DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 8: Bukit Spike dan Serpentra.


__ADS_3

"Lilim, apa kamu siap dengan petualangan baru?" tanya Sakaru dengan penuh semangat.


"Ya, tapi kakak. Apa kakak tidak memiliki pekerjaan di dunia nyata?"


"Begitu ya. Kupikir kakak itu adalah seorang nolep yang pekerjaan nya hanyalah bermain game Virtual Reality. Kalau begitu ayo kita melakukan petualangan." *berkata dengan wajah polos dan tersenyum


"Uhuk-uhuk, ba-baiklah kalau begitu." *Sakaru mendapatkan pukulan telak


Sakaru dan Lilim pergi ke bukit Spike untuk menyelidiki keadaan disana. Seperti biasa, tidak ada hal buruk yang terjadi selama perjalanan menuju ke bukit Spike.


Beberapa menit telah berlalu, terlihat ada beberapa petualang yang membuat tenda di sekitar kaki bukit Spike. Karena penasaran, Sakaru dan Lilim menghampiri petualang tersebut.


"Hai kalian yang berada di sana." Sapa Sakaru kepada para petualang yang berkemah disana.


"Oh, high ranker kah?" Spontan orang itu berbicara ketika melihat jubah yang tidak biasa yang dikenakan Sakaru dan Lilim.


"Lebih tepatnya hanya petualang biasa yang sedang menjalankan misi, yah pokoknya jangan terlalu sungkan dengan kami berdua." ucap Sakaru mencoba untuk akrab dengan player lainnya.


"Oh tentu saja. Kami baru saja membakar beberapa ayam liar, mau mencobanya?" *menawarkan beberapa ayam panggang yang baru saja matang


Sakaru dan Lilim beristirahat bersama dengan para player lainnya. Setelah mengobrol cukup lama dengan para petualang, Sakaru mendapatkan informasi bahwa terjadi rage monster di dalam bukit Spike.


Rage monster terjadi akibat adanya 2 raja para monster yang saling berdebat dan ingin menguasai daerah raja lainnya. Rage monster juga biasa nya terdiri dari ribuan para monster yang berkumpul di suatu titik untuk menyerang wilayah kekuasaan milik raja lain.


"Rage monster ya. Apa kamu tahu apa saja monster yang berada disana?" tanya Sakaru penasaran.


"Mereka terdiri dari beberapa ras berbeda diantaranya goblin, kobolt, minotaur, goblin wizard, hogoblin, dan pemimpin mereka yaitu Elves."


"Bagaimana Level mereka?"


"Yah, dari hasil yang kami dapat setelah menyelidiki bukit Spike. Masing-masing dari mereka mencapai Level 50 maupun lebih. Jika kamu kemari hanya untuk mengintai, kusarankan urungkan saja niatmu dan kembali ke kota."


"Terimakasih atas saran nya, tapi kami tidak berniat untuk kembali." *Sakaru bertekad untuk tidak mundur dalam misi apapun.


"Kalau begitu, semoga beruntung. Senang bisa bertemu denganmu."


Sakaru dan Lilim pun kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju ke dalam Bukit Spike. Setelah beberapa jam berjalan menuju ke dalam bukit, terlihat ada sebuah dinding tinggi yang mengelilingi sebuah patung dewi. Para monster mengepung dinding itu, lalu mulai terdengar suara drum yang sangat keras menandakan akan terjadi pertempuran besar diantara para monster.


"Apa itu? Sebuah rombongan monster yang sangat banyak. Benar apa yang dikatakan petualang tadi." pikir Sakaru dalam benaknya.


"Lilim, jangan berbuat yang aneh-aneh ya. Mari kita tunggu dan melihat situasi terlebih dahulu."


"Siap kak..." *memperhatikan rombongan monster dari balik bebatuan

__ADS_1


Terlihat beberapa benda aneh yang menjulang tinggi ke atas dengan sebuah cairan ungu didalamnya dan goblin yang terikat dibawah. Saat benda itu menusuk perut goblin, goblin itu mulai berubah menjadi besar dan berevolusi menjadi hogoblin.


"Dari Level 40 menjadi Level 50 dalam sekejap?!" reaksi spontan Sakaru yang terkejut.


Para monster dari luar dinding terus memproduksi hogoblin untuk memperkuat pasukannya, sementara para monster yang berada di dalam dinding terus berdiam diri seperti sedang menunggu suatu perintah.


"Lilim, ayo kita pergi ke dataran lebih tinggi untuk melihat situasi di dalam dinding."


"Baik, kakak..."


