
... Alika merupakan penyihir kecil yang dibuang oleh kedua orang tuanya karena kekuatan sihirnya yang sangat menakutkan. Dimana ketika seseorang mengabulkan tiga permintaan Alika maka sosok yang dipanggil Nanika oleh Naga akan mewujudkan satu permintaan dari orang yang mengabulkan tiga permintaan Alika sebelumnya. Namun jika seseorang menolak mengabulkan empat permintaan Alika maka orang tersebut akan tewas beserta orang - orang yang dicintainya....
... Pada awalnya kedua orang tua Alika tidak mengetahui konsekuensi dari menolak permintaan Alika sekalipun mereka tidak berpikir menggunakan kekuatan Alika untuk hal negatif. Hingga mereka menyadari bahwa permintaan Alika dipengaruhi oleh sosok Nanika yang membuat permintaannya diluar nalar anak - anak pada umumnya dan barulah mereka menyadari konsekuensi dari menolak permintaan Alika. Sejak saat itu Alika dibuang oleh kedua orang tuanya dan diselamatkan oleh Naga yang membawa Alika ke sebuah tempat bernama Kyokai sebuah rumah yang Naga, Yuna dan beberapa penyihir kenalan Naga siapkan untuk orang - orang terbuang yang membutuhkan bantuan....
... Pada awalnya Alika hidup damai di Kyokai bersama teman - temannya hingga suatu kejadian yang membuat beberapa orang tewas akibat menolak permintaan Alika. Sejak saat itu Alika di isolasi dan Naga selalu mengunjungi Alika secara rutin di tempat rahasia yang diawasi oleh dewan sihir Indonesia. Hanya kepada Naga, Alika tidak pernah meminta permintaan diluar nalar dan bagi Nanika, Naga adalah seorang pria yang tulus ingin melindungi dirinya hingga membuat Nanika merasa bahwa Naga benar - benar kakaknya....
... Akhirnya Gerard mengizinkan Naga untuk membawa Alika pergi atas persetujuan dewan sihir Indonesia lainnya dengan syarat Naga bertanggung jawab penuh atas Alika selama Alika diluar area isolasi. Setelah mendapat izin Naga dan Alika pergi dari bangunan tersebut dan saat mereka di luar dari bangunan tersebut Alika langsung mencium pipi kanan Naga dengan penuh senyuman. Naga bergegas pergi menggendong Alika untuk menemui Resa yang terbaring lemah di rumah sakit dan diwaktu yang bersamaan para penyihir di seluruh dunia bertarung melawan makhluk sihir yang keluar dari portal yang dibuka oleh Azazel di seluruh dunia....
... Portal yang dibuka oleh Azazel di seluruh dunia bukan hanya membuat kekacauan dan kepanikan saja tapi juga membangun kehidupan harmonis antara manusia non penyihir dengan para penyihir secara perlahan yang membuat Azazel terkejut. Di rumah sakit delapan puluh persen tubuh Resa sudah terkena sihir kutukan yang membuat keadaan Resa sangat mengerikan hingga Yuna meminta Bela, Lusi, dan Angela untuk tidak masuk ke dalam ruangan tersebut. Setibanya di rumah sakit Naga langsung masuk bersama Alika ke ruangan tempat Resa dirawat dan di dalam sudah ada Yuna serta Malik yang menjaga Resa....
“Alika bisakah panggilkan Nanika untuk menyembuhkan istri kakak?” tanya Naga sambil menatap Alika dengan penuh harap.
“Tentu kak Naga.” jawab Alika sambil tersenyum manis.
... Tidak lama kemudian Alika terduduk dan Nanika langsung melihat ke arah Resa dengan mata hitam legam menyeramkannya yang membuat Malik dan Yuna terkejut. Malik dan Yuna terkejut bukan karena melihat Nanika melainkan mengetahui bahwa Naga bisa memanggil Nanika tanpa memenuhi tiga permintaan Alika terlebih dahulu. Hal itu tentu akan membuat Naga semakin kuat sekalipun kekuatan Nanika memilik batasan tertentu yang belum diketahui oleh Yuna, Malik, dan dewan sihir Indonesia....
“Tangan, tangan!” kata Nanika sambil mengulurkan tangan kanannya yang membuat Naga menggendong Nanika untuk menyentuh tangan Resa.
... Tidak lama kemudian kekuatan sihir yang luar biasa hebat menyelimuti tubuh Resa hingga para penyihir yang ada di Jabodetabek terkejut akan besarnya luapan energi sihir tersebut. Bahkan beberapa monster yang sedang menyerang juga bergidik ketakutan dan dimanfaatkan oleh para penyihir dari Indonesia untuk memusnahkan mereka. Setelah luapan energi sihir tersebut menghilang tubuh Resa kembali pulih seperti sedia kala seolah - olah tidak terjadi apapun kepada dirinya....
“Resa!” kata Naga yang langsung memeluk Resa dengan penuh kasih sayang takut akan kehilangan Resa.
