Elemental Spirit

Elemental Spirit
Kolam Darah Neraka


__ADS_3

... Akibat serangan tersebut Naga sempat tidak sadarkan diri beberapa saat hingga jalan sempoyongan dan membuat Belphegor bisa dengan mudah memukul perut Naga hingga Naga terpental membentur salah satu dinding bangunan di sekitar area tersebut. Ketika Belphegor hendak pergi, dia melihat reruntuhan bangunan yang bergerak dan munculah Naga yang mulai bangkit kembali dengan tubuh yang terluka cukup fatal. Tendangan bertubi - tubi Naga sebelumnya juga memberikan luka yang serius kepada Belphegor sehingga Belphegor harus segera menyelesaikan pertarungan ini sebelum dia dikalahkan oleh Naga....


... Tiba - tiba api di kedua tangan Naga sedikit membesar dan berputar sangat cepat lalu seketika Naga menghilang meninggalkan jejak api disetiap langkahnya dengan sangat cepat. Naga langsung menendang perut Belphegor dengan sangat kuat dan cepat hingga Belphegor tidak sempat bereaksi terhadap serangan tersebut. Pada awalnya Belphegor selalu terlmbat bereaksi terhadap serangan tendangan Naga yang sangat cepat hingga membuat dirinya menerima tendangan beruntun kembali dengan kekuatan dan kecepatan yang lebih tinggi dari sebelumnya....


... Namun ketika Naga hendak menendang kepala Belphegor, Belphegor langsung menyeruduk Naga dengan tanduknya sambil mengeluarkan serangan gelombang kejut dari kedua tanduknya. Seketika tendangan beruntun Naga langsung berhenti dan sebelum Naga bisa menginjakan kaki kembali di tanah, Belphegor langsung mengarahkan kepalan kedua tangannya ke tubuh Naga. Belphegor langsung melepaskan gelombang kejut kekuatan penuh dari jurus hukuman dosa kemalasan miliknya yang membuat Naga tergeletak tidak sadarkan diri....


... Menyadari Asmodeus telah musnah dan melihat Naga yang sudah tidak berdaya Belphegor langsung berbalik hendak pergi menghampiri Yuna untuk membalaskan kekalahan Asmodeus. Baru beberapa langkah Belphegor berjalan tiba - tiba Naga bangkit kembali sambil mengeluarkan api biru di sekitar tubuhnya yang menghancurkan tanah disekitarnya. Belphegor yang terkejut langsung berbalik ke arah Naga dan terlihat kobaran api biru di kedua tangan serta kaki Naga menghasilkan luapan energi sihir yang sangat luar biasa....


“Phoenix adalah burung yang mampu beregenerasi walaupun aku tidak bisa menggunakan regenerasinya untuk menghindari seranganmu tapi setidaknya dengan kemampuan itu aku bisa sedikit mengurangi dampaknya.” jawab Naga penuh percaya diri sambil mengepalkan tangan kanannya.


“Kamu boleh menemui kakakku tapi sebagai makanan penutup yang telah aku sempurnakan.” lanjut Naga dingin sambil menatap Belphegor tajam.


... Naga langsung melesat ke arah Belphegor dan ketika Belphegor hendak menyerang balik Naga dengan tanduknya, Naga menggunakan sihir api di tangan kanannya untuk mengubah arah serangan Naga hingga berhasil menyerang Belphegor. Setelah tendangan pertama berhasil Naga kembali menendang Belphegor secara bertubi - tubi dengan tekanan dan suhu api yang jauh lebih panas hingga berhasil menendang kepala Belphegor menggunakan tumitnya yang menghancurkan tanah di sekitar mereka berdua. Tendangan Naga ke arah kepala Belphegor membuat kepala Belphegor terluka parah dan dengan cepat Naga langsung menendang tubuh Belphegor dengan kekuatan penuh....


“Burung biru : cakar sang raja matahari!” kata Naga yang langsung membuat Belphegor terpental dengan sangat cepat hingga menghancurkan semua benda yang dia lewati termasuk dinding pelindung yang dibuat oleh para kunoichi penyihir pelindung Mariko.


“Kak Yuna!” panggil Naga ketika Yuna berdiri melihat Naga yang baru selesai mengalahkan Belphegor.


“Aku lega ...” belum selesai Naga berbicara tubuhnya langsung tersungkur tidak sadarkan diri yang membuat Yuna bergegas menghampiri Naga.

__ADS_1


... Beruntung ketika Naga tidak sadarkan diri semua pertarungan berhasil dimenangkan oleh Naga dan kawan - kawan meskipun ada beberapa kunoichi penyihir pelindung Mariko yang gugur. Dengan bantuan Mariko dan para kunoichinya Yuna membawa Naga serta Irene ke rumah sakit tempat dirinya bekerja untuk merawat mereka berdua. Setibanya di rumah sakit Resa yang datang membantu Yuna terkejut melihat Naga terbaring tidak berdaya terlebih ketika Yuna meminta Naga dikirimkan ke kamar rawat inap tanpa melakukan apapun....


