DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 15: Putri Kerajaan Olutres.


__ADS_3

Lilim mendekati Sakaru yang sedang menyusun item-item di inventorynya, "Kakak, apa boleh Lilim bertanya sesuatu?"


"Tentu saja boleh, memangnya ada apa?" *menutup inventory


"Itu.., apakah kakak memiliki misi job lanjutan?"


"Job lanjutan, seharusnya itu muncul setelah player naik ke level 100. Tapi sepertinya aku adalah pengecualian khusus dari system karena tidak memiliki misi tersebut." pikirnya.


"Tidak ada... Apa Lilim mempunyai misi job lanjutan?" jawabnya pada Lilim.


"Iya."


"Yosh, karena kita sedang tidak ada kerjaan. Bagaimana kalau menyelesaikan misi job lanjutan milikmu saja."


"Apa boleh?" matanya berkaca-kaca.


"Tentu saja... Ini demi murid ku yang imut tentunya." *mengelus kepala Lilim "Kalau begitu, kita harus kemana sekarang?" sambungnya.


"Ya itu..., aku harus pergi ke mercenary Dave untuk menerima misi. Sekarang dia berada di kota Saint Haven."


Pada saat itu, matahari berada tepat di atas kepala. Karena Lilim memiliki misi yang berada di Saint Haven, Sakaru tidak menetap lama di desa Lotus March dan berpamitan dengan penduduk disana.


Para penduduk di desa Lotus March mengantar kepergian Sakaru dan Lilim dengan hangat. Tak lupa juga kepala desa memberikan beberapa hadiah kenangan kepada Sakaru atas apa yang telah ia lakukan sebelumnya.


Akhirnya Sakaru berangkat mengendarai kereta kuda dan beberapa perbekalan yang diberikan oleh kepala desa dan meninggalkan desa Lotus March.


"Sebenarnya lebih cepat jika aku dan Lilim berlari saja menuju kesana. Tapi karena ini adalah sebuah pemberian, yasudahlah." gumamnya pergi meninggalkan desa. *Selamat tinggal pahlawan (melambaikan tangan)


Hutan lebat yang menjulang tinggi dengan kicauan burung liar terdengar dimana-mana, membuat hutan itu dinamai dengan sebutan Dark Forest.


Karena Level Sakaru dan Lilim sudah mencapai Level 100, aura yang dipancarkan Sakaru dan Lilim berubah yang membuat monster-monster lemah tidak berani menyerang kereta kuda yang dikendarai Sakaru.


"Yah, tidak buruk. Anggap saja ini adalah simulasi mengendarai delman." gumam Sakaru yang terlihat menikmatinya.


Tidak menjelang lama, setelah Sakaru memasuki pedalaman Dark Forest tempat para monster berLevel tinggi tinggal. Muncul sebuah kepulan asap di langit dan kereta kuda yang terbakar. Terlihat juga beberapa prajurit bertarung dengan monster disana.


"Siapa itu, mereka bukanlah prajurit kerajaan Saint Haven." ujarnya memperlambat kereta kuda.


"Lindungi tuan putri Alicia, jangan biarkan mereka menyentuh keretanya." teriak tegas jendral mereka. *baik...


"Monster yang menyerang mereka memiliki Level yang cukup tinggi, setidaknya mereka semua memiliki kekuatan yang setara dengan Level 150." ujarnya dari kejauhan.

__ADS_1


Tak lama, muncul rombongan Giant Orc yang memiliki level 300 menyerang mereka. Jendral itu berhasil mengalahkan satu Giant Orc tetapi tidak dapat bertahan lagi karena sudah kelelahan.


"Sial..." ujarnya terengah-engah.


Para prajurit lainnya juga tampak kelelahan akibat dari serangan monster yang sebelumnya. Karena tidak ada pilihan lain, jendral itu memerintahkan prajurit lain untuk membawa putri menjauh dari sana.


"Kalian, pergilah menuju ke ibukota kerajaan Saint Haven terlebih dahulu. Aku akan menyusul setelah berurusan dengan mereka." teriak jendral itu kepada mereka.


Sakaru yang merasa memiliki tujuan yang sama dengan mereka langsung melakukan blink dan membantu mereka.


"Slash the moon..."


Ultimate Sakaru langsung memberantas rentetan Giant Orc tanpa menyisakan mereka satupun.


"Siapa anda?" spontan jendral itu bertanya dengan wajah yang terkejut.


