
Semuanya membereskan buku mereka masing-masing.
Setelah Bu Mia keluar kelas,anak-anak pun juga keluar kelas.
Tasya lebih dulu keluar dari kelasnya sebelum Panji,Sandi,Meli,dan Ricki.
Sampai di depan kelas tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Woy"seorang anak laki-laki yang sedang duduk di bangku depan kelas memanggil Tasya.Namun, sepertinya dia bukan anak dari kelas Tasya.
"Loe manggil siapa sih?"balas Tasya sambil menengok anak tadi.
"Ya gue manggil loe lah,siapa lagi coba"katanya sambil berdiri dan mendekat ke arah Tasya sehingga jarak mereka sekarang sudah tidak lebih dari satu meter.
"Ren,gue itu punya nama dan nama gue bukan 'woi' "Tasya menatap mata anak tadi yang tidak lain adalah Rendi dari kelas 11-B sedangkan Tasya sendiri berada di kelas 11-C.
"Kalo dilihat dari deket dia cantik juga ,ya"batin Rendi.
"Woi,malah bengon"seru Tasya sambil mengibaskan tangannya di depan wajah Rendi.
Rendi pun jadi gugup dan berkata,"Em..ki-kita jadi lomba lari gak?"
"Aduh..kok gue malah jadi gini sih"Rendi membatin dengan terus mencoba menenangkan dirinya.
"Jadi kok"
"Oke,kita ke lapangan sekarang"Rendi menarik tangan Tasya namun,Tasya langsung melepaskan tangannya.
"So-sory gu-gue gak sengaja"Rendi meminta maaf karena telah menarik tangan Tasya.
"Gapapa kok"
"Hm..ma..ka..sih"untuk pertama kalinya Rendi mengucapkan kata terima kasih selain kepada orang tuanya.
"Iya,tapi kok loe kenapa kaku banget sih ngomong 'makasih'nya"
"Gapapa kok"karena merasa bingung harus memberikan alasan apa akhirnya Rendi mengalihkan topik pembicaraannya.
"Kita jadi gak sih sebenernya mau lomba lari"
__ADS_1
"Jadi dong"
"Ya ayo ke lapangan"
"Tunggu dulu"Tasya menghentikan langkah Rendi saat Rendi akan pergi(tapi tangan Rendi gak di pegang sama Tasya).
"Apaan lagi sih?"
"Gue mau ganti baju dulu lah,masa gue mau lomba lari pake rok mini gini"
"Hm..iya juga ya.Ya udah sana,gih"
"Iya sih,bawel"Tasya melangkah menuju ruang ganti.
Kebetulan hari ini kelas 11-C juga ada pelajaran olahraga saat pelajaran kedua tadi jadi,Tasya membawa baju olahraga nya.
"Gue tunggu loe di lapangan"teriak Rendi.
"Iya"balas Tasya.
***
Rendi duduk di rerumputan sambil mencabuti rumputnya.
"Baru kali ini ada cewe kalo ketemu gue malah marah-marah,biasanya kalo ada cewe-cewe lain ketemu gue langsung ada yang minta foto sama ngomong'kamu ganteng banget sih,Ren' tapi kali ini malah beda banget"
"Woi,gue udah siap nih"kata Tasya yang tiba-tiba datang.
"Oh,iya"Rendi berdiri menghampiri Tasya yang ada di empat meter depannya.
"Ngapain loe tadi ngelamun"
"Enggak,siapa juga yang ngelamun"
"Masa sih,gue kira loe lagi mikirin gue"
Rendi menjadi gugup karena tebakan Tasya yang benar kemudian mengalihkan topik pembicaraannya.
"Ja-jadi lomba lari apa nggak nih"
__ADS_1
"Jadi,ya udah cepetan pemanasan dulu,gih"
"Gak usah pake pemanasan"
"Kesleo baru tau rasa loe"Tasya masih terus melakukan pemanasan.
Rendi memutar bola mata malasnya.
"Cepetan mulai"
"Oke,sekarang udah siap"
"Oke"
"Mau mulai dari mana"
"Kita mulai dari sini aja"
"Sampai mana lintasannya"
"Muter lapangan sekali aja"
"Oke"
Mereka mulai mengambil posisi masing-masing dan menghitung secara bersamaan,"Satu,dua,tiga"
Mereka berdua berlari secepat yang mereka bisa.
Semua berjalan dengan normal pada awalnya namun,tiba-tiba.
"Akh.."
_______________________________________
Oke hari ini Auhtor up segini dulu ya.
See you next chapter 🤗
________________________________________
__ADS_1