... Resa mengikuti perintah Yuna tanpa membantah satu katapun dan ketika dia kembali ke kamar rawat inap Naga untuk menemani Naga sampai Yuna datang, tiba - tiba muncul seorang pria dengan gaya rambut pompadour panjang berdiri di samping ranjang Naga. Resa bertanya dengan penuh sopan santun tapi tiba - tiba Pika langsung menggendong Naga di pundak kanannya untuk segera pergi dari rumah sakit. Dengan sigap Resa menghadang Pika dan menahan Pika dengan seluruh kekuatannya sambil mengancam akan teriak memanggil sekuriti....


“Tidak perlu khawatir Resa, Pika datang untuk merawat Naga.” kata Yuna yang baru saja tiba sambil melihat ke arah Resa dan Pika.


“Kalau begitu tolong bawa aku ke tempat kamu akan mengobati Naga!” pinta Resa yang menatap Pika dengan penuh tekad.


“Kamu hanya akan mengganggu proses penyembuhan Naga.” jawab Pika sambil menatap Resa tajam.


“Aku tidak akan mengganggu proses penyembuhan Naga aku berjanji.” jawab Resa sambil penatap Pika penuh harap.


“Baiklah dengan satu syarat kamu tidak boleh mempertanyakan metodeku untuk menyembuhkan Naga!” pinta Pika sambil menatap Resa yang dijawab Resa dengan sebuah anggukan.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Pika yang berusaha masuk sambil menangis ketika ditahan oleh kedua bawahan Pika.


“Bukankah kita sepakat bahwa kamu tidak akan mempertanyakan metode penyembuhan yang aku berikan kepada Naga?” tanya Pika yang menatap Resa tajam sambil berdiri menghadang Resa.


“Dengan keadaan Naga seperti itu, Naga bisa mati tenggelam!” kata Resa sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


“Tolong selamatkan Naga!” pinta Resa sambil menangis yang terus mencoba memberontak masuk ke dalam kolam air neraka.


... Tidak lama kemudian Pika membuat Resa tertidur dengan sihirnya dan membawa Resa ke salah satu ruangan dimana Resa bisa tidur dengan baik. Setelah berendam semalaman Naga langsung bangkit ketika matahari terbit dan pergi menemui Resa setelah mendengar Resa ikut datang ke kediaman Pika karena khawatir akan keadaan dirinya. Naga terduduk di samping tempat tidur Resa sambil membelai lembut pipi Resa dengan penuh senyuman yang membuat Resa terbangun dan langsung memeluk Naga dengan penuh air mata....


“Naga aku pikir kamu telah pergi meninggalkan aku!” kata Resa yang menangis sambil memeluk Naga dengan penuh kasih sayang.


“Aku tidak pergi kemana - mana Lea.” jawab Naga yang tersenyum sambil membelai rambut Resa dengan penuh kelembutan.


“Tunggu, apakah ini mimpi?” tanya Resa yang langsung melepaskan pelukannya dari Naga sambil menatap Naga penuh tanya.


“Ini bukan mimpi Lea.” jawab Naga sambil mencubit pipi kanan Resa dengan penuh kelembutan lalu menghapus air matanya.


“Naga sebaiknya kamu melanjutkan proses penyembuhanmu!” pinta Pika mengingatkan yang baru saja tiba di ruangan tempat Resa istirahat.


“Tentu Pika.” jawab Naga sambil mengangguk melihat ke arah Pika.


“Kamu sebaiknya segera mempersiapkan diri untuk bekerja hari ini Lea!” pinta Naga lemah lembut sambil menatap Resa dengan penuh senyuman.


“Aku bisa izin untuk menemanimu memulihkan kesehatanmu Naga.” jawab Resa sambil menatap Naga penuh harap.

__ADS_1


“Aku mungkin masih perlu berendam hingga sore hari setelah itu aku akan pergi menjenguk kak Irene di rumah sakit. Kita bisa bertemu saat aku datang ke rumah sakit Lea dan kamu tidak perlu khawatir keadaanku sudah lebih baik.” jawab Naga sambil membelai rambut Resa dengan penuh senyuman.


... Tidak lama kemudian Naga kembali berendam di kolam darah neraka milik Pika sementara Resa sarapan dan bersiap - siap untuk pergi bekerja. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Resa terngiang - ngiang dengan keadaan Naga yang tidak sadarkan diri kemarin malam. Resa mulai menyadari bahwa sebagai seorang penyihir bahaya yang dihadapi Naga adalah bahaya yang berada di luar akal sehat manusia dan membuat Resa merasa khawatir akan kehilangan Naga karena Naga adalah seorang penyihir....


__ADS_2