
adalah kebenaran jika aku bangkit didunia lain....
Karena aku baru saja membunuh seekor monster berlendir yang mirip dengan yang ada didalam fiksi ataupun game fantasi.
Namun keberadaannya bahkan tidak bisa disebut monster karena terlihat seperti keberadaan yang digunakan sebagai pelengkap.
"Tanganku malah dipenuhi lendir yang menjijikan dan terasa lengket, terlebih lagi aku sama sekali tidak mendapatkan apapun setelah membunuhnya."
Aku sangat menyesal karena telah membunuhnya.
"Namun karena itu, aku jadi benar benar tau jika dunia ini adalah dunia lain yang tidak pernah ku ketahui."
Saat pertama kali terbangun aku berada di dataran rumput yang amat luas dengan cakrawala yang biru dan melintang diseluruh pandanganku.
Memang benar pemandangan yang disuguhkannya sangat indah, namun itu adalah hal yang buruk karena aku tidak tahu dimanakah diriku berada dan seberapa luas hamparan ini.
Bahkan setelah aku berjalan cukup jauh dari tempat awalku terbangun aku tidak menemukan satupun kehidupan selain sekumpulan monster lendir dan beberapa hewan pemangsa.
"Mungkin ditempat ini ada yang namanya mangsa bagi pemangsa..."
Aku tidak tahu apa ini adalah kesialan ataupun keberuntungan yang terjadi padaku setelah setelah dia membunuh diriku ini.
Kakak perempuanku telah membunuhku dalam keadaannya yang bangkit dari kematian dan itu membuatku merasa tidak nyaman dan kebingungan.
Bahkan saking bingungnya, aku merasa bahwa ini adalah kekalahanku.
..
Dunia lain, dunia ini sangat berbeda dengan dunia tempatku tinggal.
Aku bertanya tanya pada diriku sendiri, "Dunia seperti apakah ini? Apakah dunia fantasi sihir, atau mungkin dunia fantasi petualangan." Namun aku tidak yakin jika sesederhana itu. Karena ini adalah kenyataan, bukanlah sekedar fiksi belaka.
__ADS_1
Entah dunia seperti apakah ini, yang ingin kupastikan adalah apakah aku bisa hidup didunia ini? Dan layakkah dunia ini sebagai tempat tinggalku.
"Mungkin aku terasa sombong, namun aku tidak ingin menghapus pemikiran itu. Bahkan sampai aku mati untuk kedua kalinya."
Saking syoknya diriku saat itu, mengingat kematianku saja membuatku teringat dengan rasa sakit yang kurasakan saat dia menusuk pisau dan mengacak-acak perutku dengan pisau.
Perkataannya juga membuatku terlalu penasaran.
"Aku sangat berharap aku bisa mendapatkan keabadian dan mungkin kekuatan untuk mencari tahu jawaban yang ingin ku cari. Ini adalah dunia lain dan dunia fantasi, jadi harusnya hal itu bisa terwujud,"
"namun sepertinya dirimu yang tidak beruntung ini akan segera mati untuk kedua kalinya setelah beberapa ekor ular menyerang dan menggigitku beberapa jam lalu...."
. ..
"Keberadaan yang terlalu merumitkan, bahkan dengan keberadaan nya sekarang keberadaan kami menjadi tiada. Namun sialnya ibu harus mati karena kelalaiannya. Maka dari itu terimalah keberadaan kami berdua ini agar kehidupan ibu menjadi seperti apa yang ibu inginkan." ²
. ..
. ..
Apa akhirnya aku terbangun?
"Ahh.. suara mereka mengema dipikiranku, namun aku tidak tau siapa mereka dan ucapkan mereka cukup samar."
Aku baru saja terbangun ditempat yang asing untuk yang kedua kalinya. Namun alih alih aku merasa de Javu, aku malah kebingungan dan merasa sedikit tenang.
Ingatan terakhir yang ku milikki adalah saat aku hampir mati tak berdaya ditengah hamparan rumput yang tak berpenghuni.
Namun sekarang aku berada disuatu ruangan yang sangat besar dan mewah. Juga terasa asing bagiku, aku terbaring dikasur lembut dan terasa nyaman dan secara bersamaan saat aku merasakan kenyamanan kasur itu, aku menyadari bahwa tubuhku tidak bisa bergerak.
"Mungkinkah aku mengalami kelumpuhan sementara?.."
__ADS_1
Namun aku tidak tahu apa penyebabnya dan telah mencari tahu apa penyebabnya melalui apa yang ku ingat. Tapi hanya ada satu hal yang terlintas dalam pikiranku dengan cepat, yaitu perkataan dari teman adikku Lena yang mengatakan. "Aku pernah mengalami kelumpuhan setelah lupa untuk keluar dari game virtual."
Dengan artian lain, dia ingin mengatakan bahwa otak dan tubuh manusia tidak akan bisa mengingat rutinitasnya jika terlalu lama tidak melakukan rutinitas tersebut.
Ini adalah kejadian yang paling buruk, bahkan dalam hidupku selama ini.
To be continued.
......
Keterangan tanda:
"." : Melewatkan 1 adegan. (Melewati dan memotong sedikit kejadian (menjadi tanda bergantinya adegan dan beberapa waktu)
".." : Melewatkan beberapa kejadian sekaligus. (Bisa menjadi tanda pergantian hari)
". .." : Bergantinya sudut pandang
". .. ." : Kembalinya sudut pandang setelah berganti sudut pandang.
"²" : dijadikan tanda bahwa kalimat tersebut diucapkan secara bersamaan.
"".." : dijadikan tanda bahwa karakter utama dengan berbohong.
"~" : dijadikan tanda sebagai bentuk gaya pengunaan kalimat. "Hah~"
"--" : tanda bahwa ucapan salah satu atau bahkan beberapa karakter dipotong.
"!" : Tanda bahwa karakter itu sedang terkejut atau sedang memerintahkan seseorang.
"?" Tanda bahwa karakter itu sedang bertanya.
__ADS_1
"?!" Tanda bahwa karakter itu sedang bertanya dengan nada yang terkejut.