
"Siapa yang berani ngehalangin gue" Varnos memutar badannya untuk melihat siapa yang memegangnya.Seketika ia langsung lemas dan terjatuh ke tanah.
"Apa yang akan kamu lakukan pada putriku,Varnos ?" tanya orang itu yang tidak lain adalah Tuan Arka.
"Tu-tuan A-Arka ja-jadi benar itu anak Tuan"
"Iya"
"Saya..." belum sempat melanjutkan kata-katanya Tuan Arka sudah lebih dulu menyela.
"Jangan pernah kamu macam-macam dengan anak saya" bentak Tuan Arka.
"I-iya,ampun tuan"
"Ya sudah,pergi kamu"
Varnos akhirnya pergi lari terbirit-birit karena dia sedang dalam keadaan sangat takut sehat lupa kalau dia sebenarnya bisa menghilang ataupun melesat.
"Tasya,kamu tidak apa-apa kan, putriku" kata Tuan Arka sambil merenggangkan kedua tangannya dan berharap Tasya akan memeluknya.
Tapi ternyata ekspetasi tak seindah kenyataan.Tasya justru melesat menjauhi Panji,Sandi,Ricki,dan Tuan Arka.
"Tasya, kenapa kamu pergi, pulanglah putriku"
Dari kejauhan Tasya pun menjawab.
"Aku gak akan pulang sebelum ayah ngizinin aku buat buat sekolah di tempat manusia"
Di tempat Tuan Arka
"Kalau begitu izinkan saja Tasya untuk sekolah di tempat manusia,tuan" usul Meli.
"Tapi di sana itu berbahaya" jawab Tuan Arka.
"Tapi ini demi kebaikan Tasya,tuan.Jika saja Tasya tidak diizinkan dia akan pergi ke hutan,maka itu akan lebih berbahaya" ucap Panji.
"iya benar,tuan" timpal Sandi.
"Dan Tasya adalah calon penerus Tuan Arka,jadi dia juga harus tau keadaan di luar sana,tuan" tambah Ricki.
"Iya sepertinya kalian semua benar"
"Baiklah putriku,ayah izinkan kamu sekolah di tempat manusia" seru Tuan Arka.
"Apa,gak kedengeran" kata Tasya.
"Ayah izinkan kamu sekolah di tempat manusia"
"Yey"
Tasya langsung melesat ke arah Tuan Arka dan langsung memeluknya."Makasih ayah"
"Iya,tapi kamu harus janji sama ayah untuk tidak lagi kabur dari kastil"
"Iya ayah aku janji" kata Tasya sambil melepaskan pelukannya dan' mengacungkan jari membentuk huruf 'V'.
"Tapi jika kamu mau sekolah di tempat manusia,ayah memiliki sebuah syarat"
"Apa itu ?" tanya Tasya.
"Jika kamu mau sekolah kamu harus ditemani oleh Panji,Sand,Meli,dan Ricki"
__ADS_1
"oke,gak apa-apa sih" jawab Tasya.
"Jadi,besok kalian ber lima akan sekolah di tempat manusia"
"Yey" seru Tasya.
"Dan untuk kalian berempat jaga Tasya sebaik mungkin" kata Tuan Arka sambil melirik Kepa Panji,Sandi,Meli,dan Ricki.
"Siap tuan" jawab mereka ber empat.
"Baiklah sekarang kalian kembali ke kastil"
"Oke ayah"
"Ayo" ajak Tasya kepada Panji, Sandi, Meli, dan Ricki.
Mereka ber lima pun melesat dengan cepat menuju arah kastil.Sedangkan Tuan Arka masih berada di hutan.
"Saya ditinggalkan" kata Tuan Arka sambil mengerutkan keningnya.
Akhirnya Tuan Arka pun ikut melesat menyusul mereka ber lima yang sudah pergi terlebih dahulu.
* * *
Pagi hari
"Yey,hari ini adalah hari pertama gue sekolah di tempat manusia" kata Tasya yang masih duduk di tempat tidur nya."Gue siap-siap dulu ah.."
