
Sebelumnya Author minta maaf karena gak bisa update beberapa waktu lalu.Ini dikarenakan Hp Author rusak jadi gak bisa update tapi,sekarang hpnya udah bener.Alasan kedua yaitu karena Author gak punya kuota dan juga Author bingung mau kaya apa jalan ceritanya karena cerita yang Author tulis di sini berbeda dengan yang sudah Author tulis di buku Author sendiri.
_____________________________________________
"Haha...rasain kalian.Salah siapa ngikutin gue, sekarang gue kerjain baru mampus kan,kalian.Masa kalian gak tau kalo gua gak bakal mempan sama jurus kecil milik kalian itu"batin Tasya yang ternyata hanya berpura-pura pingsang semenjak tadi.
Tasya sangat senang dapat mengerjai mereka semua bahkan, sampai seorang guru pun ikut terkena jebakan sandiwara Tasya.
"Hm..apa sebaiknya gue pura-pura sadar aja sekarang ya.Abisnya pegel juga kepala gue lama-lama tiduran mulu dari tadi"Tasya membatin sambil sesekali melirik Meli yang sedang duduk di sampingnya sambil membaca sebuah majalah yang memang sejak dari tadi sudah ada di meja samping tempat tidur Tasya.
"Me-Meli"akhirnya Tasya memutuskan untuk berpura-pura jika dia baru saja sadar dari pingsannya.
"Tasya kamu sudah sadar?"Meli senang karena Tasya sudah sadar dari pingsannya (pingsan pura-pura maksud Author)
"I-iya emang gue kenapa?"sandiwara Tasya memang bagus jadi Meli sama sekali tidak mengetahui kalau sebenarnya Tasya hanya sedang ber akting.
"Itu.."
"Akh.."
Belum sempat Meli melanjutkan perkataannya tiba-tiba Tasya berteriak kesakitan sambil memegang dadanya.(hayo loh..jangan mikir macem-macem ya hehe :v )
"Tasya kamu kenapa?"Meli panik karena tiba-tiba Tasya berteriak.
Tasya tidak menjawab namun dia sedikit tersenyum dan dapat terlihat dua gigi rungcing muncul di mulut Tasya.
"Akh..apa ini sudah saatnya"batin Tasya.
"Ta-Tasya"Meli yang panik pun tidak dapat berpikir jernih.
"Akh.."Tasya berteriak sambil berlari melesat ke luar UKS kemudian melesat ke area luar lingkungan sekolah.
Sedangkan di sisi Meli juga tidak sempat bereaksi saat Tasya secara tiba-tiba melesat meninggalkan dirinya(Meli).
Akhirnya Meli kembali ke kelas karena dia(Meli) tahu jika saat ini Tasya sedang memerlukan darah manusia dan juga Meli tau jika Tasya tidak mungkin sembarangan mencari mangsanya.
Di sisi lain Tasya sedang bediri di hadapan seorang pria berbadan besar yang memiliki tampang seperti preman namun,saat ini dia(pria itu) sedang ketakutan melihat Tasya.
"Si-siapa loe? kenapa gue bisa ada di sini?"
Tasya tidak menjawab namun,dia semakin berjalan mau menuju ke arah pria tadi.
__ADS_1
Flash back on
Setelah Tasya keluar dari area sekolah dia langsung melesat ke arah tempat yang sepi.
Akhirnya Tasya sampai di tempat jalan gang yang sepi.Tasya bersembunyi di balik sebuah pohon sambil melihat ke depan.Disana Tasya melihat ada seorang perempuan yang sedang dihadang oleh seorang pria berbadan besar yang memiliki tampang seperti preman itu.
"Ja-jangan mendekat"kata si perempuan.
Si pria tetap mendekat ke arah si wanita sambil terus menatap si perempuan.
"Ja-jangan mendekat,pergi.Tolong,tolong,tolong"si perempuan terus berteriak namun,tak ada yang menolongnya karena gang yang memang sedang sepi saat itu.Sampai sesuatu dengan cepat membawa si pria pergi dari hadapan si perempuan.
Si perempuan kaget dengan kejadian itu pun langsung pergi meninggalkan tempat itu.
Sedangkan seseorang yang tadi membawa membawa si pria tadi tidak lain adalah Tasya yang sedang mencari mangsa.
Bruk
"Akh.."
Tasya melempar orang itu sampai membentur tembok pagar belakang sebuah rumah yang sepi.
"Ja-jangan mendekat"si pria berusaha menjauh dari Tasya dalam keadaan yang masih terduduk di tanah.
"Ck"Tasya tak mempedulikan itu dan hanya menatap sinis si pria.
"Hahaha.. sekarang loe tau gimana perasaan cewe yang tadi mau loe celakain kan"Tasya menyeringai memperlihatkan taringnya.
"Dra-drakula"teriak si pria.
"Hahaha.."
GREP
Tasya menangkap pundak si pria dan segera menggigit leher si pria kemudian meminum darah si pria samapai kering tak tersisa.
***
Tasya membersihkan sisa darah setelah selesai meminum darah si pria.
Secara perlahan taring Tasya menghilang.
__ADS_1
"Hm..darahnya sangat enak"kata Tasya.
"Sebaiknya gue kembali ke sekolah"
Tasya langsung melesat untuk kembali ke sekolah.
***
Di sekolah saat tadi Meli masuk kelas dia langsung di tanyai oleh guru.
"Meli dari mana kamu jam segini baru masuk kelas"tanya Bu Mia yang memang tidak tau kejadian tentang Tasya.
"Saya dari toilet,Bu"jawab Meli dengan wajah datarnya.
"Oh,baiklah kalau begitu sekarang kamu duduk di tempat duduk kamu"
"Baik,Bu"
Meli duduk namun ada tiga orang yang menatap meli dengan tatapan penasaran.Seakan maksud dengan tatapan mereka akhirnya Meli berbicara melewati kontak batin dengan mereka,siapa lagi kalau bukan Panji,Sandi,dan Ricki.
"Tasya pergi mencari mangsa"kata Meli melewati kontak batin dengan mereka tanpa menengok ke arah lawan bicaranya.
Seketika ketiganya mengangguk paham setelah mendengar suara Meli di kepala mereka.
"Oke,sekarang kita lanjutkan pelajaran kita tadi"kata Bu Mia.
***
Di sisi lain Tasya sudah sampai depan ruang UKS karena Tasya mengira mungkin Meli masih ada di situ tapi, ternyata orang yang dia cari sudah tidak ada di sana lagi.
"Apa Meli kembali ke kelas?"batin Tasya yang kemudia dia langsung berjalan santai menuju kelasnya.
Sampai di depan kelas Tasya melihat jika Meli memang berada di dalam kelas.
___________________________________________
Oke selamat membaca ya teman-teman.Maaf Author cuma bisa up sampe segini dulu.
See you next chapter 🤗
____________________________________________
__ADS_1