__ADS_1
... Resa awalnya melihat Nanika dan tidak lama kemudian Nanika berubah menjadi sosok Aluka tapi Resa tidak memikirkan apapun tentang hal itu karena fokus memeluk Naga. Naga menjelaskan bahwa Alika yang membantu Resa untuk pulih dan membuat Resa berterima kasih kepada Alika hingga mereka saling bertukar senyuman satu sama lain. Tidak lama kemudian Bela, Lusi, dan Angela juga diberitahu sehingga mereka langsung datang ke ruang rawat inap tempat Resa berada yang langsung memeluk Resa dengan penuh senyuman lega....
“Kakak gendong aku untuk duduk di kasur!” pinta Alika kepada Bela.
“Alika!” tegur Naga tegas sambil menatap Alika tajam.
“Tidak apa Naga, aku tidak keberatan.” jawab Bela yang membuat Naga menatap tajam ke arah Bela sehingga Bela tidak jadi menggendong Alika ke atas kasur.
“Kak Naga jangan marah!” pinta Alika manja sambil tertunduk sedih mendekatkan kepalanya ke tubuh Naga.
“Kak Naga tidak marah tapi kamu sudah berjanji hanya akan meminta sesuatu kepada kakak, apa kamu bisa menepatinya?” tanya Naga lemah lembut sambil memegang kedua pipi Alika dengan kedua tangan Naga agar bisa menatap mata Alika.
“Iya.” jawab Alika manja sambil mengangguk paham.
“Apa aku melakukan sebuah kesalahan dokter Yuna?” tanya Bela penasaran.
... Yuna langsung menjelaskan kekuatan Alika kepada Bela, Lusi, Angela, dan Resa kala Naga sedang membeli minuman untuk mereka semua. Ketika mendengar penjelasan Yuna, Bela, Lusi, dan Angela menelan ludahnya sendiri karena terkejut mengetahui kekuatan Alika. Resa yang mulai terbiasa dengan hal - hal mengejutkan di sekitar Naga tidak lagi terkejut kala mengetahui kekuatan Alika terlebih saat dia sedang memeluk Naga dia juga melihat sosok Nanika yang baru menolongnya....
... Ketika Naga dan Alika kembali sambil membawa minuman, Naga membagikan minuman yang dia bawa ke Yuna, Malik, Bela, Lusi, dan Angela sementara Alika memberikan sebuah minuman kepada Resa. Naga langsung menggendong Alika agar bisa duduk di kasur tempat Resa duduk dan membuat Alika bisa mengobrol santai dengan Resa. Tidak butuh waktu lama untuk Resa dan Alika bisa saling mengenal satu sama lain dan merasakan kedekatan diantara mereka yang membuat Alika tersenyum bahagia begitupun dengan Resa....
“Alika tolong sampaikan terima kasihku kepada Nanika ya!” pinta Resa sambil tersenyum bahagia menatap Alika.
__ADS_1
“Apakah kak Resa mau bertemu dengan Nanika?” tanya Alika memastikan.
“Bisakah?” tanya Resa sambil melihat ke arah Naga.
“Tentu!” jawab Alika sambil mengangguk dan tidak lama kemudian sosok Nanika menggantikan kesadaran tubuh Alika.
“Nanika terima kasih telah menolongku!” kata Resa sambil tersenyum ramah menatap Nanika yang membuat Nanika melihat ke arah Naga dengan mata hitam legamnya.
“Resa orang yang dicintai Naga!” jawab Nanika sambil melihat ke arah Resa dengan mata hitam legamnya yang membuat Naga, Yuna, dan Malik terkejut sambil saling bertukar pandangan satu sama lain.
“Nanika maukah kamu membantuku menghabisi monster - monster jahat?” tanya Naga sambil menatap Nanika.
“Kay!” jawab Nanika setuju.
“Tolong tutup semua portal makhluk sihir yang ada di pulau Jawa!” pinta Naga dan tidak lama kemudian luapan energi sihir yang sangat besar keluar.
... Dewan sihir Indonesia langsung memberitahu semua orang di pulau Jawa bahwa portal sihir yang dibuat oleh Azazel tiba - tiba menghilang. Naga memberitahu bahwa itu berkat kekuatan Nanika dan sebagai bentuk tanggung jawabnya atas izin yang diberikan oleh dewan sihir Indonesia. Mendengar hal itu dewan sihir Indonesia merasa lega dan memerintahkan para penyihir yang berada di pulau Jawa untuk menyebar ke pulau lain membantu memusnahkan para mahkul sihir yang terus bermunculan karena Nanika tertidur akibat kelelahan....
“Ayo kita juga perlu bergegas tenaga medis pasti sangat dibutuhkan!” ajak Resa kala mengetahui para penyihir sedang bertarung melawan para makhluk sihir.
“Ketika bersiaga disini ketika kamu terkenan kutukan sudah cukup banyak korban yang berdatangan!” jawab Yuna tegas yang dijawab anggukan oleh Resa, Bela, Lusi dan Angela.
__ADS_1
“Aku akan pergi ke Papua bersama Alika dan menyelesaikan permasalah portal sihir disana!” kata Naga yang langsung mencium kening Resa lalu menggendong Alika pergi menuju tanah Papua.
“Aku akan membantu pulau Sumatera!” lanjut Malik sambil tersenyum pamit menatap Yuna sebelum pergi.