
"Huaahh... setelah berkeliling kota tidak ada yang menarik perhatian ku. Lilim juga sedang offline hoamm..." gumam Sakaru melihat-lihat ke arah sekitar.
Trang... trang... trang... Shessh...
Suara itu menarik perhatian Sakaru, lalu Sakaru pun menghampiri asal suara itu.
"Blacksmith ya... Benar juga, bukankah job ku yang sekarang adalah seorang blacksmith?" *menghampiri blacksmith itu
"Ohh anak muda, apa ada yang bisa ku bantu?" *berhenti menempa dan menoleh ke arah Sakaru
"Ya kalau boleh, bisakah aku menggunakan peralatan yang berada di tempat ini?"
"Boleh saja. Gunakan saja tungku yang berada di sana." *menunjuk ke arah tungku lalu kembali bekerja
"Terimakasih emm... Bagaimana aku harus memanggilmu?"
"Yah, penduduk dan petualang di sekitar sini memanggilku pak tua Merlin. Panggil saja aku dengan sebutan itu."
"Oh, baiklah."
Sakaru melihat-lihat peralatan yang berada di dalam toko milik dwarf itu. Semua peralatannya tampak tua dan sudah berdebu, tetapi masih layak untuk digunakan.
"Jadi, bagaimana aku memulai menjadi seorang blacksmith?" pikir Sakaru binggung
Sakaru melihat ke arah sekitar, disana ada palu, sebongkah besi dan beberapa balok kayu.
[Tutorial telah di aktifkan]
Muncul sebuah panah yang mengarah ke sebuah palu, mungkin itu adalah petunjuk untuk menjadi seorang blacksmith.
"Pak tua Merlin, bolehkah aku menggunakan bongkahan besi dan kayu-kayu ini?" teriak Sakaru bertanya.
"Oh, gunakan saja itu." *sfx trang... trang... trang...
"Baiklah kalau begitu."
Sakaru mulai melebur besi dan mengikuti petunjuk yang tutorial berikan. Setelah beberapa menit, akhirnya Sakaru berhasil membuat sebuah pedang normal.
[Tutorial telah selesai]
[Berhasil membuat 1 pedang normal (+7 strength)]
"Yah, tidak buruk untuk percobaan pertama."
Sakaru menggunakan semua besi dan 1 balok kayu tanpa sisa, karena masih ingin menempa sesuatu, Sakaru menanyakan tentang bijih besi yang mungkin saja masih tersisa kepada pak tua Merlin.
"Woah, kamu sepertinya berbakat dalam blacksmith karena bisa membuat pedang serapih itu. Aku akan memberimu diskon, disini aku bisa menjual beberapa bijih besi kepadamu dengan harga 50 silver saja, bagaimana?"
"Eeeem... pak tua Merlin, sebenarnya aku... SAMA SEKALI TIDAK MEMILIKI UANG..." *berkata dengan penuh pendirian, bergema ke seluruh ruangan
Tercengang dan berkata. "Hohoho, kamu ternyata anak muda yang bersemangat ya. Baiklah, aku akan memberimu beberapa bijih besi untuk mu menempa. Kamu bisa menjual pedang itu seharga 2 gold kepadaku."
Karena pedang itu adalah pedang pertama buatan Sakaru, ia tidak menjual pedang itu dan menyimpannya di dalam inventory.
Sakaru berpikir sejenak, memikirkan cara mendapatkan keuntungan yang banyak dengan modal sedikit-dikitnya. Terlintas di pikiran Sakaru tentang panah yang muncul di dalam tutorial tadi.
"Itu sebenarnya bukan ide buruk. Baiklah, aku akan membuat anak panah dengan bijih besi dan beberapa balok kayu yang diberikan pak tua Merlin." ucap Sakaru bersemangat.
__ADS_1
Dengan beberapa bijih besi dan balok kayu, Sakaru berhasil membuat beberapa anak panah dengan tingkatan yang berbeda-beda.
[Berhasil membuat 23 anak panah normal (+7 attack * Level user) 17 anak panah rare (+20 attack * Level user) 10 anak panah epic (+50 * Level user)]
"Ini lumayan..."
"Hmm, tunggu sebentar. Anak panah tingkat epic? Baru kali ini aku melihat hal yang seperti ini." * meng-klik info anak panah tingkat epic
Selama 200 tahun terakhir, hanya anak panah tingkat rare yang berhasil di buat di dalam Virtual Reality. Ini merupakan pertama kalinya seseorang membuat panah dengan tingkatan epic.
Anak panah tingkat epic.
Deskripsi: Sebuah anak panah yang dibuat oleh master blacksmith yang terbuat karena pengharapan dari sebuah hal kecil.
"Deskripsi yang aneh, tapi biarlah. Mungkin aku akan mendapatkan banyak gold jika menjualnya di trading shop. hehehe..."
"Pak tua Merlin, aku pergi dlu. Aku akan membayar bijih besi dengan bonus saat aku sudah mendapatkan banyak uang." *keluar dari toko
"Berhati-hatilah..." jawab spontan Merlin.
"Anak muda itu memang seperti dia, sudah berapa lama ya sejak hari itu..."
.
.
.
