
... Setelah satu Minggu menikmati bulan madu di kerajaan manusia ikan Naga dan Resa kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa yang diawali dengan sarapan bersama di rumah mereka yang baru. Resa membeli oleh - oleh untuk teman - temannya di rumah sakit dan untuk keluarganya sementara Naga membeli oleh - oleh untuk semua karyawana restoran ‘Keajaiban Bumi’. Siang itu Resa memesan makanan pesan antar ke restoran ‘Keajaiban Bumi’ yang membuat Naga meminta Yesi untuk mengantarkan pesanan Resa ke rumah sakit....
... Ketika Yesi baru tiba di rumah sakit tempat Resa bekerja ada dua orang mencurigakan yang membuat tim keamanan rumah sakit menghentikan mereka kala mereka sudah berada di depan kantin rumah sakit. Tanpa banyak bicara kedua orang tersebut langsung menghajar tim keamanan rumah sakit di hadapan mereka hingga tewas yang membuat suasana rumah sakit jadi mencekam. Yesi yang melihat hal itu langsung berlari ke arah Resa memastikan Resa dalam keadaan aman sambil membawa pesanan makan siang Resa....
... Yesi meminta Resa untuk mengikutinya dari belakang untuk segera menemui Yuna agar Resa dalam keadaan aman tapi kedua orang mencurigakan tersebut rupanya memang datang ke rumah sakit untuk menemui Resa hingga akhirnya mereka berhasil menghadang Yesi dan Resa. Sadar dirinya terpojok Yesi memberikan pesanan makan siang kepada Resa dan meminta Resa untuk berlari saat Yesi melawan kedua orang dihadapan mereka. Pada awalnya Resa tidak setuju tapi Yesi meyakinkan Resa bahwa dengan Resa berlari dan meminta bantuan dari Yuna akan membuat masalah ini teratasi dengan baik - baik saja....
... Akhirnya Resa setuju dengan ide Yesi dan ketika Yesi mulai berlari menghadang kedua orang tidak dikenal Resa juga ikut berlari ke arah yang lain untuk meminta bantuan kepada Yuna. Ketika Yesi menerjang untuk menghadang kedua orang tidak dikenal salah satu dari mereka memukul perut Yesi hingga Yesi terpental ke tembok kesakitan dan satu orang lainnya langsung menghadang Resa. Yesi bergegas bangkit dan berusaha melindungi Resa tapi orang yang memukul Yesi sebelumnya dengan cepat memukul Yesi kembali beberapa kali di bagian wajah serta perutnya hingga Yesi tersungkur kesakitan....
... Orang yang menghadang Resa dengan cepat menusukan sebuah jarum sihir ke bahu kanan Resa dan tidak lama kemudian jarum sihir tersebut seolah - olah masuk ke dalam bahu kanan Resa. Dengan kondisi yang tidak berdaya Yesi kembali bangkit dan berusaha menolong Resa tapi orang yang menghajar Yesi sebelumnya kembali menghajar Yesi hingga Yesi babak belur semakin tidak berdaya. Tidak lama kemudian Naga tiba dan kedua orang tersebut langsung mundur membuat Naga dengan sigap memeluk Resa yang jatuh karena tiba - tiba merasa pusing....
“Kami tidak mungkin menang melawanmu Naga tujuan kami hanya memberikan hadiah kepada Resa!” kata orang yang menusukan jarum sihir ke bahu Resa.
... Naga yang emosi melihat keadaan Resa langsung menatap tajam ke arah kedua orang di hadapannya tapi kedua orang tersebut langsung menggunakan sihir di jari jempol mereka masing - masing yang ditusukan ke dada kiri mereka masing - masing. Tidak lama kemudian kedua orang tersebut muntah darah lalu mati dengan keadaan jantung yang berlubang akibat tusukan dari jari jempol mereka masing - masing. Naga langsung menggendong tubuh Resa dengan kedua tangannya di depan dadanya dan ketika Naga hendak pergi tiba - tiba Azazel muncul dengan tubuh samaran manusia miliknya sambil bertepuk tangan dengan sangat kencang....
“Kalian baru saja menikah tentu aku harus memberikan hadiah bukan?” tanya Azazel sambil tersenyum penuh kemenangan menatap Naga.
__ADS_1
“Ah aku juga menyiapkan pesta untukmu enam hari enam jam dan enam menit dari sekarang di seluruh dunia akan terbuka banyak portal yang memunculkan banyak makhluk sihir. Mereka datang dengan satu tujuan yaitu musnahkan semua makhluk hidup yang ada di bumi dan berpestalah di atas darah mayat mereka semua.” lanjut Azazel sambil tersenyum penuh kemenangan.
“Selamat menikmati pestamu Naga!” tambah Azazel yang tiba - tiba langsung menghilang tanpa jejak.
... Naga yang kesal hampir mengeluarkan luapan energi sihirnya di dalam rumah sakit tapi beruntung Yuna sudah tiba dan menenangkan Naga agar mengutamakan keselamatan Resa terlebih dahulu. Naga langsung membawa Resa ke salah satu ruang rawat inap dan Yuna langsung menggunakan sihir penyembuhnya kepada Resa tapi sihir penyembuh milik Yuna tidak memberikan efek apapun kepada luka di bahu Resa yang semakin lama semakin menyebar. Melihat kondisinya Yuna dan Naga menyadari bahwa luka di bahu Resa adalah sihir kutukan yang membuat mereka langsung menghubungi Malik....
