Dunia Baru Bagi Sang Violet // When They Existance Disappear

Dunia Baru Bagi Sang Violet // When They Existance Disappear
04. their conversation


__ADS_3

Saat Vishl sedang mendorongkan kursi roda tempatku duduk untuk menuju perpustakaan..


"Marie, sebelumnya aku ingin bertanya kepadamu," ucap Vishl tiba-tiba kepadaku...


Dengan suara yang pelan dan nada ragu, dia menghentikan langkah dan bertanya padaku.


Aku menjawabnya dengan segera, "Apa yang ingin kamu tanyakan?"


Dan dengan segera pula, Vishl menjawab, "Sebenarnya, siapakah kamu? Apakah kamu orang yang sama dengan orang yang diselamatkan oleh Tsuki? Dan jika iya, bagaimana caranya kamu masih hidup?" balasnya melontarkan banyak pertanyaan sekaligus.


"Aku tidak tahu apa maksudmu, namun jika ditanya apakah aku orang yang sama dengan orang yang diselamatkan kakakmu itu, maka jawabannya tentu saja iya. Meskipun aku tidak tahu apa yang terjadi selama itu," balasku dengan kebingungan.


"Dan apa maksudmu dengan pertanyaan bagaimana caranya aku masih hidup?" terusku menanyakan apa maksud dari pertanyaan terakhir yang ia tanyakan padaku.


Setelah aku membalas perkataannya, Vishl melanjutkan berjalan menggerakkan kakinya untuk melanjutkan perjalanan menuju perpustakaan.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan percaya dengan jawaban itu. Aku akan menceritakannya nanti setelah kita menyelesaikan pertemuan kita di perpustakaan. Karena jika aku menceritakannya sekarang, mungkin akan menciptakan misteri baru," jelas Vishl menolak untuk menjawabnya sekarang.


Setelah itu, dan tidak lama setelah percakapan kami berdua, akhirnya kami sampai juga di perpustakaan. Letaknya berada di pertigaan lorong rumah Vishl, dan itu membuatku tidak tahu seberapa besar rumah Vishl ini.


"Ah, sudah sampai. Tunggu sebentar Marie, aku akan membuka pintu perpustakaan," ucap Vishl tepat kami sudah berada di depan perpustakaan itu, dan Vishl segera berlari ke hadapan pintu yang ia maksud dan akan segera membukanya.


Namun, meski Vishl mengatakan itu adalah pintu, nyatanya itu adalah gerbang besi yang besar dan kokoh. Apakah dirinya serius mengatakan ini adalah sebuah perpustakaan?


Vishl pun membuka gerbang perpustakaan yang dia panggil pintu itu dengan kedua tangannya. Gerbang itu benar-benar besar dan seakan seperti gerbang untuk menuju ruangan tahta kerajaan.


Dan setelah terbukanya gerbang besar itu, betapa terkejutnya diriku saat melihat ruangan yang sangat besar dan hanya dipenuhi oleh rak-rak buku yang menjulang tinggi.


"Baiklah, mari kita masuk sambil menunggu mereka! Seharusnya Claret dan Tiara akan segera datang sambil membawa teh dan camilan!" ucap Vishl bersemangat tepat setelah ia membuka pintu perpustakaan.


Kami berdua pun masuk ke dalam, dan setelahnya Vishl membantuku untuk duduk di sofa mewah yang berwarna merah di tengah ruangan itu.

__ADS_1


Sungguh pemandangan yang sangat nostalgis karena saat ini diriku dikelilingi oleh rak buku yang saling berjajar dan berbaris melingkar di seluruh penjuru ruangan yang sangat luas, sama seperti ruangan perpustakaan di akademi Vinford tempatku bersekolah dulu...


Dengan segera aku menenangkan diriku dan kembali memulai percakapan dengan Vishl dengan bertanya. "Sebelumnya aku sudah penasaran, apakah dirimu ini adalah seorang bangsawan?"


Aku sudah tahu jawabannya, tujuanku tetap menanyakannya adalah untuk mengetahui bagaimanakah pandangan Vishl mengenai kebangsawanan.


Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya Vishl menjawab pertanyaanku. "Tentu saja aku adalah seorang bangsawan!" Jawabnya dengan sangat bersemangat dan mengangkat satu tangannya ke atas.


"Namun aku tidak tahu apakah aku sedang menikmati diriku sebagai bangsawan atau tidak..." Terus Vishl menurunkan tangannya.


"Jujur saja aku membenci kehidupan bangsawan, namun secara bersamaan sedikit bersyukur karena terlahir sebagai seorang bangsawan yang hidup di desa ini." Terusnya lagi semakin menurunkan semangatnya.


Dari apa yang dia jawab itu, akhirnya jelas. Bahwa Vishl adalah seseorang yang bingung akan apa yang harus dia pilih.


"Menurutku tidak masalah hidup hanya menjadi seorang bangsawan di desa ini tanpa melibatkan kehidupan bangsawan yang ada di ibukota." Balasku dengan seakan-akan tahu apa masalah Vishl.

__ADS_1


To be continued.


...


__ADS_2