Drakula Istimewa

Drakula Istimewa
Chapter 10


__ADS_3

Kemarin author gak jadi up lagi sebab Auhtor memiliki kesibukan tersendiri jadi,maaf ya kawan-kawan


_____________________________________________


"To-tolong" hanya kata itu yang terucap dari mulut Rendi sebelum akhirnya dia pingsang karena tak sanggup menahan rasa sakit.Namun, sebelum pingsan Rendi sempat bergumam.


"Apa ini akhir dari hidup gue"


Orang-orang disekitar tempat kejadian mengerubungi Rendi tanpa ada niat ingin menolong sebelum pada akhirnya ada seorang gadis cantik bersama empat orang lainnya memaksa menerobos kerumunan.


"Permisi permisi" gadis cantik itu menerobos dan membalik tubuh Rendi dari posisi tengkurapnya.


"RENDI" gadis itu terkejut bukan main.


"Kalian berempat, cepat bantu gue membawa dia masuk ke mobil" empat anak datang dan membantu si gadis membawa Rendi ke mobilnya dan segera mereka menuju rumah sakit terdekat.


***


Di dalam ruang rawat Rendi terbaring lemas di ranjangnya.Di sana ada lima anak yang menjaganya.Empat di antaranya sedang duduk di sofa yang ada di ruangan itu sedangkan si gadis tadi duduk di kursi samping ranjang Rendi.


"Ren, loe kenapa sih?" gadis itu terlihat cemas sambil memegang tangan Rendi.


"Ren, dengerin gue.Walau pun kita baru ketemu hari ini tapi,gue tau kalo loe itu anak yang kuat jadi, loe bangun ya..gue nungguin koe di sini"


"Tasya, sebaiknya kita pulang sekarang"


Ya, mereka berlima adalah Tasya bersama rekan-rekannya.


"Benar Tasya, Tuan Arka pasti sudah menunggu kita" tambah Sandi.

__ADS_1


"Nggak! kalian pulang aja dulu, gue mau nungguin Rendi di sini sampe dia sadar" Tasya masih terus memegang tangan Rendi.


"Tapi Tasya, Tuan Arka bisa marah jika kami pulang tanpa kamu"


"Tasya ayolah sebaiknya kita pulang"


"Gue bilang nggak ya nggak"


"Em..Taysa sebaiknya beri tahu keluarga dia saja supaya mereka datang kesini menggantikan kita untuk menjaganya"


Mereka masih saja terus berdebat untuk membujuk Tasya agar mau pulang, karena hari memang sudah hampir petang.


***


Setelah beberapa saat kemudian Tasya yang bosan berdebat akhirnya mendekat ke arah Panji,Sandi,Meli,dan Ricki.


"Kalo kalian mau pulang ya pulang aja sana, karena gue masih mau nungguin Rendi sampe dia sadar"


"Nggak ada tapi-tapian dan kalo kalian udah sampe rumah bilang sama ayah kalo gue masih ada urusan"


Setelah berkata demikian Tasya kembali duduk di kursi yang dekat dengan tempat tidur Rendi.


"....."


"....."


Suasana menjadi hening ketika mereka telah mendengar apa yang dikatakan oleh Tasya.


"Baiklah, kami akan pulang terlebih dulu" akhirnya Panji angkat bicara setelah beberapa saat diam.

__ADS_1


"Panji, loe ngomong apa sih"


"Iya Panji, kita harus pulang bersama dengan Tasya"


"Tapi Panji ada benernya juga, sebaiknya kita pulang dulu dan laporkan kepada Tuan Arka soal ini"


"Ricki, loe kok jadi bela Panji, sih"


"Sebab kali kita terus di sini dan gak ada yang pulang untuk melaporkan hal ini justru Tuan Arka akan semakin marah"


"Em..baiklah kalau begitu, kami pulang dulu, Tasya"


Tasya hanya menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya tanpa menoleh sedikitpun ke arah mereka.


Setelah berpamitan dengan Tasya, mereka berempat segera meninggalkan ruangan tersebut dan membiarkan Tasya untuk menjaga Rendi sampai dia sadar.


***


Setelah kepergian Panji,Sandi,Meli,dan Ricki, Tasya kembali memegang tangan Rendi sambil menatapnya penuh dengan kecemasan.


"Ren, loe harus cepet sembuh ya"


Setelah beberapa saat,Tasya mulai bosan karena terus menjaga Rendi sehingga secara tidak sadar Tasya menidurkan kepalanya dan akhirnya memejamkan matanya.


***


Beberapa saat setelah Tasya tertidur ada jari-jari tangan Rendi nampak bergerak.


"Ta-Tasya"

__ADS_1


____________________________________________


SEE YOU NEXT CHAPTER 🤗


__ADS_2