DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 11: Penyerangan Monster (Bagian 1).


__ADS_3

"Woah kalian benar-benar mendapatkan nya." nona pengawas itu takjub lalu segera pergi untuk memberitahukan berita ini kepada kru yang membetulkan kapal di ruang perbaikan.


[Berhasil memyelesaikan misi Mencari semua gerigi kapal terbang Arktic yang hilang (Quest Sampingan). Hadiah penyelesaian misi 10.000.000 exp.]


[User mencapai Level 55]


"Yah, akhirnya setelah sekian lama aku kembali menuju ibukota." desah Sakaru penuh kebahagiaan.


Datang seorang pria dari dalam ruang perbaikan dengan palu di tangan kanannya. Rambutnya yang berwarna merah pekat, dia bernama Yilin. Yilin datang secara pribadi kepada Sakaru untuk berterimakasih karena telah membawakan gerigi kapal nya yang telah hilang.


"Jadi kamulah penyelamat kapal Arktic ini. Siapa namamu anak muda?" tanya Yilin.


"Namaku Sakaru, dan aku ditemani murid ku ketika mencari gerigi kapal Arktic. Dia bernama Lilim..." *mengenalkan Lilim


"Sungguh murid yang imut.." reaksi spontan Yilin setelah melihat Lilim yang bersembunyi di balik Sakaru. Tak menjelang lama, terdengar suara dentuman keras dari ruang perbaikan kapal. Semua orang yang berada di luar bergegas masuk untuk mengetahui apa yang terjadi.


"INTI ENERGI KAPAL ARKTIC TELAH DICURI..." Teriak salah seorang yang berada dalam ruang perbaikan panik tergesa-gesa pergi keluar.


"Aku memiliki firasat yang buruk tentang ini..." spontan Sakaru berpikir seperti itu setelah mendengar bahwa inti energi kapal Arktic telah di curi. Ternyata benar, terlihat sebuah lubang besar di lambung kapal dan beberapa dinding ruang perbaikan hancur seperti terkena serangan monster yang besar.


"I-ini..." *menjatuhkan palu yang dibawanya...


Terdapat sehelai bulu sayap perak di dekat lambung kapal, ternyata yang mendalangi pencurian inti energi kapal itu adalah Harpy.


"Ini adalah bulu sayap Harpy. Kamu, apa kamu melihat kemana Harpy itu pergi?" *menarik kerah orang yang berteriak tadi


"Aku melihatnya." sela seseorang yang menggunakan jubah muncul dari kerumunan.


"Kamu, apa benar-benar melihatnya?!" *menoleh ke arah datangnya suara


"Ya, benar. Harpy itu membawa Orc bersamanya lalu pergi masuk ke dalam hutan." *menunjuk ke arah hutan


"Arah itu... Tidak ada harapan." *terjatuh dan mulai gemetar


"Yilin, memangnya ada apa di sana? Aku bisa merebutnya kembali jika diperbolehkan." ucap spontan Sakaru untuk menenangkan Yilin. "Lagipula Harpy dan Orc itu adalah monster lemah dan tidak mungkin nekat menerobos kota untuk mencuri inti kapal. Aku penasaran dengan siapa orang yang mendalangi kejadian ini." pikir Sakaru.


"Menyerah saja nak Sakaru. Di dalam hutan itu terdapat monster yang Levelnya bahkan tidak dapat diketahui. Rumor beredar di dalam hutan itu terdapat gua sarang Harpy. Kamu sama sekali tidak memiliki kesempatan untuk menang melawan mereka, apalagi dengan adanya monster itu." Yilin mencoba menyakinkan Sakaru untuk tidak pergi.


"Sudahlah, aku akan tetap pergi dan membawa kembali inti kapal yang telah di curi itu. Lilim, ayo kita pergi..." berkata dengan penuh keyakinan.

__ADS_1


"Baik kakak."


Sakaru dan Lilim berangkat untuk menyusul Harpy itu melalui dinding yang hancur. Terlihat sebuah jejak yang besar dan beberapa pohon yang tumbang di sepanjang jalan.


Sekitar 1 jam Sakaru menelusuri hutan dengan mengikuti pohon yang tumbang sebagai petunjuk. Didepan, terlihat gua yang sangat besar dengan beberapa lumut liar yang tumbuh di bibir gua.