"Namaku Sakaru. Dari apa yang kudengar tadi, apa kalian berniat pergi ke ibukota Saint Haven?"


"Be-benar... Kami berasal dari kerajaan Olutres, berkunjung ke kerajaan Saint Haven. Oh maafkan aku sebelumnya, namaku adalah Richard. Datang ke kerajaan Saint Haven bersama dengan tuan putri ke 3 kerajaan kami, putri Alicia de Vonduer."


"Yah, senang berkenalan denganmu." *melihat ke arah prajurit "Dari apa yang kudengar, bukan kah kerajaan kalian memiliki banyak orang kuat dibelakangnya? Lantas mengapa kalian kemari hanya dengan beberapa pasukan kecil?"


"Dark Dragon ya..." pikir Sakaru sejenak.


"Yah, karena kalian sudah sampai sejauh ini, dan aku memiliki beberapa urusan dengan Raja. Lebih baik kita bersama-sama pergi ke ibukota Saint Haven."


"Tentu saja, terimakasih banyak tuan..."


Karena kereta kuda milik pasukan dari kerajaan Olutres terbakar, Sakaru memperbolehkan tuan putri mereka untuk menaiki kereta kuda milik Sakaru.


Putri kerajaan Olutres, yaitu Alicia. Ternyata dia adalah gadis yang pendiam, dengan menggenakan jubah yang cukup sederhana untuk seorang putri dia duduk bersebrangan dengan Lilim.


Lilim yang tidak terbiasa dengan orang lain dan suasana yang canggung, mencoba untuk berinteraksi dengan putri itu.


"Kudengar namamu adalah Alicia. Apa kamu mau bermain boneka?" tanya Lilim sembari menjulurkan bonekanya.


Putri itu mengangukan kepalanya dan mulai bermain boneka dengan Lilim. Mereka semakin akrab dan akhirnya putri Alicia mau berbicara dengan Lilim.


Sementara itu, di luar kereta kuda...


"Hooaammm... membosankan sekali. Aku berharap ada monster yang tiba-tiba menyerang kereta kuda ini." gumam Sakaru yang kesal mengendarai kereta kuda.

__ADS_1


Richard yang mendengar hal itu hanya bisa tersenyum canggung di depan Sakaru.


Malam hari pun tiba, mereka memutuskan untuk berkemah di hutan itu. Secara bergantian, mereka berjaga dan berkeliling memperhatikan daerah sekitar.


Swosssh...


Angin malam berhembus dari arah barat, tiba-tiba saja muncul sebuah kabut tebal dan penyerangan bandit pun dimulai..


"Penyerangan, penyera-.." *jleb...


Sakaru yang sedang tertidur, sekilas mendengar suara teriakan dan terbangun untuk membangunkan prajurit yang lainnya.


"Kalian semua bangunlah..." teriakan Sakaru langsung membuat semua orang yang tertidur lelap bangun.


"Kabut apa ini", "Apa ada penyerangan?", "Siapa yang berani menyerang" reaksi para prajurit yang terbangun akibat teriakan Sakaru.


"Kalian semua, serang."


Terdengar suara berat dari balik kabut, dan para bandit mulai menyerang para prajurit yang sedang beristirahat.


Cling... clang... cling... clang...


"Aaaaa..." teriak Alicia berasal dari kereta.


"Hilangkan kabut ini..." teriak salah seorang bandit itu.


Terlihat salah satu bandit menyandera Lilim dengan meletakan sebuah pisau di leher Lilim.


"Anak itu, dia masih saja tertidur pulas setelah semua yang terjadi." ucap Sakaru menggeleng-gelengkan kepala.


"Kalian semua menyerah lah, kalau tidak akan kupenggal putri kerajaan ini hahaha."


"Bagaimana ini, bukan kah dia adalah adik dari tuan dermawan itu?" ujar salah satu prajurit itu.


"Hahahaha... sepertinya kalian salah menyandera seseorang." Sakaru tertawa terbahak-bahak.


"Apa yang kau tertawa kan? Aku akan benar-benar memenggalnya loh." ancam bandit itu.


"Kakak?" ucap Lilim yang masih setengah tertidur.


Lilim pun tersadar, menyadari yang di belakangnya bukanlah Sakaru. Lilim segera menendang bandit itu hingga ia terpental jauh kebelakang.

__ADS_1


__ADS_2