DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 5: Lembah Crivle.


__ADS_3

Terdengar rumor di dalam chat dunia bahwa muncul seorang blacksmith legendaris yang telah membuat item spesial muncul di dunia ini.


Sementara itu Sakaru yang sedang berada di dalam toko manisan menghiraukan rumor yang beredar di seluruh dunia Virtual Reality. Setelah membayar dan keluar dari toko manisan...


"Lilim, apa manisan nya enak?"


"Enak sekali kakak." spontan Lilim berkata sambil menghabiskan manisan nya itu.


Sakaru dan Lilim pergi menuju ke blacksmith Merlin dan membayar hutang nya. Setelah itu, Sakaru berniat untuk mengambil quest dan meningkatkan levelnya.


"Lilim, aku punya hadiah untukmu." *mengeluarkan pedang yang dibuat sebelum


"Wah, sebuah pedang."


"Tentu aja, itu adalah pedang spesial yang di buat guru mu in-... Aww.. apa yang kamu lakukan..." *tertusuk pedang yang diberikan Sakaru pada Lilim


"Woah, pedang ini sangat tajam dan tidak mudah patah." gumam Lilim menghiraukan Sakaru.


"Ahh sudahlah. System, tampilkan status saat ini."


Nama: Sakaru


Health: 1988/2000


Mana: 100/100


Title: Teacher


Level: 15 (4256/40000)


Job: Keturunan Renard


Strength: 189 (+170 Pedang no mercy)


Stamina: 100


Agility: 166 (+150 Pedang no mercy)


Intelligence: 14


Dexterity: 13


Persistence: 13


Composure: 11


Indomitable: 11


Dignity: 13


Insight: 14


Courage: 11


(Tampilan status dapat di sederhanakan)


"Baiklah, sederhanakan status... Aku sedikit pusing melihat banyak sekali angka disini" *Lilim bermain main dengan pedang barunya


Nama: Sakaru


Health: 2088/2100

__ADS_1


Mana: 100/100


Title: Teacher


Level: 15 (4256/40000)


Job: Keturunan Renard (Tahap penyelesaian)


Stamina: 100


Strength: 189 (+170 Pedang no mercy)


Agility: 166 (+150 Pedang no mercy)


Vitality: 15


Magic def: 15


Basic def: 17


Physical damage: 180-231


Magic damage: 11-13


"Yah, tidak buruk." ucap Sakaru dalam hati nya.


Melihat-lihat quest yang tertera dalam dinding quest, ada satu quest yang membuat Sakaru tertarik dengan quest tersebut. Tetapi di lihat dari 'Level yang di sarankan Level 30'. Sakaru tidak peduli dan tetap memilih misi itu.


[Menerima misi menyelidiki Lembah Crivle dan melaporkan kejadian yang terjadi kepada walikota. (peringatan misi berantai) Hadiah penyelesaian misi 1.000.000 exp, batu emerald ungu type magis, dan perisai besi ringan]


"Yah, karena misi ini 2 kalinya Levelku saat ini. Aku akan sedikit berhati-hati. Lilim, ayo kita pergi."


Setibanya di depan Lembah Crivle, terdengar suara gagak di mana-mana, pohon-pohon yang telah mati dan beberapa bangkai hewan tergeletak disana.


"Ti-tidak sama sekali." *menempelkan wajahnya ke baju Sakaru


Sakaru dengan Lilim dibelakangnya mulai menyelidiki Lembah Crivle. Tercium bau busuk dari arah timur dan terlihat ada segerombolan mayat hidup yang berkeliaran disana.


"Apa itu, terlihat seperti manusia yang terkena kutukan kuno" *melihat dari kejauhan


Grawl.... grawl... *sfx suara Ghoul


"Ghoul memang terlihat kuat, tetapi mereka sebenarnya lemah terhadap serangan yang mengenai inti tubuhnya."


"Lilim, jika kamu takut tutuplah matamu." *menerjang ke arah depan


Grawl... grawl... grawl... *bahasa Ghoul yang artinya mungkin serang...


Sakaru mengeluarkan pedang No Mercy dan menyerang para Ghoul dengan sekali serangan. Sekitar 20-an Ghoul mati di tangan Sakaru.


"Kakak, apa aku sudah boleh membuka mataku?"


"Lilim ya, aku hampir lupa dengan dia. Bukalah matamu dan kemari lah..." teriak Sakaru dari kejauhan.


