
Sejak pertemuanku dengan Tiara, aku selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke tokonya dan pastinya juga berinteraksi dengan penduduk desa lainnya.
Anggap saja itu adalah rutinitas baruku saat waktu senggang disetiap hariku.
Keseharian sebagai Marie Violetta Rosettine tidaklah buruk dan bahkan aku bisa beradaptasi dengan lingkungan dan dunia ini dengan baik, meski banyak sekali misteri yang masih belum ku ketahui.
Termaksud dimanakah adikku Lena berada saat ini, telah ku ketahui bahwa dirinya telah kabur dari kerajaan setelah menyintas dari dunia sebelumnya.
Lena Finnestia, dia adalah adik angkatku didunia sebelumnya dan bisa dibilang kami cukup dekat.. bahkan aku mengingat dengan jelas dirinya yang dengan histeris menjerit dan meneriakkan namaku sekencang kencangnya sambil berlari kearahku yang telah berada di penghujung dari kehidupan.
Dan entah apa yang dia pikirkan setelah kejadian itu sampai sampai dirinya juga dapat berada didunia ini.
Aku mengetahui keberadaannya dari pelayan Vishl yang bernama Theta. Yang mana dia adalah murid dari adikku, dia belajar sihir darinya dan mendapatkan nama baru atau nama lain dari Lena yaitu 'Theta Finnestia'.
Dia adalah seorang gadis penjaga dan pelayan yang memiliki akses penuh dan bertanggung jawab atas segala hal yang ada didalam perpustakaan yang amat besar dirumah ini. Theta juga sangat patuh dengan tanggung jawabnya itu, bahkan hingga saat dia sedang tertidur disofa perpustakaan, tepatnya berada di depanku.
"Padahal saat ini tengah berada dimalam hari yang sunyi, dirinya tertidur pulas sambil mengaktifkan sihirnya yang menyala terang..."
Disaat Theta sedang tertidur, aku yang penasaran mendekat ke wajahnya yang sedang tertidur itu..
__ADS_1
"Jika dilihat dengan seksama, wajahnya memang mirip dengan Yuna, tapi kepribadiannya jauh berbeda," ucapku pelan sambil memperhatikan Theta yang tertidur.
Tepat setelah aku mengucapkan itu, Theta dengan perlahan terbangun dan kebingungan. "Nona Marie?" Ucapnya pelan pertama kali setelah terbangun saat melihatku.
"Ahh kamu terbangun... Maaf, aku tidak bermaksud,' jawabku masih belum menjauhkan pandanganku padanya.
Dan pada akhirnya dia benar benar terbangun dan aku kembali menjauhkan pandanganku dari wajahnya.
Namun, saat memundurkan tubuhku yang baru saja bisa menggerakkan kaki, aku tersandung meja dan hampir saja terjatuh..
Hampir... Karena dengan cepat Theta menangkapku...
Karena ini adalah momen satu satunya diriku diperlakukan seperti ini. Biasanya aku yang melakukannya kepada Yuna ataupun Lena saat mereka terjatuh...
Dan kejadian itu membuat Kami berdua sempat saling bertatapan dengan cukup lama.
"Maaf... Tidak, apakah nona Marie tidak kenapa Napa?" Tanya Theta terkejut dan cemas kepadaku.
Secara bersamaan saat Theta mengucapkan itu, dia juga membantuku untuk duduk dengan perlahan.
__ADS_1
"Sungguh memalukan berada diposisi itu, namun aku sangat berterima kasih kepadamu. Sepertinya aku masih tidak bisa benar benar leluasa dalam bergerak..." Jawabku berterima kasih setelahnya.
"Maafkan kelancangan saya," ucap Theta tiba tiba setelah mendengar perkataanku.
"Kelancangan apa yang kamu maksudkan?"
"Saya telah membuat nona Marie berada di situasi seperti itu.."
"Tidak tidak, justru itu adalah kesalahanku sendiri.. justru aku yang ingin minta maaf karena telah membangunkan dirimu."
"Baiklah jika memang seperti yang dipikirkan nona Marie. Tapi, kenapa nona tidak tidur dah malah datang ke perpustakaan?" Tanya terheran.
AkhirnyabTheta bertanya kepadaku dan aku aku telah menunggunya untuk menanyakan hal itu kepadaku.
Karena..
"Aku ingin kamu menjawab dengan jujur dimanakah keberadaan adikku Lena sedang bernaung?!"
Agar misteri tidak semakin menyebar luas begitu saja.
__ADS_1
To be continued.