Drakula Istimewa

Drakula Istimewa
Chapter 5


__ADS_3

Sebelumnya saya selaku author minta maaf karena sudah lama tidak update.Author tidak update karena salah satunya karena kuota habis dan masih banyak hal lagi.Seperti banyaknya tugas dari sekolah.


Ya sudah kalau begitu…


**Selamat membaca**


________________________________________


Tapi tiba-tiba seseorang datang."Panji,Sandi,Meli,Ricki kalian sedang apa".


Orang itupun semakin dekat dengan mereka berlima.


"Gawat,Pak Hamdan mendekati kita".Iya orang itu tak lain adalah Pak Hamdan.


"Ada apa ini?"tanya Pak Hamdan.


"Ii-ini pak ta-Tasya pingsang"


"Kenapa bisa seperti ini,ayo cepat bawa Tasya ke UKS"


"Baik pak"


Panji mengendong Tasya ala bridal style ke UKS diikuti oleh lainnya.


***


UKS


Tasya ditidurkan di tempat tidur oleh Panji.Setelah itu Panji, Sandi, Meli, dan Ricki keluar dari ruang UKS sehingga hanya menyisakan Pak Hamdan dan Tasya di dalam ruangan itu (jangan mikir macem-macem ya…hehe…).


***


Luar Ruang UKS


"Apa Tasya akan diperiksa oleh dokter?"tanya Panji.


"Sepertinya begitu"


"Gawat,jika Tasya diperiksa maka,detak jantungnya tidak akan normal"ujar Sandi.


"Dan apalagi jika sampai dibawa ke rumah sakit"tambah Ricki.


"Kalian semua benar tapi, akan lebih gawat lagi jika kita membawa Tasya pulang dalam keadaan pingsang"


Tiba-tiba Pak Hamdan keluar dari ruang UKS."Kalian jaga Tasya di dalam,pak guru akan memanggil dokter sebentar"


"Gawat, Pak Hamdan benar-benar akan memanggil dokter"batin Meli.


"Oke,tenang Panji.Tasya pasti akan baik-baik saja,huhf…"batin Panji sambil menenangkan dirinya.


"Baik pak,kami akan menjaga Tasya dengan baik"kata Panji.


"Baik kalau begitu,saya pergi dulu"


"Iya pak,silakan"


akhirnya mereka berempat masuk ke ruang UKS.


***

__ADS_1


Ruang UKS


"Apa Tasya akan baik-baik saja?"tanya Meli saat melihat keadaan Tasya.


"Sepertinya Tasya akan tidak sadarkan diri dalam beberapa saat"jawab Sandi.


"Tapi sampai kapan,apa kita akan membawa Tasya pulang dalam keadaan seperti ini.Bagaimana jika Tuan Arka marah besar karena kita tidak becus dalam menjalankan tugas untuk menjaga anak satu-satunya"kata Meli yang mulai khawatir.


"Tenang Meli,Tasya pasti akan baik-baik saja,karena Tasya adalah anak yang kuat"kata Ricki mencoba untuk menenangkan Meli.


***


Beberapa saat kemudian Pak Hamdan kembali sambil membawa seorang dokter perempuan.


"Dok, tolong cepat periksa murid saya dengan benar,dok"kata Pak Hamdan khawatir dengan kondisi Tasya yang semakin memucat seperti tidak ada darah di dalam dirinya dan juga dimana Tasya merupakan murid baru namun,sudah mendapatkan masalah di hari pertamanya,itu akan membuat kesan buruk pada sekolah itu sendiri.


"Baik pak,saya akan usahakan semampu saya,pak"jawab dokter tersebut.


Dokter itu mengeluarkan sebuat alat untuk memeriksa detak jantung Tasya terlebih dahulu."Semuanya,saya akan mengecek keadaannya dulu ya"


"Si-sil-silakan dok"kata Panji.


Saat Tasya akan diperiksa waktu seakan berhenti.Keempat drakula itupun memikirkan sesuatu yang sama,yaitu dimana walaupun Tasya masih setengah manusia yang berarti masih memiliki jantung,namun detakannya tidak akan normal seperti manusia pada umumnya.


Dokter itupun selesai memeriksa keadaan Tasya.


"Bagaimana kondisinya,dok?"tanya Pak Hamdan.


"Kulitnya pucat seperti kehabisan darah dan juga suhu badannya sangat dingin jika dibandingkan dengan orang pada umumnya dan juga…"


"Juga apa,dok?"tanya Pak Hamdan lagi.


"Hah,tidak normal,dok"seru Pak Hamdan.


Pak Hamdan menghadap ke arah Panji,Sandi,Meli,dan Ricki kemudian berkata,"Apa kalian tahu apa yang sebenarnya terjadi pada Tasya waktu itu?"


"I-itu pak,se-sebenarnya Tasya memiliki sebuah penyakit,pak"kata Ricki mencoba mencari alasan yang logis layaknya manusia biasa.


"Penyakit?"


"Iya pak"


"Memangnya penyakit apa?"


"Eemm...itu...lemah jantung,pak"


"Lemah jantung?"


"I-iya pak,lemah jantung"


"Kalau begitu,apa perlu kita membawanya ke rumah sakit?"


"Tidak perlu,pak"


"Loh,kenapa?"


"Ka-karena ini sudah biasa,pak"


"Sudah biasa?"

__ADS_1


"Iya pak, sebenarnya di rumah Tasya juga sering kali begini,pak"


"Oh,begitu"


"Iya pak,jadi Tasya tidak perlu dibawa ke rumah sakit"


"Oke kalau begitu.Tasya tidak perlu dibawa ke rumah sakit tapi..."


"Tapi apa,pak"


"Meli,kamu harus menjaga Tasya di sini sampai Tasya pulih kembali"


"Baik pak"


"Dan kalian bertiga yang laki-laki kembali ke kelas,karena ini sudah hampir masuk"


"Iya pak"


"Kalau begitu,Bu dokter mari saya antar keluar"


"Iya pak,mari"


Pak Hamdan beserta Bu dokter itupun keluar dari ruang UKS.


"Untung saja kita cepat mencari alasan"


"Iya jika tidak, entah apa yang akan terjadi nanti"


"Sekarang.Meli,jaga Tasya sampai Tasya sadar"


"Tentu,dan lebih baik kalian cepat ke kelas"


"Kalau begitu,kita pergi"


"Hmm"Meli hanya membalasnya dengan singkat.


Ketiga drakula laki-laki itupun keluar dari ruang UKS untuk kembali ke kelas mereka.


***


Beberapa saat kemudian bel masuk kelas berbunyi namun,Tasyabmasik tak kunjung bangun.Sedangkan Meli,dia sedang duduk di sebuah bangku untuk menjaga Tasya.


"Kapan Tasya akan bangun"gumam Meli.


-Tasya


"Haha...rasain kalian.Salah siapa ngikutin gue, sekarang gue kerjain baru mampus kan,kalian.Masa kalian gak tau kalo gua gak bakal mempan sama jurus kecil milik kalian itu"batin Tasya yang ternyata hanya berpura-pura pingsang semenjak tadi.


Tasya sangat senang dapat mengerjai mereka semua bahkan, sampai seorang guru pun ikut terkena jebakan sandiwara Tasya.


__________________________________


**Oke,sampai segini dulu ya guys.


Jangan lupa like ya.


Maaf kalo banyak kesalahan dalam menulis,karena author masih pemula.


See you nex chapter 😙**

__ADS_1


___________________________________


__ADS_2