Setelah memasuki gua itu, terlihat ada beberapa batu kristal bercahaya menandakan bahwa gua itu adalah sarang Harpy. Jejak yang diikuti Sakaru menghilang di depan dinding gua tanpa adanya satu petunjuk.


"Tidak ada petunjuk ya. Haah..." mendesah panjang lalu melihat ke arah sekitar.


Terdengar suara tetesan air yang bergema ke seluruh gua. Sakaru mencoba untuk berkeliling gua itu, karena penasaran Sakaru mulai mengetuk-ngetuk dinding tempat menghilangnya jejak itu.


Tuk... Tuk...


Suara ketukan yang di hasilkan membuat Sakaru yakin bahwa ada sebuah ruang lain di balik dinding itu. Karena sudah yakin bahwa akan ada sebuah ruangan di balik dinding itu, Sakaru menyerangnya menggunakan skill Ultimate Slash the moon dan membuat dinding itu hancur menjadi serpihan.


Terlihat pemandangan hutan yang sangat indah di balik dinding itu, suara air terjun mulai terdengar, kicauan burung merdu terdengar dari depan. Jejak Orc pun mulai terlihat memasuki hutan itu.


"Tempat apa ini sebenarnya?" kagum dan terpana akan keindahan yang belum pernah Sakaru lihat sebelumnya.


"Kakak, lihat itu..." *menunjuk ke arah hutan


"Tentu saja tidak, harpy kecil. Kami kesini hanya untuk berkunjung saja."


"T-wapi ibu biwang jik-wa ada seseolang yang muncwul dari lubang itu selayin ibu adalah penyusup."


Muncul seorang Harpy dari dalam hutan lalu terbang ke arah Sakaru. Harpy bermaksud untuk melindungi anaknya dari serangan orang luar.


"Apa yang kalian para manusia lakukan disini? Pergilah sekarang juga atau kalian tidak akan pernah bisa kembali." ancam Harpy itu dengan melebarkan sayapnya bermaksud untuk menakut-nakuti Sakaru dan Lilim.


"Apa yang dilakukan Harpy ini?" pikir Sakaru sekilas.


"Tujuan utamaku kemari adalah untuk mengambil inti kapal Arktic yang telah kalian curi."


"Inti apalah itu... Hal itu tidak ada disini jadi pergilah."


"Tidak mungkin, jejak itu mengara-.."


Jejak yang di lihat Sakaru tiba-tiba saja menghilang dari penglihatannya.

__ADS_1


"Kemana jejak itu menghilang?" pikir Sakaru. "Lilim, kamu lihat bukan tadi aja jejak besar yang mengarah kesini." tanpa pikir panjang bertanya pada Lilim.


"Tidak ada kok... Malah Lilim yang bingung, mengapa kakak tiba-tiba bersemangat sekali untuk datang kesini." jawab Lilim sembari memainkan bonekanya.


"Ini aneh..?" *mengingat kejadian sebelum datang ke gua Harpy.


"Orang itu, pasti dia penyebabnya." mengingat seseorang yang muncul dari dalam kerumunan menggunakan jubah.


"Ini gawat, Lilim ayo kita bergegas kembali ke kota. Aku berharap tidak terjadi apa-apa dengan kota saat ini."


Sembari menggendong Lilim, Sakaru melakukan blink berulang kali agar lebih cepat sampai ke kota. Terlihat kepulan asap hitam di langit menandakan adanya sesuatu yang terjadi di kota.


"Apa yang sebenarnya terjadi selama aku pergi..."


Melihat kota telah di lahap api, sepertinya penyerangan terhadap kota telah direncanakan sejak jauh hari.


.


.


.


Bonus scene:


"Ada orang kuat juga ya di kota ini..." *melihat Sakaru dan Lilim dari kejauhan


[Confusion.]


"Anak yang satunya itu tidak terkena efek confusionku, ya biarlah. Aku tidak akan membiarkan mereka merusak rencanaku."


Whoossshh... *menghilang dalam bayangan


.


.


.


Jangan Lupa Like 👍🏻 dan Komen 📝 ya untuk mendukung Author, sekian dan terimakasih...

__ADS_1


__ADS_2