DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 3: Lost Temple


__ADS_3

[Menerima random quest pergi ke lost temple mengalahkan minotaur dan menyelamatkan ruby. Hadiah penyelesaian quest 100000 exp dan 1 buku Noble]


"Yah, tidak buruk. Lilim, ayo kita pergi ke lost temple. Kita akan berburu seekor kerbau." teriak Sakaru memanggil Lilim.


"Baik kak..."


Sakaru dan Lilim pergi ke lost temple untuk menyelesaikan quest. Banyak mayat kelelawar dan goblin yang tergeletak di sepanjang lost temple.



"Huuh.. huuh... Teman-teman, serang minotaur itu secara bersamaan." *Baik... huuh huh


Terdengar dari dalam lorong suara seseorang berteriak. Seperti sedang terjadi pertempuran di dalam sana.


"Kakak, apa yang terjadi disini? Seram." ucap Lilim memegang erat baju Sakaru.


"Tidak ada apa-apa. Ayo kita amati saja pertarungan mereka dari kejauhan." jawab Sakaru sembari mengendap-ngendap di antara reruntuhan.


"Gober, tahan sisi kanan. Lunar, siapkan mantra peledak. Perman, lindungi Ruby jangan sampai ia terserang." ucap salah satu dari mereka.


"Baik..."


Keempat anggota itu bertarung dengan baik, tapi sayangnya itu belum cukup untuk mengalahkan minotaur itu.


"Goooaarrrrrrrrrr....."


Terdengar teriakan keras yang menggema di seluruh lost temple dan membuat para monster lain menghampiri ruangan tersebut.


"Sial, kita tidak dapat berta-..." *Bughh...


Minotaur itu menyerang pemimpin mereka dengan ganas dan membuatnya terpental jauh ke belakang.


Sementara itu di balik reruntuhan...


"Kak, bukankah kita harus menolong mereka?" bisik Lilim kepada Sakaru.


"Ya, sepertinya memang harus begitu."


Sakaru keluar dari balik bebatuan dan berteriak...


"Kalian semua, selamatkan leader kalian dan mundur lah... Biar aku yang menghadapi minotaur itu." Teriak Sakaru dengan gagah berani.


"Apa itu bantuan? Baiklah kalau begitu... Selamatkan pemimpin terlebih dahulu..." *berlari dan berlindung di balik batu


"Seperti kata pepatah orang tua, ada langit di atas langit. Tampaknya kamu masih belum lari ya, minotaur."


"Goarrrrrrr..." *mengayunkan kapak ke arah Sakaru


Sakaru dengan mudahnya menghindari serangan minotaur dan menyerang minotaur itu dengan sekali serangan.


"Small kick..."


Bughhh... Duarggg...


Minotaur itu terpental jauh ke belakang dan akhirnya mati hanya dengan 1 kali tendangan yang di lancarkan oleh Sakaru. Monster lainnya lari terbirit-birit dan tidak ada satupun monster yang berani mendekat.

__ADS_1


"Apa-apaan orang itu? Player dengan level tinggi kah?"


[Berhasil menyelesaikan misi, menerima 100000 exp dan 1 buku Noble]


[Selamat user mencapai Level 15]


"Apa-apaan sistem ini?" *melihat ke arah nama Lilim.


"Level 16???" sambung Sakaru.


.


.


.


"Kakak ternyata sangat kuat ya." ucap Lilim menghampiri Sakaru.


"Antara senang dan sedih, yasudahlah. Murid ku yang imut juga akan semakin bertambah kuat dan kelak akan menjadi orang yang berguna dimasa depan nanti." *Mengelus-elus kepala Lilim


"Eee anu... Terimakasih karena telah menyelamatkan kami!" ucap mereka sembari membungkukan badan.


"Ohh, tidak apa. Aku juga memiliki urusan dengan minotaur dan anak itu." *menunjuk ke arah ruby


"Ya karena aku sudah mendapatkan hadiahnya, kapak dan tubuh minotaur itu boleh kalian ambil. Aku tidak terlalu membutuhkannya."


"Baiklah, sekali lagi kami sangat berterimakasih."


Sakaru dan Lilim pun kembali ke kota Calderock. Diperjalanan, terlihat ada sebuah cahaya aneh dengan tanda tanya di atas nya.


"Kakak, apa itu?" *menunjuk ke arah cahaya


Sakaru dan Lilim mendekat, lalu muncul sebuah cahaya yang sangat terang mengagetkan Sakaru.


