Dunia Baru Bagi Sang Violet // When They Existance Disappear

Dunia Baru Bagi Sang Violet // When They Existance Disappear
06. a beautiful morning


__ADS_3

Sehari setelah malam itu, aku terbangun di pagi yang tenang dan indah, serta saat ini Vishl masihlah tertidur pulas di sampingku.


"Ah... Betapa sialnya diriku karena tidak dapat menikmati hari yang indah nan cerah ini karena aku masih belum terbiasa menggerakkan tubuhku... bahkan untuk bangun dari sini aku harus dibuat kesulitan," keluhku yang tidak dapat bangkit dari tempat tidurku.


Sungguh benar-benar sial dan merepotkan harus mengalami ini semua. Meski akhir akhir ini aku sudah sedikit demi sedikit mulai bisa menggerakkan tangan dan tubuhku, namun tetap saja terasa aneh, kaku, dan tidak biasa saat aku menggerakkannya. Dengan terpaksa, aku hanya bisa terdiam di atas kasur, menunggu Vishl terbangun, yang mana aku tidak yakin jika ia akan bangun dengan semudah itu.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain, aku akan membangunkannya," pikirku, lalu memutuskan untuk membangun Vishl karena aku sangat ingin menikmati pagi indah ini.


"Vishl! Bangunlah!" teriakku untuk membangunkannya. Aku ingin melakukan sesuatu dengan berkeliling desa Vishl ini, termasuk mencari informasi dan perhatian dari mereka.


"Vishl, aku ingin juga menceritakan sesuatu tentang ibumu Vena dan hubunganku terhadapnya," kataku setelah, merasa bahwa saat ini juga lah adalah waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Anggap saja aku ingin Vishl lebih percaya dan mungkin setia kepadaku.


Aku ingin memberitahu bahwa aku berasal dari dunia lain dan bahwa Vena adalah temanku dari dunia tersebut juga. Aku beberapa kali mencoba untuk membangunkan dan tidak lama setelah aku mencoba membangunkannya untuk sekian kalinya, akhirnya Vishl terbangun dengan perlahan dan membuka matanya.

__ADS_1


"Apa yang ingin kamu katakan, Marie?" ucap Vishl mengusap-ngusap matanya dan menguap.


"Aku ingin membuka misteri baru dengan mengungkapkan hal yang sebenarnya," kataku padanya dengan serius.


Vishl menyebut semua hal yang tidak normal dan terjadi secara alami dan tidak masuk akal adalah "misteri", maka dari itu aku juga akan mengunakan kalimat itu sama sepertinya.


"Ehh... Ini masih pagi, apa yang ingin kamu bahas?" balas Vishl mengeluh. yang akhirnya balasannya Vishl itu membuatku berpikir dan memilih untuk membahasnya nanti saja.


"Ya, sebenarnya tujuan awalku mengatakan ingin membuka misteri baru itu adalah agar kamu segera terbangun," ucapku, yang berpikir Vishl kemungkinan besar akan segera terbangun dengan cepat jika ia mendengar sesuatu yang serius dan membuatnya penasaran.


"OI, Vishl... Janganlah tertidur! Tidak bisakah kamu mengajakku untuk berjalan-jalan sedikit saja di pagi hari yang indah ini!?" Dan untuk kedua kalinya, Vishl terbangun. Namun kali ini, dia langsung berdiri dari tempat tidurnya dengan bersemangat.


Aku tidak tau mengapa....

__ADS_1


"Ohh! baiklah kalau begitu. Mari kita berkeliling desa!" ucapnya sekali lagi dengan bersemangat.


"Aku senang mendengarnya, tapi kenapa kamu tiba-tiba bersemangat?" tanyaku.


"Tentu saja, karena aku akan mengajak Marie untuk berken... berkeliling desaku!" kata Vishl dengan semangat.


"Tapi seharusnya urutannya yang benar adalah bersiap terlebih dahulu!" balasku.


"Baiklah, kalau begitu, kita akan bersiap terlebih dahulu!" jawab Vishl, lalu kami berdua bersiap dengan mandi, mengganti pakaian, menyisir rambut, dan memakai sedikit riasan. Kemudian, kami pergi dari kamar tepat setelahnya.


Vishl mendorong kursi rodaku menyusuri lorong mansionnya dan menuju pintu utama untuk keluar dari mansion dan dan segera ingin berjalan jalan menuju desa.


"Lisbeth, tolong sisakan makanan untuk kami nanti. Mungkin kami akan kembali sedikit lebih lama karena aku dan Marie ingin berkeliling desa. Aku ingin memperkenalkan Marie kepada desa ini," ucap Vishl berpamitan kepada Lisbeth saat kami bertemu di tengah lorong.

__ADS_1


To be continued.


__ADS_2