DragonQuest : OVER•SYSTEM

DragonQuest : OVER•SYSTEM
Chapter 13: Lotus March.


__ADS_3

"Ya, ini saatnya aku mendapatkan hadiah ku. Aku penasaran dengan skill baru apa yang akan kudapatkan nanti." gumamnya senang.


[Menggunakan 1 kartu skill tingkat epic. Mendapatkan skill epic: Black King Rage. Lihat rinciannya disini...]


"Black King Rage? Apa ini semacam skill aktif?" pikir Sakaru.


Black King Rage (Tipe skill aktif):


Melipatgandakan seluruh stat user sebesar 300% selama 10 detik. Cooldown pemakaian 1 jam.


"Ini benar-benar skill yang bagus, walaupun hanya berdurasi 10 detik." *menutup layar


"Bagaimana dengan hadiah yang satunya... hmm..." *meng-klik kotak misterius


[Menggunakan 1 kunci misterius untuk membukanya. Ya/Tidak]


"Ini sungguh sebuah kebetulan. Kalau begitu, buka..." *meng-klik 'Ya'


[Berhasil membuka kotak misterius, mendapatkan skin pedang 'Black Fire'. Lihat rinciannya disini...]


"Sebuah costume pedang, boleh juga."


Costume Black fire sword (skin):


Sebuah pedang yang diselimuti kegelapan, dapat membakar apapun yang disentuhnya.


Efek terbakar:1% Darah/detik.


Efek melambat: 30%


Stat tambahan: +500 vitality, +300 strength, +300 agility, dan +1000 mana.


"Skin pedang ini bagus juga, sangat cocok dengan jubah yang ku pakai ini." *memakai Costume Black Fire sword


"System, tampilkan status saat ini..."


Nama: Sakaru


Health: 150.000/150.000


Mana: 16.000/16.000


Title: Teacher


Level: 60 (110.384/5.000.000)


Job: Master Berpedang Renard


Stamina: 100

__ADS_1


Strength: 1537 (+170 Pedang no mercy +1000 Jubah Renard +300 Costume Black Fire)


Agility: 1543 (+150 Pedang no mercy +1000 Jubah Renard +300 Costume Black Fire)


Vitality: 1578 (+1000 Jubah Renard +500 Costume Black Fire)


Magic def: 360 (+1000% Jubah Renard)


Basic def: 373 (+1000% Jubah Renard)


Physical damage: 1557-1719


Magic damage: 67-72


"Sedikit lebih baik daripada sebelumnya. Baiklah, kembali ke masalah utama. Bagaimana caranya agar bisa pergi menuju ke Saint Haven? Jarak ibukota dari sini berkisar 17.000 km, belum ditambah ada beberapa monster kuat disepanjang perjalanan. Haah..." desah Sakaru tidak bersemangat.


"Kakak, apa ada masalah? Apa hadiah yang kakak dapatkan buruk?" tanya Lilim penasaran.


"Bukan apa-apa." *teringat sesuatu. "Eh.. benar juga. Kita dapat pergi ke kota Saint Haven dengan melalui beberapa kota dan desa."


"Lilim, kalau begitu. Ayok kita segera berangkat sebelum matahari terbenam." ujarnya bersemangat.


"Yaaa..." *kemana?


Sakaru dan Lilim pergi menuju ke desa Lotus March. Dengan melewati hutan Eco Valey, River ruins, Bataco village, dan Kertanto Forest. Sore hari pun telah berlalu dan akhirnya mereka telah sampai ke Lotus March.



"Indahnya, ternyata dari dulu sampai sekarang Lotus March tidak pernah berubah." gumamnya setelah sampai kesana.


"Kakak, apa itu?" tunjuk Lilim ke sebuah patung besar.


"Oh, itu adalah patung archer terhebat di desa ini. Kalau tidak salah, namanya Magenta." jawab Sakaru menanggapi Lilim.


Karena sudah terlalu larut, Sakaru dan Lilim bermalam di desa Lotus March. Keesokan harinya, terdengar adanya keributan dari arah luar, ternyata itu adalah para petualang yang baru saja kembali.


Sakaru yang penasaran pun mengecek keadaan yang terjadi diluar. Lilim yang terbangun karena suara berisik dan melihat Sakaru keluar pun ikut menyusul.


"Hoi-hoi, lihat itu... Para petualang telah kembali."


"Apa kalian berhasil mengalahkan Wyvern itu?" tanya seseorang yang berada dalam kerumunan itu.


Petualang itu tidak membalas pertanyaannya lalu hanya diam membisu disana. Muncul seorang anak elf laki-laki dari balik kerumunan dan mencoba untuk menerobos kerumunan itu.


"Kakak Ardan, ini aku Louis..." teriaknya memanggil manggil nama kakaknya.


