Elemental Spirit

Elemental Spirit
Penyihir Kecil


__ADS_3

... Malik terus menyerang Behemoth dengan sihir penghancurnya untuk menemukan kelemahan Behemoth tapi hingga saat ini Malik belum berhasil menemukan kelemahan Behemoth. Tubuh Behemoth yang sangat keras dan kuat membuat serangan sihir apapun yang mengenai tubuhnya tidak memberikan dampak sedikitpun. Sebaliknya serangan Behemoth berhasil meluluh lantahkan kawasan industri Cikarang dan membuat banyak penyihir berguguran akibat kekuatan dari serangan Behemoth....


... Konsentrasi Malik dan para penyihir yang menghadapi Behemoth harus terbagi - bagi dimana mereka perlu segera menemukan titik kelemahan Behemoth dan disisi lain mereka juga harus bisa menghindari serangan Behemoth serta makhluk - makhluk sihir lainnya yang berad di sekitar mereka. Dari kejauhan pemerintah Indonesia juga meminta beberapa media nasional untuk menayangkan pertarungan di kawasan industri Cikarang secara live untuk seluruh masyarakat Indonesia. Melihat banyaknya para penyihir yang datang untuk melindungi seluruh masyarakat Indonesia tidak sedikit orang yang pada awalnya ingin mengusir para penyihir berharap bisa hidup berdampingan dengan para penyihir....


“Lehernya!” kata Nana seorang anak berusia 12 tahun yang menunjuk ke arah sebuah lubang di leher Behemoth tepat di bawah kuping kanan Behemoth.


“Ada apa Nana?” tanya Malik ramah.


“Lubang di bawah telinga kanannya aneh.” jawab Nana polos sambil menatap Malik yang membuat Malik langsung melihat ke arah bawah telinga Behemoth.


“Nana, ditengah medan pertempuran seperti ini kamu tidak seharusnya menonaktifkan sihir arwah samurai milikmu!” pinta Malik lemah lembut yang tersenyum menatap Nana lalu kembali fokus menatap lubang yang Nana tunjuk sebelumnya.


“Baik kak Malik.” jawab Nana polos sambil mengangguk.


... Percakapan Malik dan Nana juga terekam oleh kamera yang membuat banyak masyarakat Indonesia terkejut karena ada seoang penyihir kecil yang berani untuk berada di garis terdepan melindungi masyarakat Indonesia sekalipun masyarakat Indonesia sebelumnya meminta untuk mengusir para penyihir. Melihat Nana yang mengeluarkan sihir arwah samurai dan kembali bertarung melawan Behemoth bersama Malik juga menjadi momen emosional bagi kebanyakan masyarakat Indonesia. Mereka terharu melihat perjuangan Nana yang masih kecil tapi sudah berjuang di garis terdepan untuk melindungi masyarakat Indonesia....


... Nana menyerang Behemoth dengan sihir arwah samurainya bagaikan jin dari lampu Aladin untuk membuka celah agar Malik bisa menyerang lubang di bawah telinga kanan Behemoth. Malik bergerak dengan cepat menghindar dan menangkis serangan dari Behemoth hingga akhirnya Malik melancarkan pukulan sihir penghancur tepat ke lubang di bawah telinga kanan Behemoth. Seketika Behemoth terpukul mundur beberapa meter sambil mengerang kesakitan yang membuat Malik dan seluruh penyihir yang ada disekitarnya menyadari bahwa lubang di bawah telinga kanan Behemoth adalah titik lemahnya....

__ADS_1


... Behemoth yang menyadari bahwa titik lemahnya telah diketahui berusaha fokus menyerang Malik karena dia bisa merasakan bahwa Malik adalah penyihir terkuat yang ada disekitar dirinya. Namun Malik dapat dengan mudah menghindari dan menangkis setiap serangan Behemoth dan ketika fokus Behemoth teralihkan oleh Nana serta para penyihir lainnya Malik dengan sigap melesat ke lubang di bawah telinga kanan Behemoth. Malik menghancurkan tubuh Behemoth dari dalam dengan kekuatan penuh sihir penghancur miliknya memanfaatkan lubang di bawah telinga kanan Behemoth yang membuat Behemoth tewas seketika....


...


... Di tempat lain setelah asap dari ledakan serangan Coyote menghilang tiba - tiba Naga muncul dengan santai tanpa terluka sedikitpun yang membuat Coyote, Aleister, dan Ubongo terkejut. Terlihat jelas ada lapisan dinding pelindung yang terbuat dari es dan di pundak kiri Naga terlihat Kyogre kecil nan imut yang melihat ke arah Ubongo, Aleister, dan Coyote. Naga dengan cepat melesat langsung menghajar Coyote hingga perut Coyote membiru yang membuat Coyote merasakan kedinginan dibagian tersebut sementara Kyogre kecil melesat menyerang Aleister yang berhasil Aleister tahan dengan dinding pasir pelindung....