[Lilim telah online]
"Woah... itu Lilim." *menghampiri dan menyapa Lilim
"Ini? Tentu saja untuk dijual." jawab Sakaru.
"Begitu ya... Baiklah, Lilim akan membantu." *mengambil beberapa anak panah yang di bawa Sakaru
"Tunggu Lilim jangan memegang nya seperti it-.." *sfx crack...
"Ehh, anak panah ini patah padahal aku hanya menggemgam bagian tengahnya. Bagaimana ini, kakak?" *hampir menangis
"Haah... tentu saja, kayu itu adalah bagian yang paling rapuh karna menggunakan balok kayu yang sudah tua. Yasudahlah, karena itu hanyalah sebuah anak panah biasa."
"Benarkah? Baiklah, Lilim akan menjadi anak yang baik mulai sekarang." *kembali bersemangat
Sakaru dan Lilim pergi ke tempat trading shop untuk menjual beberapa anak panah yang telah Sakaru buat. Setelah mengecek harga dari anak panah yang lainnya, akhirnya Sakaru menjual anak panah biasa dan rare nya dengan harga di bawah standar.
[Berhasil menambahkan (22 anak panah normal * 10 silver -10% pendapatan) (17 anak panah rare * 50 silver -10% pendapatan) ke dalam trading shop]
"Hmm, bagaimana aku akan menjual anak panah epic ini ya? Tidak ada orang yang pernah menjual anak panah tingkat epic. Ini sedikit membingungkan."
Sakaru berpikir sejenak, lalu melihat ada sebuah panah epic seharga 1000 gold di dalam trading shop.
"Bagaimana kalau aku menjual anak panah ini seharga 2 gold/buah nya."
Ya, karena Sakaru tidak suka hal-hal yang rumit, Sakaru mendaftarkan anak panah epicnya dengan harga 2 gold/anak panah epic.
[Berhasil menambahkan (10 anak panah epic * 2 gold -10% pendapatan) ke dalam trading shop]
[Seseorang membeli 1 anak panah epic milikmu. Ketuk untuk melihat rincian...]
__ADS_1
[Seseorang membeli 2 anak panah epic milikmu. Ketuk untuk melihat rincian...]
[Seseorang membeli 1 anak panah epic milikmu. Ketuk untuk melihat rincian...]
[Seseorang membeli 1 anak panah epic milikmu. Ketuk untuk melihat rincian...]
[Seseorang membeli 5 anak panah epic milikmu. Ketuk untuk melihat rincian...]
"Woah, apa-apaan ini? Cepat sekali." *meng-klik pemberitahuan
Catatan transaksi:
Mendapatkan 1 gold 80 silver dari hasil penjualan anak panah epic
Mendapatkan 3 gold 60 silver dari hasil penjualan anak panah epic
Mendapatkan 1 gold 80 silver dari hasil penjualan anak panah epic
Mendapatkan 1 gold 80 silver dari hasil penjualan anak panah epic
Mendapatkan 9 gold dari hasil penjualan anak panah epic
"Yah, mereka memotong 10% dari pendapatan ku. Tapi tidak apa, aku memiliki beberapa gold untuk menjadi modalku sekarang." *tersenyum puas
"Kakak, kenapa? Apa ada hal baik yang terjadi?" *menarik-narik baju Sakaru
"Yah, tentu saja. Baiklah, aku akan mentraktirmu beberapa makanan manis di toko itu." *menunjuk ke sebuah toko manisan
"Wah, benarkah. Asik..."
Karena mendapatkan beberapa keuntungan dari hasil penjualan anak panah epic, Sakaru dan Lilim pergi ke sebuah toko manisan untuk membeli beberapa makanan.
Scene bonus:
Petualang archer biasa:
"Aku kehabisan anak panah hari ini. Baiklah, aku akan membeli beberapa anak panah dari trading shop." *melihat-lihat anak panah dalam trading shop
"Baiklah, akan ku beli beberapa anak panah nor-... ehh tunggu sebentar. Anak panah epic? Ini barang langka, seharga 2 gold tiap buahnya mahal sekali... Tapi, ahh aku tidak peduli, akan ku beli semua nya hueheheeh..."
[Berhasil membeli 5 buah anak panah epic * 2 gold \= 10 gold]
"Apa, aku hanya berhasil membeli 5 buah saja. Tapi tak apa lah, aku akan membeli beberapa anak panah biasa untuk berburu."
Seorang blacksmith yang sudah diakui dunia:
"Yah seperti biasa, aku akan meng-stock beberapa anak panah di dalam trading shop." *menggeser geser daftar harga anak panah
Melihat ada seseorang yang menjual anak panah epic...
"Apa itu, anak panah epic? Baru kali ini aku melihatnya." *dengan cepat membeli 1 buah
"Ada deskripsi di dalam anak panah epic ini."
Anak panah tingkat epic.
Deskripsi: Sebuah anak panah yang dibuat oleh master blacksmith yang terbuat karena pengharapan dari sebuah hal kecil.
"Apa-apaan ini? Bahkan tertulis nama master blacksmith di dalam deskripsinya. Aku, master blacksmith yang telah di akui tidak pernah melihat adanya tulisan 'master blacksmith' di dalam item buatan ku." *sedikit iri dengan pembuatnya
__ADS_1