai) Hadiah penyelesaian misi 3.000.000 exp, 1 kunci misterius, dan pecahan peta kuno (bagian 1)]


"Ya, misi sudah diterima. Kalau begitu, Lilim ayo kita selidiki kasus ini." *menjadi conan


"Ya..."


Sakaru dan Lilim pergi menuju ke Ruins Forest untuk menyelidiki keanehan yang terjadi di sana. Terdengar suara-suara aneh terdengar dari dalam hutan.



"Partner Lilim, apa kita akan tetap menyelidiki hutan ini?" *masih menjadi conan


"Ya, kakak." *mengikuti alur


"Baiklah, kalau begitu ayo kita selidiki kasus ini."


Sakaru dan Lilim mengendap-endap masuk menuju ke dalam hutan, terlihat ada jejak bekas pertarungan di depan mereka.


Tuk...


"Aduh..." *terbentur tangan Sakaru


"Tunggu sebentar, partner Lilim..." *melihat ke arah sekitar


Sakaru mengecek TKP yang terlihat seperti pertempuran antar kelompok. Dilihat dari jejak yang ditinggalkan, ini adalah perseteruan antara minotaur dan goblin.


"Partner Lilim, apa yang harus kita lakukan jika terjadi hal seperti ini?"


"Hal yang harus di lakukan.... Ehh... apa ya? Te-tentu saja kita harus terus maju ke depan." *menunjuk ke arah depan

__ADS_1


"Begitu ya, kalau begitu mari kita lanjutkan penyelidikan ini."


Terlihat ada pertempuran antara minotaur dan goblin yang masih berlanjut di depan mereka. Keduanya terlihat seperti melindungi sesuatu.


"Kalian para minotaur bodoh, pergi lah dari wilayah kami" ucap salah satu goblin.


"Huahahaha, jangan bercanda para goblin lemah. Aku sendirian saja bisa menghabisi seluruh makhluk kecil seperti kalian huahahaha..."


Bruk...


"A-aduh..."


"Partner Lilim, apa yang akan ki-..." *menoleh ke arah belakang namun Lilim sudah tidak ada


"Manusia, apa yang manusia lakukan di tempat seperti ini?" ujar salah satu minotaur.


Sakaru bergegas keluar dari tempat persembunyian menuju ke arah Lilim lalu berkata, "Tuan-tuan sekalian, silahkan lanjutkan saja perdebatan kalian. Kami permisi dulu..." *menarik kerah jubah Lilim lalu kembali ke tempat persembunyian


"Tunggu, kalian manusia. Menurutmu, siapa yang lebih kuat? Minotaur atau para goblin lemah ini."


"Tentu saja kalian semua lemah. Tapi aku lebih suka dengan goblin, jadi aku memilih goblinlah yang terkuat..." ucap Lilim dengan penuh percaya diri.


"Manusia kurang ajar, aku akan membunuh kalian semua." *Goarrrr....


"Eeee Lilim, apa kamu lupa tujuan kita datang ke hutan ini? Tuh kan kamu membuat kerbaunya marah."


[Bantu para goblin mempertahankan wilayahnya dengan membunuh para minotaur. 0/20]


"Rasakan ini manusia sialan..." *menyerang Sakaru menggunakan kapak


Sakaru mengeluarkan pedangnya lalu membelah minotaur yang menyerangnya tadi menjadi 2 bagian.


"Karena sudah terlanjur, yasudahlah." menoleh ke arah minotaur dan mengacungkan pedang "Kalian para minotaur, majulah sekaligus. Aku tidak ingin menyia-nyiakan waktuku dengan berurusan dengan kalian." *berkata dengan memberikan tekanan


"Manusia itu kuat, teman-teman ayo bantu manusia itu." Teriak salah satu goblin.


"Saudara-saudara ku, mengamuklah sesuka kalian" *Goaarrrr...


Sakaru, Lilim, dan para goblin menyerang minotaur secara bersamaan, tetapi dari ukuran tubuh dan kekuatan, para goblin kalah telak.


"Manusia itu tampak lemah, rasakanlah kapakku ini!" *menyerang Lilim


Cling... Slash...


Lilim dengan mudahnya menangkis serangan minotaur dan segera menebas minotaur itu dengan sekali tebasan menembus jantung.


"Kakak, lihat ini... Aku berhasil mengalah kan 1 minotaur."

__ADS_1


"Ya, aku sedikit terkejut dengan hal itu. Tetapi kamu pasti tidak bisa melakukan ini..."


[Slash the moon telah digunakan]


Sakaru memotong 10 minotaur sekaligus dengan ultimate nya, itu menjadi pukulan telak bagi para minotaur.


"Monster, manusia itu adalah monster. Saudaraku semuanya mundur." teriak salah satu minotaur yang masih hidup lari terbirit-birit.


"Huee itu juga aku bisa melakukannya."


Lilim meniru ultimate Sakaru dan berhasil membelah minotaur yang tersisa dengan sekali serang.


"Aku hebat bukan hahaha." Lilim tertawa puas setelah meniru skill ultimate Sakaru.


"Yah, walaupun itu sekilas terlihat sama seperti ultimateku. Namun skill yang di keluarkan Lilim tadi adalah versi kecil nya dari ultimate ku. Walaupun aku tidak mengetahui cara Lilim melakukannya, yasudahlah."


Salah satu goblin menghampiri Sakaru dan Lilim lalu berkata, "Manusia, terimakasih karena telah menyelamatkan kami." *menegakan badan (mungkin salah satu cara goblin memberikan penghormatan)


"Oh bukan apa-apa. Lagipula aku membunuh para minotaur hanya untuk exp."


"Oooh... begitu ya. Ka-kalau begitu terimakasih dan terimalah pemberian dari kami."


[Mendapatkan kain usang berwarna biru dan sebuah batu dengan ukiran kuno]


Setelah goblin memberikan hadiah, para goblin itu bergegas pergi dari medan pertempuran. Karena merasa misi di Ruins forest sudah selesai, Sakaru memutuskan untuk kembali ke kota dan melapor ke walikota.


Setelah melaporkan kejadian di Ruins forest kepada walikota, ternyata diketahui bahwa baru dengan ukiran kuno adalah bahasa para elf. Dari dalam batu itu tertulis adanya kejanggalan di sekitar Bukit Spike.


[Mendapatkan hadiah 3.000.000 exp, 1 kunci misterius, dan pecahan peta kuno (bagian 1)]


[User telah mencapai Level 41]


[Menerima misi menyelidiki Bukit Spike dan melaporkan kejadian yang terjadi kepada walikota (bagian 3) . (peringatan misi berantai) Hadiah penyelesaian misi 10.000.000 exp dan pecahan peta kuno (bagian 2)]


"Emm... Lilim, Level berapa kamu sekarang?"


"Level 43. Apa ada sesuatu yang salah?"


"Oh, tidak apa. Aku hanya penasaran saja."


Sakaru dan Lilim pun berjalan-jalan mengelilingi desa, mencari penginapan untuk bersantai, dan membeli manisan untuk dimakan.


Bonus scene: Wawancara Goblin dan Sakaru.


"Jadi tuan Sakaru, mengapa anda memilih para goblin daripada minotaur di dalam Ruins Forest tadi?" tanya konglomerat goblin.


"Eh bukannya jawabannya sudah jelas. Dengan membunuh para minotaur aku akan mendapatkan exp yang lebih banyak dibandingkan dengan para goblin." jawab spontan Sakaru sembari memakan hidangan yang di sediakan.

__ADS_1


"O-oke jawaban yang cukup mengejutkan." *terkejut dan berkeringat dingin


__ADS_2