... Ketika Malik tiba di rumah sakit dan hendak menolong Resa ternyata kutukan yang ada pada bahu Resa berbeda dengan sihir kutukan sebelumnya dimana kutukan yang ada ditubuh Resa seolah - olah telah bersatu dengan tubuh Resa sehingga jika Malik menghancurkan kutukan tersebut maka tubuh Resa juga akan ikut hancur. Di waktu yang bersamaan Resa mulai kehilangan kesadarannya dan mengingau menahan rasa sakit ketika sihir kutukan tersebut terus menyebar ke seluruh tubuhnya. Resa tidak mungkin dibawa ke kolam darah neraka milik Pika karena itu akan membunuh Resa yang membuat Yuna dan orang - orang yang ada di ruangan tersebut kehilangan pilihan sementara Naga langsung bangkit dan berjalan pergi....
“Naga kamu mau pergi kemana?” tanya Yuna penuh perhatian.
“Dewan sihir belum tentu akan mengizinkannya terlebih portal yang dikatakan oleh Azazel sebelumnya sudah bermunculan di berbagai penjuru dunia.” kata Yuna mengingatkan dengan penuh kelembutan.
“Aku akan membunuh semua dewan sihir Indonesia termasuk Kakek jika mereka tidak mengizinkannya!” jawab Naga sambil melihat ke arah Yuna dengan tatapan tajam penuh nafsu membunuh yang membuat Bela, Lusi, dan Angela merinding ketakutan ketika melihat Naga.
... Naga langsung pergi ke sebuah tempat rahasia milik dewan sihir Indonesia yang terletak di gunung Parang, Purwakarta dengan sihir petirnya. Naga meminta izin menemui seorang gadis yang dikurung di tempat rahasia tersebut yang penuh dengan penjagaan dari para penyihir. Salah satu dewan sihir Indonesia yang bertugas menjaga lokasi tersebut memenuhi permintaan Naga yang membuat Naga langsung pergi menemui seorang gadis yang berada di lantai dasar bangunan rahasia tersebut....
__ADS_1
... Sang dewan sihir penjaga bangunan tersebut juga melaporkan kejadianya ke semua anggota dewan sihir Indonesia termasuk Gerard yang membuat mereka langsung memperhatikan Naga yang sudah berada di sebuah ruangan bersama seorang gadis kecil. Gadis kecil tersebut bernama Alika yang langsung berlari memeluk Naga ketika melihat Naga tiba di kamarnya dengan penuh senyuman sambil memeluk Naga. Naga meminta maaf kepada Alika karena beberapa Minggu terakhir Naga tidak bisa mengungjunginya akibat misi yang dijalankannya....
“Tidak apa kak Naga, aku sangat senang akhirnya kak Naga datang kesini.” jawab Alika yang memeluk Naga dengan penuh senyuman.
“Kak Naga matilah!” pinta Alika sambil mengarahkan telunjuk kanannya ke arah kepala Naga setelah melepas pelukannya dari Naga.
“Baiklah.” jawab Naga sambil tersenyum.
“Bang!” kata Alika dan seketika kepala Naga menghilang.
... Melihat kepala Naga menghilang dan tubuh Naga langsung terjatuh kebelakang membuat Alika tertawa kegirangan. Tidak lama kemudian Alika meminta Naga untuk segera bangun dan ketika tubuh Naga mulai duduk tegap Naga langsung mengeluarkan kepalanya yang dia sembunyikan dibalik baju yang dia kenakan hingga membuat Alika tertawa kegirangan. Kemudian Alika meminta Naga untuk membelainya yang membuat Alika rebahan sambil memeluk Naga kala Naga membelai kepala Alika dengan penuh kasih sayang....
... Tidak lama kemudian Naga menggendong Alika dengan kedua tangannya di depan dadanya sambil berjalan ke arah pintu keluar yang membuat Gerard meminta Naga mengucapkan permohonannya di dalam ruangan tersebut. Namun Naga bersikeras untuk membawa Alika pergi dari ruangan tersebut bersamanya sambil melihat ke arah kamera CCTV. Semua dewan sihir yang menyaksikan hal tersebut terus mendesak Naga untuk mengucapkan permohonannya di dalam ruangan tersebut hingga membuat Naga kesal....
“Nanika jika tiga puluh menit kita belum keluar dari bangunan ini bunuh semua anggota dewan sihir Indonesia dan jika kita berhasil keluar dari banugnan ini sebelum tiga puluh menit tolong cium pipi kananku!” pinta Naga sambil menatap tajam ke arah kamera CCTV dengan tatapan penuh nafsu membunuh yang membuat semua dewan anggota sihir terkejut kala mendengarnya.
__ADS_1
“Kay!” jawab Nanika sambil melihat ke arah kamera CCTV dengan mata berwarna hitam legam yang sangat menyeramkan.