Elemental Spirit

Elemental Spirit
Makhluk Sihir Penggoda


__ADS_3

... Sepulang dari rumah kedua orang tuanya Resa menunggu Naga di depan rumahnya sambil menangis merasa bersalah. Setibanya Naga di depan rumah, Resa langsung berlari memeluk Naga sambil menangis dalam pelukan Naga karena gara - gara dirinya hidup Naga telah menderita selama ini. Naga menjawab bahwa itu hanyalah masa lalu, justru karena hal itu Naga bersyukur karena dirinya bisa fokus menjadi seorang penyihir hingga seperti saat ini sambil membelai rambut Resa dengan penuh kasih sayang....


“Aku minta maaf Naga.” kata Resa yang masih menangis setelah melepas pelukannya.


“Tidak perlu dipikirkan lagi Lea, ayo masuk!” ajak Naga yang memegang kedua pipi Lea dengan kedua tangannya sambil menatap Resa dengan penuh senyuman.


“Bagaimana dengan lukamu?” tanya Resa sambil memegang perut Naga dengan penuh kelembutan.


“Sudah sembuh.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Resa.


... Naga dan Resa berjalan masuk ke dalam rumah sambil bergandengan, lalu membersihkan diri mereka masing - masing sebelum mereka mengobrol kembali di sofa. Akhirnya Naga menceritakan bahwa setelah dirinya tidak bisa melanjutkan mimpinya untuk menjadi seorang prajurit TNI dirinya berlatih menjadi seorang penyihir. Setelah dua tahun berlatih intensif akhirnya Naga mulai mengerjakan beberapa misi dari divisi pertahanan sihir dan mitologi Indonesia sambil mengikuti les untuk menjadi seorang koki....


... Satu tahun berikutnya Naga mulai mengerjakan misi sebagai soerang penyihir sekaligus menjadi koki di sebuah restoran dan tiga tahun yang lalu Naga memutuskan untuk mulai membuka restorannya sendiri. Naga juga menceritakan bahwa dirinya sudah tahu Resa bekerja di rumah sakit yang sama dengan Yuna sejak pertama kali Resa mulai bekerja. Resa mendengarkan cerita Naga dengan seksama hingga dia menyadari bahwa ucapan Naga yang bersyukur akibat ulah Mamahnya itu bukan semata - mata untuk menenangkan Resa, tapi itu benar - benar ungkapan perasaan Naga yang sesungguhnya....


“Ada apa Lea?” tanya Naga memastikan ketika memperhatikan Resa yang terus memegang perut Naga yang ditusuk oleh Yuna dengan penuh kelembutan.


“Gara - gara aku, kamu dan kak Yuna bertengkar sampai kak Yuna menusukmu.” jawab Lea sedih sambil terus mengusap perut Naga dengan penuh kelembutan.


“Tidak perlu khawatir Lea, kak Yuna adalah orang pertama dan yang paling peduli kepadaku dari keluargaku. Marahnya kak Yuna hanya pada hari itu saja, besok kak Yuna akan kembali seperti kak Yuna biasanya.” jawab Naga sambil membelai rambut Resa dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


“Apa aku perlu memperlihatkan perutku agar kamu tidak khawatir lagi?” lanjut Naga sambil tersenyum menatap Resa yang membuat Resa terkejut.


... Tidak lama kemudian Naga membuka bajunya dan memperlihatkan tubuhnya kepada Resa dan tidak ada bekas luka tusukan ditempat Yuna menusuk Naga. Ini pertama kali Resa melihat tubuh Naga yang atletis tanpa baju dan Resa cukup penasaran dengan tubuh Naga karena tidak ada luka sedikipun ditubuh Naga padahal dunia para penyihir tampaknya dunia yang sangat keras. Naga menjelaskan bahwa sihir penyembuh bukan hanya menyembuhkan luka saja tapi juga menghilangkan bekas luka dari luka tersebut....


... Keesokan paginya Resa bangun dengan penuh senyum kebahagiaan dan penuh semangat lalu membersihkan dirinya sendiri sebelum turun ke restoran untuk sarapan bersama yang lain. Namun ketika sedang sarapan Resa apa yang dikatakan oleh Yuna kemarin tentang dirinya dan merasa canggung untuk bertemu Yuna karena merasa bersalah atas apa yang dilakukan keluarganya kepada Naga. Naga yang menyadari hal tersebut langsung menghampiri Resa dan meyakinkan Resa bahwa hari ini Yuna sudah kembali seperti Yuna yang biasa Resa kenal....


