
Setelah mobil itu di parkiran ada empat orang anak keluar dari mobil itu.Ternyata itu adalah Panji,Sandi l,Meli,dan Ricki.
Mereka pun lanjut berjalan ke arah Tasya.
"Liat tuh dia mau nyamperin gue" kata Lili dengan bangganya.
"Ganteng banget sih" kata Ria.
"Iya ganteng banget" tambah Niken.
"Kok loe biasa-biasa aja sih,Sya ?" tanya Ria.
"Sebab selera dia tuh yang kampungan juga,bukan yang ganteng-ganteng kaya mereka" timpal Lili.
"Gak usah dipikirin deh,liat tuh mereka udah makin deket" kata Niken.
"Mereka pasti mau nyamperin kita deh" ucap Ria yang semakin girang.
"Bener tuh" balas Lili.
Sekarang Panji,Sandi,Meli,dan Ricki pun telah tiba di situ,namun justru mereka malah berjalan ke arah Tasya.
"Hai,Sya" sapa Panji kepada Tasya yang masih duduk di lantai karena jatuh.
"Sini aku bantu" ucap Meli sambil membantu Tasya berdiri.
"Loh kok mereka malah nyamperin si miskin sih" kata Lili yang terkejut.
"Iya Li,harusnya mereka kan nyamperin kita"
"Ya udah kita samperin aja"
***
Lili,Ria,dan Niken pun datang.
"Gak usah sok kecantikan deh loe" kata Lili kepada Tasya.
"Iya,gak usah kecantikan deh" timpal Niken yang membenarkan perkataan Lili.
"Kalian juga ngapain sih nyamperin si miskin yang sok kecantikan ini sih"
"Iya sih,padahal kita-kita ini jelas lebih cantik dari pada dia"
"Iya, kenapa kalian yang ganteng dan kaya malah nyamperin si miskin dan jelek sih"
"Eh,sekali lagi gue denger kalian ngehina Tasya,gue gak bakal maafin kalian" kata Panji yang mulai tersulut emosi.
"Lih gitu sih.Kalian itu ganteng jadi cocoknya sama orang yang cantik juga dong,kaya aku gitu contohnya" kata Lili.
"Oke,kalo kalian masih terus ngehina Tasya gue juga gak bakal maafin kalian bertiga" kata Sandi yang juga sudah semakin emosi.
Melihat mereka yang masih terus berdebat Tasya pun menghentikan mereka.
"Panji,Sandi,udah deh gue gak papa kok.Udah gini aja,kita lebih baik ke kelas sekarang sebelum bel masuk bunyi"
"Maafkan kita Tasya,kita cuma gak terima kamu dihina sama tiga manusia yang gak tau diri itu" kata Panji.
"Iya Tasya,maafin kita" kata Sandi.
Sedangkan Lili,Ria,dan Niken pun sangat terkejut melihat dua cowo ganteng di depannya sangat menurut pada orang yang dianggapnya miskin itu.
"Hey, harusnya kalian minta maafnya sama kita dong" kata Lili.
"Kenapa juga gue harus minta maaf sama orang yang udah ngehina sodara gue hah" kata Sandi.
"Iya kenapa juga kita harus minta maaf sama kalian hah" kata Panji.
"So-sodara" kata Niken yang terkejut.
"Iya kenapa?Tasya memang sodara kita kok" Ricki yang dari tadi diam pun angkat bicara karena sudah bosan dengan perdebatan di depannya.
"Huh..baru aja gue bilangin tapi udah ribut lagi" kata Tasya sambil melangkah pergi dari situ.
Meli dan Ricki yang melihat Tasya pergi pun langsung mengikutinya.Sedangkan Panji dan Sandi masih di situ.
Melihat mereka pergi Sandi dan Panji segera mengakhiri perdebatannya.
"Awas aja loe kalo sampai ngehina Tasya lagi" ancam Panji.
__ADS_1
Setelah berkata seperti itu Panji dan Sandi segere menyusul Tasya.Sedangkan di tempat itu Lili,Ria,dan Niken yang dari tadi diam pun berbicara.
"Li,berarti kita udah gak punya kesempatan lagi buat deketin mereka,sebab mereka udah benci sama kita"
"Iya Ri,ternyata Tasya sodara mereka"
"Hari ini kita apes banget ya.Pertama kita salah hina orang yang ternya sodara si ganteng itu.Kedua kita udah gak punya kesempatan lagi buat deketin mereka sebab mereka udah benci sama kita" kata Lili.
***
Kring...kring...kring...
Suara bel berbunyi tanda masuk.
Semua orang pun masuk setelah mendengar bel berbunyi.
***
Di salah satu ruang kelas
"Selamat pagi anak-anak" sapa Pak Hamdan seorang guru biologi.