Setelah beberapa saat kemudian Tasya keluar dari kamarnya menggunakan seragam sekolah SMA miliknya
"Kami sudah siap, putriku" kata Tuan Arka yang sudah di depan kamar Tasya.
"Ya,ayah.Aku udah seratus persen siap"
Karena di panggil oleh Tuan Arka mereka segera mendekat ke arah Tuan Arka dan Tasya.
"Kalian ber empat harus menjaga Tasya saat di sekolah nanti" perintah Tuan Arka.
"Baik tuan,kami akan menjaga Tasya dengan baik"
"Iih ayah,gak perlu berlebihan kaya gitu juga sih"
"Tapi putriku,ini demi kebaikan kamu"
"Ya udah aku berangkat dulu" kata Tasya langsung melesat begitu saja tanpa menunggu jawaban dari ayahnya.
"Ayah sudah siapkan mo.." belum sempat melanjutkan kata-katanya Tasya sudah melesat dengan sangat cepat."Kalian ber empat berangkat naik mobil agar kalian tidak terbakar oleh sinar matahari"
"Baik tuan,kami berangkat"
Tuan Arka melambaikan tangan nya dan akhirnya Panji, Sandi, Meli, dan Ricki pergi dari situ dan berangkat ke sekolah menggunakan mobil sedangkan Tasya berangkat ke sekolah dengan melesat.
Di tempat Tasya
Karena kecepatan Tasya lebih cepat dari pada mobil,maka Tasya sudah sampai lebih dulu di sekolah.
"Gue melesat sampai belakang sekolah aja deh,dari pada nanti ada yang liat malah jadi repot urusannya"
Tasya pun melanjutkan perjalanan menuju sekolah dengan berjalan layaknya manusia biasa.
Saat Tasya berjalan di teras sekolah,Tasya bertemu dengan tiga anak perempuan seumuran dengannya.
__ADS_1
"Woy..." salah satu dari mereka memanggil Tasya.
"Loe manggil siapa sih,gue" kata Tasya menghadap ke arah mereka bertiga.
"Ya iya lah Lili manggil loe,masa manggil tukang bakso" salah satu dari mereka kembali berbicara.
"Eh, ngomong-ngomong loe anak baru ya" kata anak bernama Lili tersebut.
"Iya gue anak baru,kenalin nama gue Tasya" kata Tasya sambil mengulurkan tangannya.
"Gue kenalan sama anak miskin kaya loe,ih gak level"
"Kok loe tau sih kalo dia itu miskin" kata salah satu temannya yang bernama Ria.
"Dia emang miskin kok,tadi pagi aja gue liat dia berangkat ke sekolah jalan kaki" kata Lili.
"Mungkin dia gak miskin Li..." kata Niken salah satu dari mereka juga.
"Terus" ucap Ria.
"Iya dia itu gak miskin tapi cuma gak punya mobil.hahaha..." kata Lili yang kemudian tertawa bersama teman-temannya.
Mendengar itu Tasya hanya tersenyum.
"Ngapain loe senyum-senyum sendiri"
"Mungkin dia punya penyakit jiwa,Li"
Mendengar perkataan Ria mereka bertiga kembali tertawa.
"Kayak nya bukan gue yang gila deh,tapi mereka.Buktinya dari tadi mereka ketawa terus" batin Tasya.
Saat mereka masih asik tertawa,sebuat mobil bermerk Lamborghini memasuki area parkir sekolah.
"Widih...mobil siapa tuh"
"Yang jelas itu bukan mobil si miskin ini nih" kita Lili sambil mendorong Tasya hingga jatuh.
"Iya bener tuh"
Sebenarnya Tasya bisa saja membalasnya tapi Tasya tidak mau menjadi pusat perhatian nantinya.
Setelah mobil itu di parkiran ada empat orang anak keluar dari mobil itu.
______________________
Lili
Ria
Niken
_____________________________________________
**Maaf kalo membosankan 🙏
__ADS_1
See you next chapter 😙**
_____________________________________________