... Serangan Kyogre kecil memang tidak memberikan dampak apapun kepada Aleister tapi dinding pasir milik Aleister tiba - tiba menggumpal dan jatuh ke tanah sementara tubuh Kyogre kecil mulai membesar perlahan. Ubongo tidak tinggal diam tapi kali ini Ubongo tidak cukup cepat sehingga Naga bisa menyerang kedua tangan Ubongo yang dia gunakan untuk menahan serangan Naga. Akibat serangan tersebut tepat dibagian yang terkena serangan Naga dikedua tangan Ubongo retak seolah - olah bongkahan es yang hancur secara perlahan....


... Sementara Kyogre kecil kembali melesat menyerang Aleister dan Coyote tapi kali ini semakin lama ukuran Kyogre semakin membesar dan kecepatan pergerakannya semakin menurun. Ketika tubuh Kyogre sudah menjadi raksasa dan pergerakannya sangat lambat Naga langsung mundur menjauh dari Kyogre dan tidak lama kemudian terjadilah ledakan yang sangat besar. Di tengah ledakan tersebut terlihat senyum menyeramkan dari wajah Kyogre dan beberapa saat kemudian Kyogre kecil telah kembali dengan seiringnya uap yang menghilang dari ledakan tersebut....


“Elemen air : iblis uap.” kata Naga dingin sambil melihat ke arah area bekas ledakan.


... Meskipun iblis uap bisa bergerak dengan cepat tapi faktanya hal itu bertujuan untuk meningkatkan suhu sihir yang menyelubungi air di dalamnya agar air tersebut terpanaskan hingga akhirnya membuat ledakan uap skala besar. Serangan iblis uap sama seperti serangan manusia normal sehingga Naga tahu bahwa serangan iblis uap tidak akan melukai salah satu dari Aleister, Coyote ataupun Ubongo. Iblis uap merupakan jelmaan dari seseorang yang selalu diremehkan hingga pada satu titik ketika dia meledak orang - orang baru tahu seberapa hebatnya orang tersebut....


... Naga dan Kyogre kecil kembali menerjang Ubongo serta Coyote tapi kali ini Ubongo menggunakan sihir pelunak yang membuat tanah menjadi lunak lalu menenggelamkan Kyogre secara perlahan bak lumpur hisap. Kyogre kecil yang terjerembab terus bergerak berusaha melepaskan dirinya dan membuat ukuran tubuhnya semakin lama semakin membesar. Coyote langsung menghadang Naga yang berusaha membebaskan Kyogre kecil terlebih ketika Ubongo mulai mengubur Kyogre kecil dengan tanah disekitarnya menggunakan sihir pelunak lalu sihir pengeras....


“Apa kalian tidak berpikir bahwa aku juga bisa mengendalikan ledakan Kyogre?” tanya Naga sambil tersenyum ramah yang membuat Ubongo dan Coyote terkejut.

__ADS_1


“Meledaklah!” pinta Naga yang membuat Kyogre kecil membuat ledakan yang lebih kecil dari ledakan sebelumnya tapi menghasilkan uap air yang cukup banyak.


... Beruntung sebelum Kyogre kecil meledak Ubongo dan Coyote sempat menjauh sehingga mereka berdua tidak terkena dampak ledakan dari iblis uap. Namun ketika Ubongo menerjang menyerang Naga tiba - tiba seluruh tubuhnya membeku secara perlahan hingga tidak bisa bergerak sama sekali begitupun dengan Coyote. Rupanya ledakan pertama yang memberikan kesan buruk kepada Coyote dan Ubongo dimanfaatkan dengan baik oleh Naga dimana Naga membuat partikel air yang membeku secara perlahan dari uap air ledakan kedua....


... Partikel air yang membeku secara perlahan menempel dan masuk ke dalam pori - pori Coyote dan Ubongo sehingga ketika air tersebut membeku mempengaruhi area sekitarnya yang juga ikut membeku. Ketika seluruh tubuh Ubongo sudah membeku menyisakan kepalanya Naga membuat pedang es dari sihir es zamharir lalu menusuk kepala Ubongo dari bawah dagunya hingga menembus kepalanya. Setelah membunuh Ubongo, Naga mendekati Coyote dan langsung mengambil jantung Coyote dengan menusukan tangan kanannya ke dada kiri Coyote....


“Wah benar - benar melelahkan!” kata Naga sambil membuang jantung milik Coyote yang sudah berhenti berdetak di tangan kanannya.


“Sebastian tolong urus kekacauan disini untukku ya!” pinta Naga sambil tersenyum ramah setelah dinding pelindung yang dibuat oleh Sebastian di non aktifkan oleh Sebastian sendiri untuk bisa menghampiri Naga.


“Baik Naga.” jawab Sebastian sigap.


“Kak Irene ayo kita pergi ke tempat kak Malik!” ajak Naga yang tidak lama kemudian langsung melesat ke tempat Malik dengan menendang udara menggunakan sihir api.


“Dia mengajakku tapi dia langsung melesat pergi begitu saja!” protes Irene sambil melihat ke arah Sebastian yang membuat Sebastian tersenyum.


“Anda sangat mengenal Naga, Irene.” jawab Sebastian sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


“Iya benar.” jawab Irene sambil mengangguk lalu pergi menyusul Naga.


__ADS_2