
"Skill apa ya yang akan ku ambil?"
Water cut: membelah udara dengan ayunan menyebabkan damage area.
Small kick: Tendangan lurus kedepan yang memberikan efek stun selama 1 detik.
1 luck (pasif): memberikan keuntungan sebesar 0,01% dalam hal apapun.(dapat di tumpuk menjadi 100 kali {1*0,01/level}).
Karena memiliki keberuntungan yang buruk (hanya dalam pikiran nya) mata Sakaru langsung tertuju pada tulisan 'keberuntungan' dan tanpa pikir panjang ia memilih skill 1 luck.
"Skill pasif ya, baiklah akan kuambil yang ini saja."
[Berhasil menambahkan Skill 1 luck.]
"Karena aku sudah level 10, aku akan pergi ke kota lain."
Sakaru pergi menuju ke kota terdekat yaitu Kota Calderock. Calderock adalah kota yang dibangun akibat adanya batu besar (meteor) yang menghantam ke sebuah danau. Calde, pada saat itu adalah nama danau, tetapi karena danau itu mengering akibat terhantam meteor, para penduduk mulai membangun di tengah tengah danau dan memberikan sebutan dengan nama Calderock.
Benteng besar yang terbuat dari serpihan meteor dibuat mengelilingi kota Calderock untuk menghindari serangan dari para monster. Ciri khas dari kota ini juga, terdapat sebuah air mancur yang sangat indah berdiri megah di tengah kota itu.
Suasana kota itu juga sangat ramai, kebanyakan penduduk berasal dari ras manusia, dan juga elf.
Karena Sakaru sejak awal bermain game tidak pernah menyelesaikan quest sekalipun, Sakaru mencoba untuk menerima quest yang di berikan oleh guild di dinding quest Calderock.
[Menerima random quest pembantaian goblin di dekat rawa, hadiah quest 70.000 exp dan 1 set perlengkapan tempur biasa]
"Ahh... kukira random quest ini memberikanku hadiah yang luar biasa. Yasudah lah ini terakhir kalinya aku akan mengambil quest." desah Sakaru kurang bersemangat.
Tap... tap... tap...
"Anu..., apa kamu juga pemain baru di game ini?"
Terlihat seorang gadis imut menghampiri Sakaru dari arah gerbang kota, terlihat sepertinya dia juga adalah seorang pemula yang baru saja tiba di kota ini.
Sakaru menoleh ke arah datangnya suara dan...
"Bisa di bilang begitu, bisa juga tidak. Ya, bisa di bilang aku ini pemula." ucap Sakaru spontan.
"Oh benarkah?! Kalau begitu maukah kamu membuat party bersamaku?" tanya gadis itu.
Sakaru dalam hatinya. "Party? Selama 2 tahun lebih aku bermain Virtual Reality aku tidak pernah membuat party dengan orang lain sekalipun." *melirik ke arah gadis itu.
Dengan mata berbinar-binar, gadis itu menatap Sakaru dengan serius. Sakaru yang tidak tegaan pun menerimanya dan membuat party bersama gadis itu.
[Anda telah membuat Party]
[Mendapat efek bonus sebesar 200% exp ketika berada di dalam party. Durasi 6 hari 59 menit 58 detik]
__ADS_1
"Yosh.., sekarang aku mendapat kan party sesuai dengan yang di katakan kakak tadi." teriak gadis itu kegirangan.
Party:
Sakaru (Level 10)
Lilim (Level 12)
"Jadi namamu Lilim ya." ucap Sakaru.
"Kakak Sakaru, sekarang aku harus apa?" tanya Lilim dengan wajah polosnya.
"Harus apa? Tentu saja menyelesaikan dungeon bukan."
"Dungeon? Apa itu tempat menyeramkan seperti yang pernah aku kunjungi sebelumnya?"
Dengan mengerutkan dahi, Sakaru bertanya kepada Lilim... "Ehm... Lilim, biarkan aku bertanya padamu."
"Ehh apa itu?"