"Tolong... tolong... tolong..." *lari terbirit birit dengan tubuh penuh luka.


Terlihat sekelompok dark elf mengejar putri itu dan mengepungnya dari segala arah.


"Hahaha, kamu tidak akan bisa lari putri Airis."


Srett...


.


.


.


"Sepertinya ini adalah ingatan seseorang. Buku Noble bereaksi terhadapnya." pikir Sakaru dalam benaknya.


.


.


.

__ADS_1


"Kak, kakak... Apa yang terjadi...?"


Terdengar suara hangat yang menenangkan, namun sangat jauh. Sakaru membuka matanya dan ternyata itu adalah suara Lilim.


Cahaya itu menghilang dari tempatnya dan Sakaru menanyakan apa yang terjadi sebenarnya kepada Lilim.


Lilim menjelaskan bahwa Sakaru tiba-tiba terjatuh pingsan dan cahaya yang Sakaru dekati sebelumnya berpindah ke arah gua.


"Ke arah gua ya. Ayo kita cari tahu apa yang sebenarnya terjadi di sini."


Sakaru memasuki gua itu dan ternyata hanya ada tulang belulang manusia dan secarik kertas yang tergeletak disana.


"Apa itu? Seram..." *memegang erat baju Sakaru


Sakaru mengambil secarik kertas yang tergeletak disana. Setelah membaca secarik kertas tersebut, ternyata kejadian itu telah terjadi selama 500 tahun yang lalu.


Diceritakan dalam kertas itu, bahwa dark elf ingin merebut Batu Eveloden dari kerajaan cahaya untuk membangkitkan Raja Iblis Elf dengan membantai seluruh keluarga kerajaan.


Buku Noble tiba-tiba bercahaya dan muncul sesosok roh dari dalam tengkorak itu.


"Wahai kamu, pahlawan masa depan yang akan menyelamatkan kerajaan dari kehancuran. Aku telah mempercayakan kepadamu lokasi dari Batu Eveloden. Temukanlah, dan jagalah batu itu sebaik mungkin."


Roh itu pun menghilang menjadi cahaya dan muncul sebuah peta terukir di dalam buku Noble.


[Menerima quest tersembunyi, Noble secret. Hadiah penyelesaian quest batu Eveloden, dan skill legenda sang roh penyayang. Cek rincian disini...]


Misi: Mencari dan menjaga batu Eveloden.


Petunjuk: Kerajaan cahaya kuno.


Hadiah: Skill legenda sang roh penyayang.


Waktu: Tak terbatas


Penalti: Tidak ada.


"Yah, aku sedikit merinding membacanya."


"Kakak, ada apa dengan tengkorak itu? Tengkorak itu menghilang?" tanya Lilim sedikit ketakutan dan mempererat genggaman tangannya.


"Bukan apa-apa, roh itu sudah bahagia sekarang. Baiklah, sekarang waktunya untuk kembali ke kota Calderock."


Sakaru dan Lilim kembali ke kota Calderock. Dipikiran Sakaru, ia terus memikirkan apa yang terjadi dengan kerajaan kuno sebelumnya dan penasaran dengan Raja iblis yang terbangkitkan.


"Hah, karena kota dan kerajaan ini masih damai. Sepertinya mereka masih belum menemukan batu Eveloden dan membangkitkan raja iblisnya. Sekarang aku harus terus bertambah kuat agar bisa melindungi semua yang ingin aku lindungi." gumam Sakaru sembari mengepalkan tangannya.


"Kakak, ada apa? Kakak bertingkah aneh semenjak keluar dari gua itu. Apa ada masalah?" *tatap Lilim dengan polosnya


"Bukan apa-apa Lilim. Yosh, sekarang kita harus terus bertambah kuat dan kuat agar kita bisa menjadi yang terkuat ha ha ha." *dengan bersemangat


"Eh?" ucap Lilim dengan wajah kebingungan.


"Aku berpikir banyak hal yang menyeramkan terjadi di sekitar ku, tapi dengan adanya Kakak Sakaru aku merasakan kehangatan dan kebahagiaan." pikir Lilim sambil tersenyum


"Ehh kenapa Lilim, kok tiba-tiba tersenyum?"

__ADS_1


"Bukan apa-apa kok." jawab Lilim dengan tersenyum ke arah Sakaru.


Sakaru dan Lilim pun melanjutkan perjalanan nya untuk menjadi yang terkuat.


__ADS_2