
3 hari setelah diriku dibuat terkejut dengan apa saja yang terjadi pada pertemuan diperpustakaan rumah Vishl. Pertemuan itu adalah pertemuanku dengan seluruh orang yang tinggal di rumah Vishl... Meski begitu, hanya ada Vishl dan ketujuh pelayannya.
Disaat pertemuan itu, aku dibuat terkejut dan kebingungan dengan apa yang mereka bahas dan pertanyakan, termaksud juga dengan fakta dimana keberadaan dari salah satu teman akrabku dulu, yaitu seseorang yang bernama Vena L. Vinford.
Saat mengetahui keberadaannya aku dengan terpaksa hanya terdiam dan bersikap seolah tidak tahu apapun saat Vishl mengatakan nama Vinford de Vena.. itu adalah nama yang ia pakai didunia ini sebagai seorang petualang misterius didunia ini.
Mungki lebih tepatnya kenapa aku memilih untuk diam dan tidak memberitahukan bahwa aku mengenali orang yang sering kali mereka sebut dan permasalahkan itu adalah karena aku masih kebingungan dengan bagaimana semua yang Vena lakukan didunia ini dapat membuatku begitu kebingungan.
Karena salah satu hal yang membuatku terkejut adalah hubungan Vishl dengan Vena yang merupakan seorang ibu dan anak. Bahkan diriku ini yang sangat amat mengenal temanku itu tidak dapat membayang seorang pria seperti apa yang bisa membuat sosok dingin dan sinis dari seorang Vena Vinford jatuh cinta kepadanya. Aku tidak dapat menemukan jawaban bahkan logika dari perilaku Vena itu.
"Mungkin bagiku itu adalah sebuah fenomena yang sangat mengejutkan diriku.."
Untung saja sosok Tsuki El Sienairy adalah seorang teman setia dari Vena, bukan sosok yang benar benar adalah kakak kandung dari Vishl. Karena jika iya, mungkin aku sudah mati konyol karena syok.
Sebuah fenomena... sebenarnya bukan hanya dari prilaku dirinya yang membuatku kebingungan dan menyebutkan Fenomena itu. Namun juga dengan perkataan Vishl yang menjelaskan bahwa Vena telah meninggal dunia 2 abad yang lalu.
"Ini adalah permasalahannya, sebuah masalah yang sangat besar dan sangat membuatku kebingungan. Yaitu ibundaku telat mati 200 tahun lalu sebelum diriku dilahirkan.. dan didalam buku yang ditulisnya membuatku penasaran dan berpikir keras untuk hal yang ada hubungannya dengan kasusnya dan kasus Marie, yaitu Waktu!" Ucapnya Vishl berpanjang lebar mengatakan kebingungannya yang dia pendam selama bertahun tahun lamanya.
"Wajar saja dia akan kebingungan, bahkan aku sempat dibuat kebingungan sebelum Vishl mengatakan Waktu... dengan membayangkan apa yang terjadi kemungkinan besar Vena telah melakukan perjalanan waktu."
Mungkin sedikit terlambat untukku menyadarinya, bahwa bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa dari dunia lamaku.. yaitu bahwa Jepang dan bahasa yang digunakan dalam buku tulisan Vena adalah bahasa Inggris dengan campuran bahasa Eropa, Yunani, latin dan bahasa Jepang. Maka dari itu mereka hanya bisa mempelajari sepenggal isi dari buku itu.
Desa ini adalah satu satunya penguna bahasa Jepang didunia ini karena sudah suatu tradisi mereka untuk menjaga bahasa mereka agar hanya mereka yang dapat memakai dan memahamnya. Itu adalah sebuah kebiasaan yang kemungkinan besar ditanamkan oleh Vena.
Mungkin orang orang dari duniaku pasti sudah akan mengatakan.. perjalanan waktu yang menjadi nyata dan terealisasi, dan mungkin juga akan menjadi kejadian yang fenomenal hanya dalam waktu sekejap.
__ADS_1
"Aku merasa dunia ini aneh. Tidak hanya keberadaanku dan Vena yang berada disini, namun juga terdapat kemungkinan besar bahwa keberadaan adikku Lena ada didunia ini juga."