"Pagi pak" seru semua anak.
"Hari ini kita kedatangan murid baru, anak-anak"
"Siapa tuh,pak" kata Doni salah satu muridnya Pak Hamdan.
Pak Hamdan hanya menggeleng kan kepala menanggapi perkataan Doni.
"Kalian semua,silakan masuk" kata Pak Hamdan.
Ternyata anak baru itu adalah Tasya,Panji, Sandi, Meli, dan Ricki.
"Silakan kalian perkenalkan diri kalian masing-masing" kata Pak Hamdan lagi.
Tasya,Panji, Sandi, Meli, dan Ricki menganggukkan kepala.
"Hai semua,namaku Tasya" kata Tasya sambil melambaikan tangannya.
"Hai,Tasya" balas semua anak.
"Hai,aku Panji"
"Aku Sandi"
"Hai,Sandi"
"Aku Meli"
"Hai,Meli"
"Aku Ricki"
"Hai Ricki"
Berbeda dengan Tasya yang memperkenalkan diri dengan ceria,sebaliknya Panji,Sandi,Meli,dan Ricki memperkenalkan diri mereka dengan ekspresi wajah yang datar.
"Oke kalian semua sudah memperkenalkan diri masing-masing,kalau begitu.Anak-anak beri mereka lima bangku kosong"
Semua anak berdiri untuk mempersilakan mereka berlima duduk di tempat mereka.
"Hah" lirih Tasya melihat tingkah anak-anak itu.
Sedangkan Panji, Sandi,Meli,dan,Ricki hanya tersenyum tipis.
Terdengar suara ricuh anak-anak mempersilakan tempat duduk mereka.
"Taysa duduk sini"
"Duduk sini aja"
"Meli cantik duduk sini aja"
"Ganteng duduk sini sama aku"
"Duduk di sini deket aku aja"
"Hey hey hey...sudah, bapak hanya minta lima bangku kosong,bukan semuanya.Fikri,Dimas,Aldi,Keisha,Vano kalian pindah di belakang.
__ADS_1
Dimas,Aldi,Keisha,Vano,dan Fikri membawa tas dan buku mereka untuk pindah ke bangku yang ada di belakang.
"Silakan kalian duduk" kata Pak Hamdan.
"Terimakasih,pak" kata Tasya,Meli,Sandi,Panji,dan Ricki yang akhirnya duduk di bangku mereka masing-masing.
"Oke, sekarang kalian buka buku kalian halaman 25"
"Baik pak"
***
kring... kring...kring...
Bel istirahat berbunyi
***
"Kalian berempat mau kemana sekarang" tanya Tasya pada Panji,Sandi,Meli,dan Ricki saat semua anak sudah keluar kelas.
"Emm...gak tau sih,kali kamu mau kemana" kata Meli.
"Gue mau ke kantin"
"Kalo gitu kita ikut kamu ke kantin"
"Ngapain"
"Menemani kamu"
"Gak perlu" kata Tasya kemudian berdiri dan langsung keluar dari kelas menuju kantin.
***
Kantin Sekolah
"Bu saya mau pesan darah" kata Tasya keceplosan.
"Hah darah" seru ibu penjaga kantin.
"Em... maksudnya saya mau pesan jus semangka, semangka itu kan kalo di buat jus kan warnanya merah kaya darah,Bu" alasan Tasya.
"Ooh,baik tunggu sebentar ya,mba"
"Iya Bu"
'Pake keceplosan segala sih gue'
(Note : ngomong sama orang lain kaya orang normal pake ".
: membatin ataupun telepati pake '.)
"Ini mba jusnya"
"Iya Bu,makasih.Oh ya Bu sama mie goreng,saya tunggu di meja sana" kata Tasya sambil menunjuk ke arah salah satu meja di sana dan kemudian berjalan ke meja itu.
Tiba-tiba datang anak laki-laki ke meja Tasya dan menggebrak meja tersebut.
Brakk
"Hey anak curut,pergi loe dari sini,ini tempat duduk gue" kata seorang laki-laki yang bernama Rendi tersebut.
"Hey gue itu bukan anak curut ya" balas Tasya.
"Gue itu anak dra..."
"Apa...apa hah,dra apa"
"Maksud gue,gue itu anak manusia"
Saat pesanan Tasya datang pertengkaran pun berhenti sejenak dan berlanjut lagi.
"Eh disuruh pergi malah makan mie"
"Emangnya loe siapa ngusir-ngusir gue hah"
____________________________________________
**Maaf guys kalo ceritanya jelek๐ soalnya ini novel pertamaku.
__ADS_1
Oke,see you next chapter ๐**
_____________________________________________