"Bagaimana caramu menaikkan levelmu hingga mencapai level 12?"
"Tidak tahu. Aku hanya bergabung dengan sebuah party dengan 4 anggota di dalam nya, dan baru saja aku keluar dari party itu sesuai petunjuk yang di berikan kakak yang aku temui sebelumnya." *kamu keluar saja ya nak Lilim (kejadian beberapa menit yang lalu)
"Be-beban. Ternyata party pertamaku adalah seorang beban huhuhu..." isak tangis batin Sakaru.
Karena Sakaru juga mendapatkan bonus exp dari party, Sakaru membiarkan Lilim berada di dalam party nya.
Tidak menjelang lama, Sakaru dan Lilim telah sampai di rawa untuk menyelesaikan quest pembantaian goblin. Tentu saja dia menyelesaikan quest nya tanpa bantuan dari Lilim.
[Berhasil menyelesaikan misi, menerima 70000 exp dan 1 set perlengkapan tempur biasa.]
[User telah mencapai level 13]
"Ya, bukan perjuangan yang sia-sia.)*melirik ke arah sekitar.
"Lilim, apa yang kamu lakukan?" teriak Sakaru heran.
"Bukankah kita pergi ke rawa untuk berenang?" ucap Lilim dengan santai nya sambil berenang kesana kemari.
"Lilim di sungai itu ad-..." *sfx byuarrr.
[Lilim telah mati. Dikarenakan sedang berada di dalam party, partner akan kembali hidup setelah keluar dari zona.]
Karena telah menyelesaikan misinya, Sakaru kembali ke kota Calderock untuk menghidupkan kembali Lilim yang mati.
[Lilim telah merespawn]
__ADS_1
"Kakak-kakak dengarkan. Aku tadi bisa terbang loh. Apa kakak melihatnya?" ujar Lilim dengan girangnya setelah kembali ke kota.
"Begitu ya, baguslah jika kamu senang."
Sakaru yang iseng memeriksa fitur-fitur yang disediakan dalam game, Sakaru tidak sengaja melihat fitur 'Guru dan murid' di layar penglihatannya.
"Guru dan murid? Mari kita lihat keuntungan apa saja yang akan diperoleh." gumam Sakaru.
Guru dan murid:
Sudah sejak jaman dahulu sekali prinsip guru dan murid diterapkan di dunia ini. Dengan hubungan guru dan murid, guru dapat mendidik, memerintah, menghukum, dan membimbing murid agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan.
Keuntungan yang dapat diperoleh:
Saat guru dan murid bersama-sama, keduanya dapat meningkatkan exp yang di dapat dari membunuh sebesar 200%, status sebesar 5%, dan title teacher(+5 intelligence) untuk guru, dan student(+10% exp) untuk murid.
Syarat agar menjadi guru dan murid:
-lebih dari level 10
-persetujuan dari kedua belah pihak
"Lumayan juga jika dilihat-lihat. Hemmm..." ucap sakaru dalam hati sambil menoleh ke arah Lilim.
"Lilim, terdapat keuntungan yang bagus jika menjadi guru dan murid. Apa kamu mau?" *Lilim bermain-main dengan kupu-kupu
"Boleh." spontan ucap Lilim dan melanjutkan untuk mengejar kupu-kupu.
"Baiklah karena Lilim juga sudah setuju, apa boleh buat."
[Berhasil membuat hubungan Guru dan Murid, mendapatkan 1 token Apere yang dapat ditukarkan kepada Edward]
Guru: Sakaru (Level 13)
Murid: Lilim (Level 13)
"Baiklah, aku harus meningkat kan levelku dengan cepat agar aku menjadi semakin kuat." ucap Sakaru bertekad.
Karena Sakaru sekarang memiliki banyak efek dari membuat party dan guru dan murid, Sakaru menarik kembali kata-katanya dan mengambil random quest yang tertera di dalam dinding quest.
.
.
.
Catatan Author: Anggap saja ini Lilim untuk ilustrasi.
__ADS_1