Salah seorang pelayan Vishl bernama Julyet Finnestia telah membuatku semakin terkejut karena dia memiliki marga nama Finnestia. Namun tidak seperti kecurigaanku, Julyet menjawab, "Nama tersebut adalah pemberian dari guru saya, dia adalah seorang penyihir yang begitu hebat."
Dan jawabannya itu juga membuatku merasa lega karena hampir saja aku menganggap bahwa Julyet adalah anak dari Lena..
"Mungkin seharusnya tanpa bertanya sekalipun aku sudah tau bahwa tidak mungkin adikku itu jatuh cinta kepada seorang pria."
Mendengar ucapan dari Julye aku langsung bahwa orang yang dia maksud itu memang adalah Lena adikku, karena bagiku tidak akan ada seorang pun didunia manapun memakai nama Finnestia.
Dengan cepat juga, apa yang kupikirkan itu dibuktikan dengan terusan dari ucapan Julyet yang sempat terjeda. "Dan guru yang mengajarkan sihir kepada diri saya adalah Lena Finnestia. Seseorang yang telah pergi meninggalkan kerajaan karena sudah lelah dengan bagaimana kerajaan ini bekerja."
Namun secara bersamaan juga, entah bagaimana aku meragukan keberadaan adikku didunia ini. Karena dari yang ku kenali, Lena Finnestia bukanlah seorang yang sebaik itu.
.
Tubuhku sudah sedikit membaik dan sedikit demi sedikit sudah dapat ku gerakan..
"Apa yang kamu bingungkan Marie?"
Vishl dengan cepat membalas ucapanku. Dia saat ini sedang menyisir rambutnya dengan duduk didepan cermin yang panjang dan berdiri disebelah kasur.
"Rambutku terlalu panjang, mungkin aku akan memotongnya seperti rambut milikmu..." Jawabku mengalihkan pertanyaannya.
"... Kamu tidak mau menjawab pertanyaanku,"
__ADS_1
Balas Vishl berhenti mengerakan tangannya yang sedang menyisir rambutnya itu.
"Marie berambut pendek... Jujur saja Aku ingin melihatnya. Tapi Marie dengan rambut hitam panjangnya sudah melekat dengan dirinya, yang bahkan dapat menekankan kesan anggun dan cantik menembus batasannya."
Ucapnya memujiku dengan berlebihan.
"Pujianmu terlalu berlebihan, bahkan masih banyak yang lebih cantik dariku.. contohnya Rika temanku dengan kepintaran dan kecantikanya yang begitu dingin membuat pesona kecantikannya melampuai batas.. atau mungkin temanku yang lain Yuna atau Lena dan si kembar Mei dan Key yang menurutku mereka sangat imut..."
Dan juga Vena yang sama dingin dan cantiknya seperti Rika..
Setelah mendengar jawabanku, Vishl berdiri dari tempat ia duduk dan menatap mataku.
"Seharusnya kamu berterima kasih saat mendengar pujian yang ditujukan untukmu. Aku memang tidak tau seperti apa mereka, namun jujur bagiku sekarang Marie adalah yang tercantik.." ucap Vishl tiba tiba menyangkal perkataanku dan mengatakan pujian yang seharusnya dikatakan oleh seorang laki laki.
Saat mendengar pujiannya itu, entah mengapa membuat jantungku berdegup kencang dengan sesaat dan langsung membuatku seakan akan sedang melihat Vena dalam diri Vishl yang sama sama pernah mengatakan hal itu kepadaku.
"Ah... Akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk mengucapkan hal itu... Terdapat suatu kalima didalam buku novel yang dituliskan ibundaku yang sangat ingin ku ucapkan..."
Dan saking miripnya adegan ini, apa yang dikatakan oleh Vishl barusan adalah hal yang sama juga dengan apa yang dikatakan oleh Vena saat setelah mengucapkan pujian itu kepadaku.
"Ahh.. Ternyata memalukan juga mengatakan hal itu kepada seorang wanita, namun aku selalu ingin mengucapkan kalimat yang ku karang itu." Ucapan Vena pada saat itu.
Saat ini dan saat itu juga aku langsung membalas ucapan mereka dengan jawaban yang sama.
"Jika kamu benar benar-benar mengatakan hal itu, mungkin aku sudah jatuh cinta kepadamu..."
__ADS_1
To be continued.