
Suatu saat di dalam hutan terdapat sebuah bangunan tua mirip kastil yang tak berpenghuni namun,siapa sangka ternyata kastil tersebut adalah kastil milik bangsa drakula.
"Ayah..." terdengar suara anak perempuan memanggil ayahnya.
"Ada apa putriku" tanya sang ayah pada putrinya.
"Em,aku ingin sekolah di tempat manusia" katanya yang jelas mengejutkan sang ayah.
"Jangan putriku,kenapa kamu tiba-tiba meminta sekolah di tempat manusia?"
"Gak kenapa-kenapa sih,tapi kayaknya sekolah di tempat manusia itu seru banget"
"Tapi kamu ini drakula, putriku"
"Tapi ayah,di dalam tubuhku juga ada darah manusia,jadi aku tidak perlu khawatir jika terkena panas matahari dan aku juga bisa makan makanan manusia"
"Tapi kamu juga perlu minum darah manusia kadang-kadang"
"Ya kan cuma kadang-kadang"
"Tapi putriku..." belum sempat melanjutkan kata-katanya putrinya yang tak lain bernama Tasya langsung kembali berbicara.
"Kalo emang ayah gak mau ngizinin aku sekolah di tempat manusia,aku bakalan pergi dari kastil dan gak akan pulang"
"Gak mungkin,kamu gak mungkin berani,Tasya" ledek ayah Tasya
"Oh,jadi ayah pikir aku gak berani.Oke,aku buktiin malam ini" kata Tasya yang kemudian pergi menuju kamarnya.
"Silahkan" karena ayah Tasya tidak percaya apa yang diucapkan oleh Tasya,maka iya dengan mudahnya berkata seperti itu.
Di dalam kamar Tasya
"Gue harus pergi malam ini,emang ayah pikir gue bercanda apa sama kata-kata gue"
Tasya berencana untuk pergi dari kastil malam ini,dan jika ayahnya belum mengizinkannya untuk sekolah di tempat manusia maka ia belum akan pulang.
"Gue pengen sekolah di tempat manusia itu karena gue liat sekolah di tempat manusia itu seru banget"
#Flashback on#
Tasya sedang berjalan-jalan di hutan untuk mencari hewan buruan dan Tasya melihat ada beberapa tenda di dalam hutan.
"Tenda siapa itu,apa ada orang lain disini selain gue" kata Tasya sambil mendekat ke arah pohon besar untuk mengintai tenda-tenda tersebut.
Tasya melihat banyak anak-anak seumuran dengannya sedang melakukan berbagai aktivitas.Ada yang membakar ikan, bermain gitar,bernyanyi,dan lain-lain.
Tiba-tiba Tasya dikejutkan oleh suara laki-laki dibelakangnya.
"Siapa loe dan ngapain loe di sini ?"
"Em-e..gu gue" Tasya bingun akan menjawab apa.
"Oh,gue tau.Loe orang rimba ya"
"Hah" mata Tasya membulat karena di sebut orang rimba walaupun sebenarnya dia memang tinggal di dalam rimba.
"Enak aja ngomong gue orang rimba"
"Terus loe ngapain dong di sini ?"
"Gu-gue lagi cam camping di sini" kata Tasya beralasan.
"Loe orangnya gagap ya ?"
"Hah,loe siapa sih sebenernya.Tiba-tiba Dateng langsung ngejek gue"
"Ngejek ?"
"Loe itu orang o on apa gimana sih, jelas-jelas loe dateng langsung ngambil kesimpulan kalo gue orang rimba dan terus loe juga ngomong kalo gue itu orangnya gagap"
"Abisnya loe tadi ngomong gagap mulu sih" ia mejawab tanpa rasa bersalah.
Tasya pun hanya menghela napas kasar.
__ADS_1
"Huh, ya udah deh.Sekarang gue mau nanya sama loe"
"Nanya apa ?"
Tasya menunjuk tenda-tenda yang ada jauh di depannya."Siapa mereka"
"Mereka temen-temen gue"
"Temen ?"
"Iya,jadi sekolah kita itu lagi ngadain camping di hutan ini"
"O ooh" Tasya hanya ber oh ria mendengar penjelasannya.
"Ya udah gue mau gabung sama mereka dulu" laki-laki itu langsung meninggalkan Tasya begitu saja.
Setelah kepergian laki-laki itu Tasya langsung melesat kembali ke kastil.Hanya dalam sekejap mata dia sudah tidak ada di tempatnya.
"Oh ya,loe mau gabung gak sama kita" laki-laki itu membalikkan badannya namun Tasya sudah tidak ada di tempat yang tadi.
"Kenama perginya tuh cewe,apa tadi gue cuma halusinasi aja.Ah gak mungkin cuma halusinasi deh kayaknya orang jelas-jelas tadi dia emang ada di situ tapi emang gue gak liat wajahnya dengan jelas si akibat kurangnya cahaya di tempat tadi"
Saat sedang mencari-cari Tasya dia dikejutkan oleh panggilan seorang temannya.
