
Beberapa menit telah berlalu setelah diriku terbangun.
Aku masih merasa bingung dan tidak tahu apapun. Begitu pula penyebab bagaimana aku bisa mengalami kelumpuhan.
"Aku tidak bisa melakukan apapun dan Hanya bisa terdiam diatas kasur, yang mana ini sangatlah menyebalkan."
Saat sedang terdiam kebingungan aku mendengar suara langkah kaki yang mendekat dan tidak lama setelah itu seseorang membuka pintu.
Jelas saja, dia terkejut setelah melihatku yang telah terbangun.
Namun dengan cepat orang itu berkata. "Tunggu sebentar Nona. A... Saya akan segera kembali."
Ucap gadis itu kembali keluar ruangan. Entah apa yang dia ingin lakukan.
Tidak lama setelah itu, dia datang kembali dan menghampiriku sampai sosoknya terlihat olehku. Yaitu seorang gadis dengan pakaian seorang pelayan. Dia membawa nampan berisi makanan beserta air minum
"Sebentar akan saya bantu untuk bangun dan makan." Ucapnya cukup peka dengan keadaanku.
Kebetulan aku langsung merasa lapar tepat setelah aku terbangun beberapa menit yang lalu.
"Nona anda harus segera makan sesuatu!" Ucapnya tiba tiba dengan semangat.
Setelah dia membuatku dalam posisi bersandar, gadis itu langsung menyuapiku makanan berupa bubur yang rasanya cukup asing untukku.. namun sangatlah hangat dan cukup enak dimulutku.
__ADS_1
Mungkin mulutku juga terasa sedikit mati rasa sehingga makanan itu sedikit hambar dan aneh. badanku juga terasa sangat dingin, serta penglihatanku yang masih cukup buram dan sangat berat rasanya untuk menahannya agar terus terbuka.
Entah sudah berapa lama aku tak sadarkan diri...
.
Setelah bubur itu sudah telah ku habiskan dan keadaan tubuhku membaik setelah memakannya. Gadis itu berdiri, namun tepat setelah ia berdiri... Akhirnya tanganku dapat menggapainya..
Tanganku sangat ku paksakan untuk bergerak sembari aku disuapi olehnya.
Awalnya aku cukup terkejut karena melihat tanganku yang pucat dan memutih, namun dengan cepat aku langsung menenangkan diriku dan langsung mengucapkan kata pertamaku padanya.
"Tee... Terima kasih telah menyelamatkan diriku ini." Ucapku dengan suara yang lirih dan cukup sulit untuk mengatakan hal itu.
"Tidak... Sebenarnya bukan aku yang menyelamatkanmu. Melainkan kakak perempuan nona Vishl lah yang menyelamatkan nona."
"Kalau begitu, dimanakah mereka?" Balasku dengan terbatah batah dan tetap dengan suara yang lirih.
"Nona Vishl sedang berada dirumah kepala desa dan kakaknya... Telah meninggal 10 tahun yang lalu..."
Sepertinya dia adalah Vishl itu sendiri..
"Kalau begitu maaf ketidaksopanan diriku. Aku tidak bermaksud untuk membuatmu untuk mengingat hal itu." Balasku lagi dengan lebih lancar dan sedikit lebih keras.
__ADS_1
Aku masih harus membiasakan diriku.
"Tidak masalah. Sepertinya memang benar seperti perkataan kakakku.. bahwa aku tidak akan bisa menipumu." Jawabnya langsung tanpa mengekpresikan bahwa ia sedang terkejut.
Perkataan dan pernyataannya atas jawabannya itu malah membuatku bingung apa yang dia maksud.
"Siapakah kakakmu itu?"
"Tsuki El Sienairy. Dia adalah penyelamatmu, dan dia yang mengatakan banyak hal tentangmu.."
"Aku tidak mengenal atau bahkan pernah bertemu dengan orang yang bernama Tsuki El Sienairy sebelumnya, bagaimana caranya ia mengatakan banyak hal tentangku?"
"Aku tidak tau pasti, namun yang pasti dia sangat mengenalmu.."
"Akan ku ingat ingat soal dirinya.. tapi aku ingin bertanya kepadamu."
"Apa yang ingin kamu tanyakan?"
"Sudah berapa lamakah aku tidak sadar diri? Aku merasa telah melewatkan waktu yang lebih lama dari yang bisa kupikirkan."
Aku benar benar merasa seperti itu. Karena ada beberapa alasan mengapa aku bisa memikirkan hal itu, salah satunya adalah perkataan Yuna.
"Jika dihitung dari tahun kelahiranku. Ini sudah hampir 17 tahun lamanya dan jika dari perkataan kakakku, mungkin sudah 18 tahun lamanya.."
__ADS_1
Bahkan dengan beberapa kata dari awal kalimat yang dia ucapkan aku sudah sangat terkejut dengan apa yang dia katakan..
To be continued.