Saat Lilim membuka matanya, para mayat Ghoul berserakan di mana-mana. Lilim yang terkejut sekaligus panik bergegas berlari ke arah Sakaru dan memeluknya dengan sangat erat.


"Eee Lilim, aku disini..."


Lilim terkejut dan berkeringat dingin, ternyata yang ia peluk dengan erat adalah Ghoul. Lilim yang panik segera menyerang Ghoul itu menggunakan pedang pemberian Sakaru.


__ADS_1


"Huaaaaa... Kakak ada dimana? Disini seram aku ingin kembali..." ujar Lilim yang menangis sambil menusuk-nusuk tubuh Ghoul itu.


"Ha ha ha... Lilim aku disini..." jawab Sakaru dengan sedikit tertawa.


Setelah beberapa menit berlalu, tiba tiba saja muncul sebuah kabut merah dari arah utara. Lilim yang ingin terbiasa dengan suasana yang menyeramkan itu memaksakan dirinya untuk tidak menutup mata.


"Lilim, jika kamu takut bagaimana kalau kita kembali saja ke kota?" *menoleh ke arah Lilim yang berdiri dibelakang nya


"Tidak usah, Lilim itu pemberani. Lilim tidak akan menyusahkan kakak lagi mulai saat ini."


"Oooh... begitu ya. Baiklah, sekarang ayok kita menuju ke dalam kabut merah itu." *menunjuk ke arah kabut


"Kakak yakin mau masuk kesana?" *Lilim meyakinkan Sakaru agar tidak pergi kesana


"Kamu takut ya, ya kalau begitu Lilim tunggu disini saja ya." ucap Sakaru berjalan ke arah dalam kabut secara perlahan.


"Tidak... Jangan tinggal kan aku kakak." *berlari mengejar Sakaru dan memegang baju Sakaru dengan erat


Sakaru dan Lilim pun pergi ke dalam kabut. Jauh di dalam kabut, terlihat sosok merah seperti hantu penjaga makam membawa sabit besar didepan.



"Itu, penjaga makam sang death reaper. Apa yang monster level 50 lakukan disini?" pikir Sakaru dalam benaknya.


"Lilim kamu melihatnya? Beri aku sedikit ruang, aku akan menyerang death reaper itu. Jadilah anak baik dan jangan lakukan apapun."


Lilim menganggukan kepalanya dan bersembunyi, sementara Sakaru menerjang ke depan menggunakan pedang No Mercy menebas death reaper. Tapi hal itu tidak berguna, serangan Sakaru menembus tubuhnya dan death reaper menyerang balik Sakaru.


Cling... clang...


"Cih.. sudah kuduga serangan fisik tidak akan mempan terhadapnya." *memperhatikan sekitar


"Lilim, carilah sebuah tuas dengan angka 3 di atas nya. Itu seharusnya ada disekitar sini." *Cling... Clang...


"Ba-baik..." *mulai mencari tuas


"Aku harus menemukan tuas. Dimana.., dimana tuas itu." dalam benak Lilim.


Clak...


"Ah..., Kakak sepertinya aku menginjak sesuatu."


"Haa... Aku kurang bisa mendengar mu." *Cling... clang...


Tiba-tiba saja turun hujan dan membuat kabut di sekitar menghilang. Death reaper akhirnya bisa menerima serangan fisik dan Sakaru melancarkan serangan beruntun terhadap death reaper.


"Matilah, kembali ke alam baka sana..."


Sakaru memicu pukulan kritis dan langsung mengalahkan death reaper.


[Mendapatkan Kalung pendant]


[Selamat, user mencapai Level 25]


"Fiuh... akhirnya selesai juga. Lilim, apa yang kamu katakan tadi?" ucap Sakaru menghampiri Lilim.


"Kakak, lihat itu... Gua itu tiba tiba muncul setelah Lilim menginjak batu itu." *menunjuk ke arah gua


"Kerja bagus Lilim, kalau begitu ayo selidiki gua itu." *mengelus-elus kepala Lilim


"Baik, kak."

__ADS_1


Setelah menyelusuri gua yang tiba-tiba muncul, di sepanjang jalan terlihat banyak sebuah gambar seseorang yang mempraktekan gerakan teknik berpedang yang terlihat aneh dan juga kuno.


__ADS_2