Setelah anak itu menerobos kerumunan, dia tidak melihat kakaknya tidak ada bersama dengan para petualang itu.


"Kakak? Kakakku dimana?" ujarnya kepada pemimpin petualang itu.

__ADS_1


"Dia telah mati..." jawabnya dengan tatapan kosong. *Garyen...


Setelah Louis mendengar kata-kata itu, dia memukul Jirah petualang itu lalu berkata...


"Bohong..., KALIAN SEMUA PEMBOHONG. AKU TIDAK INGIN MENDENGAR KATA-KATA ITU. PERTEMUKAN AKU DENGAN KAKAKKU SEKARANG JUGA." *Louis tenang lah, itu pasti hanyalah sebuah candaan. Benarkan, gar-ryen...


Garyen meneteskan air matanya lalu tersungkur ke atas tanah, ia sangat menyesali keputusannya untuk pergi memburu Wyvern itu.


"MAAAFKAN AKU...." *meneteskan air mata "AKU HANYA INGIN MEMBUNUH WYVERN YANG TELAH MENGAMBIL NYAWA KEDUA ORANG TUAKU, TETAPI KINI DIA MENGAMBIL NYAWA SAHABAT TERBAIKKU KENAPAAAA...!!!" teriaknya dengan penuh kesakitan.


"Garyen..."


Sakaru merasa iba dan juga marah setelah mendengar hal itu lalu berinisiatif akan membalaskan dendam kedua elf itu dengan niat membunuh Wyvern.


"Kau, tunjukan di mana Wyvern itu berada sekarang.." ucap Sakaru dengan serius.


"Kau, apa yang akan lakukan jika aku menunjukan jalannya." sahut salah satu petualang itu.


"Tunjukan saja jalannya. Aku berjanji kepadamu akan membunuh Wyvern itu. Jadi..., kuatlah." ucap Sakaru sembari mengulurkan tangannya.


Garyen pun bangkit dan menghapus air matanya itu. Setelah Garyen bangkit, ia mendekati Louis yang menangis lalu berkata...


"Louis, kakakmu itu adalah orang yang sangat baik. Sebelum Ardan pergi, ia menitipkan pesan kepadaku bahwa ia sangat mencintai adiknya Louis. Dia sangat menyesal tidak mengatakan ini sendiri. Tapi satu hal yang pasti Louis.., bahwa Ardan akan selalu berada di hati kita." ucap Garyen menepuk kepala Louis.


"Garyen, kalau begitu... Tuntun jalannya untuk kami."


"Ya."


Sakaru dan Lilim pun berangkat dengan Garyen yang memimpin menuju ke sarang Wyvern. Setibanya mereka di sana, terlihat jejak bekas pertempuran dan tidak terlihat adanya Wyvern disana.


"Kau yakin tempatnya disini Garyen?" tanya Sakaru dengan melihat ke arah sekitar.


"Ya, aku yakin." *melihat ke arah sekitar "Mungkinkah Ardan berhasil melarikan diri?" *berlari ke arah tebing


"Garyen tunggu..." *berlari mengejar


"Hahaha, sudah kuduga kamu berhasil bertahan. Dasar Ardan sialan..." tersenyum setelah melihat ke arah bawah tebing.


Ardan dengan pedang yang tertancap ke dalam dinding tebing bergelantungan dengan sebelah tangan. Garyen segera menarik Ardan ke atas dan bertanya apa yang terjadi.


"Ardan, ternyata kau masih hidup. Apa yang terjadi dengan lengan kirimu, dan bagaimana dengan Wyvern nya?" tanya Garyen menangis memeluk Ardan.


"Sudahlah, itu hanyalah sebuah lengan. Siapa juga kedua manusia ini? Apa jangan-jangan kamu disandera oleh mereka?" ucap spontan Ardan ketika melihat Sakaru dan Lilim.


"Jangan bodoh Ardan. Merekalah yang telah menyelamatkan ku dan juga hidupmu. Tanpa mereka mungkin aku tidak akan berani kembali ke tempat ini." *menepuk dahi Ardan


"Hahaha, begitu ya. Kupikir Garyen yang tegas ini bisa bersikap lembut juga ya."


Ketika mereka berbincang, tiba-tiba muncul serangan es dari Wyvern yang mengarah langsung kepada Garyen namun berhasil ditangkis oleh Sakaru.

__ADS_1


"Kalian pergilah, kembali ke desa terlebih dahulu. Aku akan menepati janjiku padamu saat ini, Garyen." ujar Sakaru mengacungkan pedang bersiap menyerang Wyvern.


Garyen menuruti perkataannya dan membopong Ardan yang sudah terluka parah lalu kembali ke desa Lotus March untuk memberikan Ardan perawatan.


__ADS_2