
Selama 18 tahun lamanya diriku telah tak sadarkan diri. Jika itu memang benar terjadi maka kelumpuhan sementara yang ku alami saat ini adalah hal yang wajar untuk terjadi.
Selama 18 tahun otakku telah kehilangan rutinitasnya dan selama itu juga aku mengalami mimpi mimpi yang amat panjang dan berulang yang seakan tidak memiliki akhir.
Vishl telah menceritakan semua yang ia ketahui padaku. Bahkan dia menceritakan juga apa yang terjadi selama aku tertidur.
Namun, Vishl juga mengatakan sesuatu yang malah menjadi pembahasan panjang dan hampir tidak memiliki solusi.
Yaitu, dia saat ini hampir menginjak usianya yang ke tujuh belas yang artinya dia terlahir satu tahun setelah aku tak sadarkan diri. Namun, secara bersamaan juga ia mengatakan bahwa ibunya telah meninggal dunia jauh sebelum dirinya terlahir. Tepatnya dua abad yang lalu.
"Pernyataan Vishl begitu tak masuk akal sampai sampai membuatku berpikir keras untuk hal itu." Gumamku mengeluh yang terdengar oleh orang yang sedang mendorongkan kursi roda untukku.
"Nona Vishl memang suka mengatakan hal yang tak masuk akal, saya harap anda bisa memakluminya. " Balasnya.
Dia yang membalas ucapanku adalah pelayan rumah ini dan merupakan pelayan sungguhan.
Seorang gadis yang sama jelita dan cantiknya dengan Vishl. Serta auranya yang terkesan anggun dan elegan. Dia hampir membuatku tidak percaya dengan penampilan seseorang untuk kedua kalinya.
Dia adalah definisi dari pelayan kasta teratas didunia manapun.
__ADS_1
Lisbeth Ryet von Ryugu, itu adalah namanya. Dari namanya saja aku sudah bisa menebak bahwa dia adalah seorang bangsawan, namun entah kenapa malah menjadi seorang pelayan yang melayani Vishl.
Kami saat ini sedang menuju perpustakaan dengan diriku yang memakai kursi roda dan didorong oleh Lisbeth. Jelas saja aku tidak akan bisa segera bergerak bebas dengan tubuhku ini.
"Aku bisa memakluminya, namun apakah benar seperti apa yang dia katakan?" Tanyaku pada Lisbeth.
Aku tidak dapat menoleh kebelakang karena leherku yang masih masih belum bisa ku gerakan. Mungkin terkesan sombong karena bertanya tanpa menoleh sedikit pun kepada seseorang yang ditanyai.
Tapi seharusnya Lisbeth mengerti keadaan diriku saat ini, terlebih.. mungkin dia tidak akan menghiraukannya dan malah menghormatiku. Karena entah kenapa diriku yang sekarang menjadi anggota keluarga Vishl dan secara tidak langsung menjadi seorang bangsawan juga.
Sepertinya aku sangat beruntung karena kakak perempuan Vishl menyelamatkanku.
"Dari ekspresinya kemungkinan besar apa yang nona Vishl katakan adalah benar dan nona Vishl terkesan tidak bersemangat hari ini jadi kemungkinan besar juga dia tidak berniat untuk memikirkan hal yang tidak dia perlukan." Balas Lisbeth berpanjang lebar menjelaskan kondisi dari Vishl saat ini.
Bahkan diriku yang baru bertemu dan berbicara dengannya langsung tahu bahwa Vishl sedang tidak baik baik saja. Apalagi seorang pelayan yang selama ini bersamanya.
"Apa dirinya sedang bersedih? Bahkan diriku saja merasa ada yang aneh dengannya."
"Saya bersyukur nona Marie langsung memahaminya. Memang benar dirinya sedang kesal dan sedih karena kejadian dikerajaan kemarin."
__ADS_1
"Hal apa yang terjadi disana?"
"Tidak ada hal yang besar, namun sejak awal Nona Vishl sudah merasa kesal dan tidak senang dengan orang yang ada dikerajaan."
Salah satu masalah yang dialami seorang bangsawan. Mungkin aku akan bertanya langsung kepada Vishl.
Entah bagaimana aku merasa bersimpati kepadanya dan tidak terima karena tahu jika ada sesuatu yang membuatnya merasa kesal dan marah.
"Sepertinya aku benar benar telah terhubung dengannya. Aku merasa tidak terima jika suatu hal membuatnya menjadi kesal ataupun marah."
"Mungkin ini adalah takdir..." Balas Lisbeth setelah mendengar ucapanku.
Tidak lama setelah pembicaraanku dengan Lisbeth, Suara Vishl terdengar dan semakin mendekat dan menghampiri kami berdua.
"Lisbeth!... Tolong kamu bantu Theta untuk mengambil salah satu buku catatan ibuku didalam peti digudang yang berada di loteng!" Perintah Vishl sambil berlari menghampiri kami.
"Biar aku saja yang membawa Marie ke perpustakaan." Terus Vishl tepat setelah dia sudah mendekat.
"Baik, kalau begitu saya pamit terlebih dahulu nona Marie." Balas Lisbeth dengan segera dan berpamitan kepadaku.
__ADS_1
Yang kemudian Lisbeth pergi meninggalkan kami berdua dan aku lanjut menuju perpustakaan dengan bersama Vishl.
To be continued...