Drakula Istimewa

Drakula Istimewa
Chapter 4


__ADS_3

"Emangnya loe siapa ngusir-ngusir gue hah"


"Ooh...gue tau,loe anak baru di sini ya" kata Rendi sambil meletakan kaki kanannya di kursi.


"Emang kenapa kalo anak baru" ucap Tasya sambil menurunkan kaki Rendi,namun Rendi kembali meletakkan kakinya di kursi.


"Berhubung loe itu anak baru jadi,gue bakal dengan senang hati akan memperkenalkan diri" Rendi pun menurunkan kakinya dari kursi kemudian berdiri tegap sambil membetulkan dasinya.


"Oke" balas Tasya.


"Gue itu ya,anak paling ganteng di sini"


"Hah gak salah,bukannya loe itu anak paling sombong dan paling belagu di sini"


"Loe ngomong apa barusan" seru Rendi sambil mendorong Tasya hingga jatuh.


Tasya pun berdiri sambil berkata,"Ternyata selain sombong dan belagu loe juga cowo lemah".


"Apa loe bilang,gue lemah"


"Iya,loe lemah sebagai cowo.Karena loe kasar sama cewe"


"Ya itu salah loe sendiri"


"Loh kok gue"


"Ya loe lah,loe yang cari masalah sama gue"


"Cih,gak salah tuh.Bukannya loe yang tiba-tiba dateng terus loe pukul meja dan langsung ngusir gue"


"Em-m i-itu...Oke gini aja buat buktiin kalo gue emang jagonya di bidang olahraga kita lomba lari,gimana"


"Oke,siapa takut"


"Oke,nanti setelah pulang sekolah kita ketemuan di lapangan sekolah"


"Oke"


Brakk...

__ADS_1


Rendi kembali memukul meja kemudian pergi entah kemana.


"Gitu dong pergi" kata Tasya yang kemudian melanjutkan makannya.


***


Setelah selesai makan Tasya pergi berjalan-jalan mengelilingi sekolah dan ternyata dia diikuti oleh Panji,Sandi,Meli,dan Ricki.


"Gue pasti menang kalo cuma ngelawan bocah sombong kaya dia" gumam Tasya sambil terus berjalan.


***


Di tempat Panji,Sandi,Meli,dan Ricki


"Sepertinya Tasya akan berlomba lari dengan anak laki-laki itu" kata Meli.


"Iya, sepertinya begitu" balas Sandi.


Ternyata sejak keluar kelas mereka mengikuti Tasya secara diam-diam.


***


Tiba-tiba


Suara Panji menginjak ranting kayu.


***


"Suara apa tuh" kata Tasya sambil berbalik badan.


"Cepat ngumpet" seru Panji yang melihat Tasya akan berbalik.


Walaupun mereka segera mengumpat saat melihat Tasya akan berbalik badan,namun ternyata Tasya masih sempat melihat mereka berempat.


'Oh,jadi mereka ngikutin gue.Gue pura-pura gak tau aja deh' batin Tasya.


***


"Apa Tasya sempat melihat kita" tanya Panji.

__ADS_1


"Sepertinya tidak" balas Sandi.


"Iya, sepertinya Tasya belum sempat melihat kita" sambung Meli.


***


'Gue kerjain mereka' batin Tasya sambil kembali berbalik badan.


Tasya kembali berjalan kemudian berhenti di balik sebuah dinding dan mengintai Panji,Sandi,Meli,dan Ricki.


"Tasya pergi,cepat ikuti Tasya" kata Panji yang tidak tau jika sebenarnya kini Tasya sedang mengintai dirinya dan yang lain.


Panji,Sandi,Meli,dan Ricki pun kembali berjalan,namun sayangnya mereka kehilangan jejak Tasya dan berhenti tepat di samping dinding tempat Tasya mengintai mereka.


'Rencana gue berjalan lancar,mereka beneran berhenti di situ' batin Tasya.


"Kita kehilangan jejak Tasya" kata Ricki.


"Iya, bagaimana ini" balas Sandi.


Tasya pun akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya."Jadi kalian ngikutin gue"


Karena Tasya yang tiba-tiba keluar dari tempat persembunyiannya, membuat mereka berempat reflek mengeluarkan kekuatan mereka secara bersamaan dan mengenai Tasya yang kemudian pingsan.Dan untungnya di tempat itu tidak ada orang lain selain mereka berlima.


"Stop,ini Tasya" kata Panji.


"Tasya"


"Iya benar,ini Taysa"


"Gawat,kita harus cepat bawa Tasya pergi dari sini sebelum ada orang lain yang melihatnya"


Semua menganggukkan kepala dan Panji segera menggendong Tasya layaknya seorang putri kerajaan.


Tapi tiba-tiba seseorang datang."Panji,Sandi,Meli,Ricki kalian sedang apa".


____________________________________________


**Maaf kalo ceritanya gak bagus🙏

__ADS_1


See you next chapter 😙**


____________________________________________


__ADS_2