
... Resa bekerja seperti biasa tapi sesekali Resa teringat kejadian kemarin malam ketika Naga datang ke rumah sakit dengan keadaan terbaring tidak berdaya dan Pika melempar Naga ke dalam sebuah kolam untuk memulihkan keadaan Naga dimana hal itu belum dimengerti oleh Resa. Ketika memikirkan hal itu Resa sampai dititip bimbang akan perasaannya sendiri kepada Naga karena bagi Resa, Naga adalah hidupnya tapi Resa juga ingin Naga selalu dalam keadaan aman. Di sisi lain Naga datang ke rumah sakit dalam keadaan tersebut juga demi melindungi Resa dari makhluk sihir yang mengincarnya karena keluarga angkatnya....
... Fokus Resa teralihkan ketika mendengar bahwa Mamahnya dilarikan ke rumah sakit tempat dia bekerja karena penyakit serius yang dideritanya. Mamahnya Resa menjadi tahanan rumah akibat penyakit tersebut sehingga Mamahnya perlu menjalani perawatan serta memerlukan izin khusus jika ingin bepergian ke luar kota, provinsi ataupun ke luar negeri. Mendengar hal itu Resa langsung mengintip dari kaca pintu kamar tempat Mamahnya di rawat tapi ketika Resa hendak masuk ke dalam, dia mengurungkan niatnya setelah Papahnya datang lalu pergi dengan terburu - buru....
... Umar yang pada saat itu datang untuk menjenguk Mamahnya memutuskan untuk menemui Resa setelah Papahnya masuk ke dalam ruang rawat inap tempat Mamahnya dirawat. Resa mengira Umar mendengar semua ucapannya tempo hari ketika dirinya mengetahui bahwa masa depan Naga dihancurkan oleh Mamahnya sendiri. Namun Umar mengatakan bahwa dirinya lebih tahu hal itu duluan dari Gerrard salah satu petinggi dari Kementrian Pertahanan Indonesia yang mana dia adalah kakeknya Naga....
“Sekarang akhirnya aku mengerti kenapa setelah sekian lama kamu masih tetap memilih hidup bersama Naga. Naga memiliki komitmen yang tinggi untuk tidak membiarkanmu pergi darinya bahkan setelah banyak kesulitan yang dia hadapi dan pada akhirnya kalian berdua pasti akan bersama.” kata Umar sambil tersenyum bangga menatap Resa.
... Sesuai yang dikatakan oleh Naga sorenya Naga datang ke rumah sakit untuk menjenguk Irene dan Resa langsung menyambut kedatangan Naga dengan penuh senyuman lalu mengantar Naga ke ruang rawat inap tempat Irene dirawat. Rupanya di tempat Irene dirawat sudah ada Malik dan Lao yang menjenguk Irene sementara Yuna, Bela, Lusi, dan Angela datang untuk memeriksa keadaan Irene. Yuna langsung memastikan keadaan Naga ketika Naga masuk ke dalam ruangan tersebut dan Naga meyakinkan Yuna bahwa dirinya sudah pulih setelah seharian beristirahat berendam di kolam pemandian air panas....
“Hanya dengan beristirahat dan berendam di kolam air panas kamu sudah pulih Naga?” tanya Bela tidak percaya sambil menatap Naga penuh tanya.
“Itu bukan kolam pemandian air panas biasa, itu kolam darah neraka milik Pika sang penyihir mata air panas. Kolam air panas itu bisa meregenerasi energi sihir dengan sangat cepat sekaligus mengobati setiap luka yang ada di tubuh sang penyihir yang berendam di kolam tersebut. Namun tidak sembarang penyihir yang bisa berendam di kolam tersebut karena regenerasi sihirnya yang terlalu cepat dan kuat hingga bisa membuat penyihir sembarangan bisa meledak.” jelas Lao yang membuat Bela, Lusi, dan Angela mengangguk paham.
“Wah, itu artinya Naga seorang penyihir yang hebat?” tanya Lusi memastikan.
“Naga salah satu dari empat penyihir peringkat S yang dijuluki sebagai Kaisar Garuda Muda.” jawab Lao yang membuat Resa, Bela, Lusi, dan Angela terkejut.
__ADS_1
... Di tengah pembicaraan tersebut Naga menyadari bahwa Yuna belum memulihkan dirinya sendiri dan justru memulihkan Irene terlebih dahulu. Naga dan Malik saling bertukar pandangan dimana mereka saling memahami satu sama lain hanya dengan kontak mata. Naga langsung mengambil kursi untuk Yuna duduk sementara Malik dengan penuh kelembutan meminta Yuna untuk duduk di kursi tersebut dan Naga menyiapkan sesuatu untuk membantu Yuna menahan rasa sakit....
“Sebaiknya kakak pergi ke kolam pemandian air panas untuk memulihkan diri setelah terkena sihir api milik Asmodeus. Sihir itu lebih mirip seperti lava yang memiliki sihir kutukan iblis sangat kuat hingga bisa menyerap ke dalam tubuh manusia selayaknya racun.” kata Naga sambil memberikan sesuatu kepada Yuna untuk digigit.
“Aku akan menghancurkan kutukannya terlebih dahulu Yuna!” kata Malik yang langsung bersiap menggunakan sihirnya ke tubuh Yuna.