"Woi,Ren.Sini ngapain si disitu"
"Oh iya,gue ke situ"
#Flashback off#
Sejak saat itu Tasya menjadi ingin sekolah di tempat manusia.
"Gue harus pergi dari kastil sekarang"
Akhirnya Tasya kabur lewat jendela dan dilanjutkan dengan mengendap-endap keluar dari kastil tanpa diketahui oleh penjaga.
_______
Sekarang Tasya sudah berhasil keluar dari kastil.
Tasya melanjutkan jalan-jalan di dalam hutan.Tanpa disadari ternyata Tasya diikuti oleh sesosok drakula jahat yamg ingin mengambil darah Tasya karena di dalam diri Tasya masih ada darah manusia.
"Manusia" kata drakula itu yang tak lain bernama Varnos.
Semakin lama drakula itu semakin mendekat kearah Tasya,sampai akhirnya Tasya curiga ada yang mengikutinya.
____Dalam Kastil_____
"Tasya" panggil ayah Tasya.
"Tasya putriku"
Akhirnya ayah Tasya masuk ke kamar Tasya.Ayah Tasya terkejut karena Tasya tidak ada di kamarnya.
"Tasya tidak ada di kamarnya"kata ayah Tasya."Panji,Sandi,Meli,Ricki"
Empat orang langsung datang menemui ayah Tasya.
"Ada apa,tuan" tanya Panji.
"Tasya tidak ada di kamarnya" jelas ayah Tasya.
"Apa Tasya tidak mengatakan apa-apa sebelum pergi,tuan" tanya Ricki.
"Sebenarnya tadi sore Tasya itu meminta disekolahkan di tempat manusia dan jika saya tidak izinkan maka dia akan pergi dari kastil,saya pikir dia cuma main-main dengan ucapannya.Tapi ternyata dia benar-benar pegi"
"Itu artinya sekarang Tasya sudah ada di luar kastil" kata Sandi.
"Ini bahaya,bisa saja dia akan celaka jika keluar dari kastil" sambung Meli.
"Iya benar,apa lagi di dalam diri Tasya masih ada darah manusia yang bisa saja akan diincar oleh para drakula yang tidak tau kalau Tasya adalah anak Tuan Arka"
(Sekarang ayah Tasya aku ganti jadi Tuan Arka)
__ADS_1
"Kalau begitu cepat kalian cari Tasya" kata Tuan Arka.
"Siap"
Serempak mereka pun melesat pergi ke hutan.Sedangkan di dalam hutan Tasya masih diikuti oleh drakula yang mengincar darah Tasya.
"Siapa yang yang ngikutin gue dari tadi,oh gue tau pasti ini antara Panji,Sandi,Meli,ataupun Ricki" Tasya menduga yang mengikutinya adalah Panji,Sandi,Meli,dan Ricki.
Tasya pun teringat sesuatu.
"Eh,tapi kan mereka gak tau kalo gue kabur.Terus siapa yang ngikutin gue ?"
Seketika Tasya menghadap ke belakang dan ternyata Varnos yang mengikuti Tasya sudah ada di hadapannya.
"Aaa..." Tasya kaget dan langsung menjerit.
Ternyata jeritan Tasya terdengar oleh Panji, Sandi, Meli, dan, Ricki.
"Dengar,itu seperti suara Tasya" kata Ricki
"Benar,itu suara Tasya" timpal Meli.
"Kalo gitu,ayo cepat kita kesana" ucap Panji.
Semua menganggukkan kepala dan secara serempak mereka pun melesat ke tempat Tasya.
__________
Sesampainya di sana mereka melihat ada drakula yang akan mencelakai Tasya.Secepat kedipan mata mereka melesat ke depan Tasya untuk melindungi Tasya.
"Siapa kalian,ini manusia punya gue jangan kalian rebut atau kalian akan mati di tangan gue" kata Varnos
"Harusnya kita yang nanya siapa loe, berani-beraninya mau mencelakai Tasya"
"Manusia adalah makanan bagi gue,jadi gue gak akan menyia-nyiakannya karena dia sudah berani datang ke hutan ini"
"Dia ini anak Tuan Arka,kalo loe mau nyelakain Tasya loe bakal berurusan dengan Tuan Arka"
"Gue gak percaya,dia ini manusia sedangkan Tuan Arka adalah drakula,mana mungkin Tuan Arka memiliki anak seorang manusia"
Varnos akan menyerang mereka tapi tiba-tiba datang seseorang dan memegang baju bagian belakang Varnos.
"Siapa yang berani ngehalangin gue" Varnos memutar badannya untuk melihat siapa yang memegangnya.Seketika ia langsung lemas dan terjatuh ke tanah.
Tasya
Panji
Sandi
Meli
Ricki
_____________________________________________
**Gimana ceritanya?
Ini novel pertama ku jadi agak kurang bagus penulisannya.
Kalo suka jangan lupa like,komen,dan kasih hadiah buat author ya.hehehe... :v
See you next chapter 😙👋**
__ADS_1
_____________________________________________