Lilim yang mengikuti dari belakang, Sakaru dan Lilim pun segera pergi ke dataran yang lebih tinggi. Setelah beberapa saat, mereka akhirnya sampai di atas bukit Spike. Seluruh permukaan di bawah bukit terlihat jelas, dan mulai terlihat sesuatu yang berada di balik dinding.


"Kakak, lihat itu... Itu adalah seekor naga." *menunjuk ke arah dalam dinding


"Ya itu memang naga. Tapi dia terlihat sedang terluka."


To-tolong aku...


Terdengar suara lembut di dalam kepala Sakaru. Itu membuat Sakaru terkejut dan hampir terjatuh dari ujung tebing bukit.


"Suara apa itu? Lilim apa kamu mendengarnya." *memerhatikan kearah sekitar


"Suara apa? Lilim tidak mendengar suara apa pun." jawab Lilim dengan bingung dan menatap ke arah Sakaru.


[Menerima quest Menyelamatkan Serpentra dari kepungan para Monster. Hadiah penyelesaian Tidak Diketahui. Lihat rinciannya disini...]


"Misi mendadak dengan hadiah yang belum dikehui? Ini menarik, baiklah lihat rincian quest."


Misi: Menyelamatkan Serpentra dari kepungan para Monster.


Petunjuk: Bukit Spike.


Hadiah: Tidak diketahui (Semakin besar kontribusi maka hadiah yang didapat semakin baik)


Waktu: Selama Serpentra masih hidup.


Penalti: Kebangkitan Black Dragon.


Seketika itu juga muncul sang Elves dari balik bayangan dan mulai memerintahkan seluruh monster untuk menyerang dinding.


Goarrrrr.... Auuuuuuu.. Muehehehe...*sfx kobolt


Bughh... Bughh... Bughh...

__ADS_1


Minotaur mulai menyerang dinding menggunakan kapak sedangkan para kobolt mulai menyerang ke arah dalam dinding menggunakan panah api.


"Kakak, mereka mulai menyerang." ucap Lilim menunjuk ke arah bawah.


"Ini gawat. Lilim, kita harus membantu naga itu. Jangan biarkan para monster menerobos masuk ke dalam dinding."


Sakaru dengan cepat memutuskan untuk melompat dari ujung tebing bukit dan langsung menghantam segerombolan monster yang menyerang dinding. Sementara itu, Lilim hanya berdiam diri dan terduduk di ujung tebing melihat Sakaru menyerang para monster dengan barbarnya.


Slash the moon... blink... Cling... Slash the moon... blink... Bruk... Slash the moon... blink.. Slash... *Kuek...


Sakaru berulang kali melakukan combo menggunakan Skill ultimate dan blink miliknya. Tetapi karena banyaknya monster yang tidak ada habis-habisnya, itu malah membuat Sakaru tambah bersemangat.


"Hahahaha, exp yang melimpah datanglah kepadaku." teriak Sakaru bersemangat membasmi para monster.


Tanpa pikir panjang, Sakaru melakukan blink ke arah Elves dan mencekik lehernya lalu memberikan beberapa pertanyaan kepadanya.


"Apa tujuanmu menyerang naga itu?" tanya Sakaru sembari mencekik Elves yang ditangkapnya.


"Ma-manusia ti-tidak pantas mengetahui rencana suci kami. Lord pasti akan membalasmu jika kau berani membunuhku."


"Oh, sesuai dengan permintaanmu." *Slash


Tanpa pikir panjang Sakaru menebas leher Elves itu. Karena Elves telah terbunuh, para monster dengan sukarela bersedia menyerah dan meletakan senjata mereka.


"Mau sampai kapan kamu duduk disitu, Lilim..." ucap Sakaru dengan geram lalu menyerang ujung tebing itu menggunakan Slash the moon.


"Aaaaaa..." *teriak Lilim.


Bruk...


Tubuh Lilim menimpa Sakaru...


Bonus scene:


"Woah, kakak sangat kuat sehingga bisa mengalahkan monster itu hanya dengan sekali serang." *menggerak-gerak kakinya sembari memperhatikan Sakaru


"Kakak benar-benar hebat. Bisa menangkap pemimpin mereka hanya dengan satu gerakan."


"Oh, kakak membunuhnya." *Lilim mau sampai kapan kamu duduk disana


"Oh kakak melihat ke arah sini." *melambaikan tangan


Slash... Crak...

__ADS_1


"Aaaaaa..." *menggunakan blink versi mini untuk berpindah ke atas Sakaru


Bruk...


__ADS_2