... Yuna langsung menggigit sebuah kain yang digulung oleh Naga sambil memegang tangan kanan Naga untuk menahan rasa sakitnya ketika sihir kutukan iblis dalam tubuhnya dihancurkan oleh Malik. Yuna mengerang kesakitan yang membuat Resa, Bela, Lusi, dan Angela khawatir tapi tidak lama kemudian Malik berhenti yang membuat Yuna juga berhenti mengerang menahan rasa sakit. Tiba - tiba Yuna memuntahkan darah dari mulutnya dan dengan sigap Malik menahan tubuh Yuna agar tidak terjatuh....
“Tolong antarkan kak Yuna untuk berendam ke kolam air panas kak Malik!” pinta Naga penuh hormat sambil menatap Malik.
“Serahkan padaku Naga.” jawab Malik sambil memeluk tubuh Yuna yang lemas.
“Ketidak tahuanmu tentang kekuatan Yuna sebaiknya tetap tidak kamu ketahui Lao karena jika kamu mengetahui kekuatan Yuna sebenarnya mungkin itu adalah hari terakhir kamu hidup.” kata Irene yang duduk di kasurnya.
“Satu - satunya manusia yang pernah melihat dan merasakan kekuatan Yuna tapi masih hidup hanya Naga seorang.” lanjut Irene sambil menunjuk Naga dan membuat Lao terkejut karena kekuatan Yuna dirahasiakan.
“Kak Yuna sebaiknya mengikuti saran Naga, biar aku yang memberitahu dokter Johan.” kata Resa yang langsung pergi menemui dokter Johan.
__ADS_1
... Malik langsung membawa Yuna untuk pergi menemui Pika agar bisa berendam di kolam darah neraka milik Pika. Lao pamit pulang, Bela, Lusi, dan Angela kembali bekerja sementara Naga mencari keberadaan Resa karena Naga merasa ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Resa. Naga langsung pergi ke lantai atas rumah sakit untuk menemui Resa yang sedang merenung sambil menikmati keindahan langit sore....
“Apakah perasaanmu kepadaku menjadi bimbang setelah hari ini Lea?” tanya Naga yang ikut duduk menikmati keindahan langit sore di samping Resa dan membuat Resa terkejut yang langsung melihat ke arah Naga.
“Bagaimana kamu ... ah sihir milikmu yang ada di tangan kananku.” jawab Resa sambil menunduk memegang tangan kanannya sendiri.
“Melihatmu terbaring tidak berdaya dan aku tidak bisa melakukan apa - apa benar - benar membuat hati ini sesak.” kata Resa sambil meneteskan air mata.
“Mungkin aku terdengar egois, tapi aku tidak ingin banyak orang memandangmu sebagai seorang pahlawan hingga membuatmu rela melakukan apapun demi menyelamatkan orang lain dan mengabaikan dirimu sendiri Naga.” lanjut Resa sambil menatap Naga sambil meneteskan air mata.
“Aku tidak memiliki jawaban yang bisa memuaskanmu dan aku juga tidak akan memintamu bertahan jika kamu menderita karena hal itu tapi beginilah hidup denganku.” jawab Naga yang menatap Resa sambil tersenyum tipis untuk menutupi beratnya Naga berkata seperti itu.
“Sejak mengetahui kamu bekerja di rumah sakit yang sama dengan kak Yuna aku sudah memikirkan tentang hari ini yang akan terjadi cepat atau lambat. Aku sangat mencintamu dan akan selalu mencintaimu tapi jika hidup bersamaku maka kamu akan menderita, aku akan lebih memilih merelakanmu bersama pria lain yang mampu membuatmu bahagia.” lanjut Naga yang menatap Resa dalam - dalam.
“Kamu berhak memilih kebahagiaanmu sendiri dan kamu tidak salah jika kamu lebih memilih untuk hidup bahagia dengan hal - hal yang bisa membuatmu bahagia.” tambah Naga sambil tersenyum tipis menahan beratnya perasaan Naga jika memang harus merelakan Resa.
“Matahari mulai terbenam sebaiknya kamu kembali ke dalam karena aku juga harus kembali ke restoran Lea!” pamit Naga sambil tersenyum menutupi beratnya perasaan Naga harus merelakan Resa.
__ADS_1
... Naga dan Resa masuk ke dalam rumah sakit bersama - sama dimana Resa langsung kembali bekerja setelah menghapus air matanya sementara Naga kembali ke restoran. Semua karyawan restoran ‘Keajaiban Bumi’ sudah diberitahu bahwa Naga dan beberapa karyawan lainnya adalah seorang penyihir oleh Sebastian termasuk dirinya sendiri sesuai dengan permintaan Naga setelah pertarungannya melawan Aleister. Mendengar hal itu tidak ada satupun karyawan manusia non penyihir yang mempermasalahkannya bahkan mereka terkesan tidak terkejut dan menganggap hal itu normal karena bagi mereka semua karyawan ‘Keajaiban Bumi’ adalah keluarga kedua dimana Naga pernah berkata bahwa dirinya tidak akan mencampakan keluarganya sekalipun keluarganya mencampakan dirinya....