Drakula Istimewa

Drakula Istimewa
Chapter 9


__ADS_3

Mereka berdua berlari secepat yang mereka bisa.


Semua berjalan dengan normal pada awalnya namun,tiba-tiba.


"Akh.." sebuah suara teriak kesakitan terdengar dari arah Rendi sehingga secara reflek Tasya langsung menghadap dan menghampiri Rendi yang berada sekitar dua meter di belakangnya.


"Loe kenapa?" tanya Tasya yang melihat Rendi jatuh terduduk di tanah.


"Loe gak liat gue kenapa?" bukannya menjawab Rendi justru bertanya balik kepada Tasya sambil memegangi kakinya yang sepertinya terkilir.


"Iya iya gue liat kok" Tasya memutar bola mata malasnya sembari berjongkok untuk melihat keadaan Rendi.


"Argghhh....." saat Tasya menyentuh kakinya dia justru menjerit kesakitan.


"Loe mau nolong gue apa mau nyakitin sih" Rendi agak berteriak kepada Tasya.


"Ish..loe tuh yang lebay baru dipegang dikit aja langsung teriak"


"Eh, dengerin ya! gue itu gak lebay tapi loe yang gak kira-kira megang kaki gue" tukas Rendi yang tidak mau dikatakan lebay.


"Iya deh" kata Tasya lirih.

__ADS_1


"Loe kalo gak niat nolong mending pergi aja,gih" teriak Rendi.


"Loh kok loe gitu sih, ya udah kalo emang gak mau ditolong ya udah fine, gua pergi.Dan inget ini baik-baik,jangan mentang-mentang loe itu cowo, loe jadi se-enaknya neriakin gue dan nyuruh-nyuruh gue.Sebab gue itu bukan budak loe.Tapi, berkat semua ini sekarang gue sadar kalo loe itu emang gak bisa jadi baik, sebab gue aja yang niat mau nolong loe malah loe suruh pergi.Tapi sebenernya, gue gak bakal tersinggung sih sama loe kalo loe tadi minta gue pergi dengan baik-baik.Tapi,apa yang loe lakuin tadi udah mencerminkan sifat loe yang sebenernya"


"Ya udah gitu aja, gue pergi"


Tasya meninggalkan Rendi yang masih duduk termenung setelah mendengarkan perkataan Tasya tadi.


"Argh..kenapa jadi gini sih tapi, apa iya gue terlalu kasar selama ini sama anak-anak lain ya!"


Rendi akhirnya pergi dari lapangan itu dengan berjalan pincang karena kaki kanannya yang terkilir.


Di sisi Tasya, dia sudah sangat muak dengan sifat yang ditunjukkan oleh Rendi kepada dirinya tadi.Tasya terus berjalan ke arah tempat parkir mobil yang ternyata disana Panji,Sandi,Meli,dan Ricki sudah menunggu dengan sangat lama.


Melihat Tasya yang langsung masuk ke dalam mobil tanpa menjawab pertanyaan tersebut mereka pun akhirnya ikut masuk ke dalam mobil.


"Tasya, apa yang terjadi padamu?" kali ini Ricki yang bertanya.


"Gapapa, ayo pulang" lagi-lagi Tasya tak menjawab apa sebenarnya terjadi dan malah langsung menyuruh pulang.


"Baiklah" Panji segera menancap gas dan langsung melaju.

__ADS_1


***


Saat ini Rendi sedang dalam perjalanan pulang ke rumah dengan menaiki motor sport miliknya.


"Apa selama ini gue salah kalo gue selalu nyuruh temen-temen gue buat ngelakuin apa yang gue mau"batin Rendi.


"Tapi, keliatannya mereka sama sekali gak keberatan"


Karena terus memikirkan perkataan Tasya, Rendi menjadi tidak fukos saat menyetir motornya dan tidak menyadari bahwa sebuah truk besar hilang kendali menuju ke arahnya.


GUBRAAKKK


Rendi dan sepeda motornya tertabrak truk tersebut menyebabkan Rendi terluka cukup parah.


"To-tolong" hanya kata itu yang terucap dari mulut Rendi sebelum akhirnya dia pingsang karena tak sanggup menahan rasa sakit.


_____________________________________________


**Hai, semua.


Kayanya hari ini author cuma bisa up segini dulu deh.Tapi, nanti bakal author usaha in buat bikin satu chapter lagi kalo gak sibuk.

__ADS_1


See you next chapter 🤗**


_____________________________________________


__ADS_2