... Setelah diyakinkan oleh Naga, Resa menjadi lebih percaya diri untuk pergi bekerja. Ketika bertemu dengan Yuna, Resa kembali gugup tapi kali ini Resa berusaha memberanikan diri untuk meminta maaf kepada Yuna. Setelah Resa tiba dihadapan Yuna, Bela, Lusi, dan Angela melihat ke arah mereka mencemaskan keadaan mereka berdua tapi ingin memberikan waktu bagi mereka berdua berdamai dengan keadaan mereka masing - masing....


“Sepertinya Naga sudah menjelaskan situasi dan kondisiku kepadamu Resa?” tanya Yuna memastikan sambil menatap Resa yang tertunduk dan menjawab hanya dengan sebuah anggukan.


“Kalau begitu mari kembali fokus bekerja!” ajak Yuna ramah.


“Tunggu kak Yuna!” pinta Resa sambil menatap Yuna dengan mata berkaca - kaca.


“Jika kamu ingin meminta maaf maka sebaiknya berhenti membahas masalah ini!” pinta Yuna sambil membelakangi Resa.


... Tidak lama kemudian Yuna langsung pergi untuk lanjut bekerja diikuti oleh Resa yang menghapus air matanya terlebih dahulu. Ketika sedang sibuk bekerja dokter Johan mencari Resa dan kebetulan dokter Johan bertemu Yuna yang langsung meminta Yuna untuk memberitahu Resa agar segera pergi ke kantor polisi karena kakaknya sedang dalam masalah. Naga yang sudah lama mengawasi Akvan grup mengetahui bahwa Akvan grup telah mengirimkan makhluk sihir penggoda untuk menghancurkan Umar....


... Sehingga ketika tahu Umar ditangkap polisi karena diduga melakukan pemerkosaan Naga langsung pergi ke rumah sakit tempat Resa bekerja untuk memberitahu Resa. Namun ketika tiba di rumah sakit Resa yang sudah mendengar berita tersebut langsung meminta Naga untuk mengantarkan dirinya menuju kantor polisi tempat Umar ditahan. Setibanya mereka berdua di kantor polisi Resa langsung menemui keluarganya untuk mengetahui kronologi yang terjadi sementara Naga berusaha meminta izin untuk bertemu pelapor....

__ADS_1


“Maaf dia sedang diperiksa, hanya pengacaranya saja yang boleh masuk untuk menemuinya.” jawab polisi yang berjaga.


... Ketika Yuna melihat Naga yang datang ke rumah sakit, Yuna merasakan sesuatu yang janggal karena seolah - olah Naga mengetahui sesuatu sedang terjadi kepada kakaknya Resa. Tidak lama kemudian Irene datang menemui Yuna dan memberitahu Yuna bahwa Naga sudah lama mengawasi Akvan grup pesaing bisnis dari keluarga Ameer yang bekerja sama dengan Belphegor dan Asmodeus. Mendengar hal itu Yuna langsung mengerti alasan kedatangan Naga dan meminta Irene untuk ikut bersamanya menuju kantor polisi tempat Umar ditahan....


... Dalam perjalanan menuju kantor polisi Yuna menghubungi Kakeknya untuk meminta Kakeknya berkoordinasi dengan kepolisian karena ada makhluk sihir yang ditangkap oleh pihak polisi. Kakeknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian sesuai yang diminta oleh Yuna untuk mencegah yang tidak diinginkan terjadi kepada manusia non penyihir. Naga sedang memikirkan cara agar bisa bertemu dengan makhluk sihir penggodan yang berusaha menghancurkan kehidupan Umar dan ketika Naga berpikir untuk menemui Kakeknya serta pamit kepada Resa tiba - tiba Yuna bersama Irene tiba dikantor polisi....


“Kak Irene! Kak Yuna!” kata Naga terkejut yang langsung berdiri di depan Resa.


“Apa kamu tidak mempercayaiku?” tanya Yuna dingin sambil menatap Naga tajam dengan rambut yang sudah digerai.


“Aku selalu mempercayai kakak makanya aku berdiri disini.” jawab Naga sambil tersenyum santai menatap Yuna.


... Tidak lama kemudian seorang kapolsek datang menemui Yuna dan Irene mengatakan bahwa pelapor atas kasus dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Umar telah diserahkan kepada mereka berdua. Mendengar hal itu Naga langsung meminta kepada Yuna agar dirinya yang menginterogasi sang pelapor sambil membujuk Yuna dengan manja. Tanpa ragu Yuna langsung mengizinkan Naga untuk bertemu sang pelapor yang sudah mereka ketahui bahwa pelapor merupakan makhluk sihir penggoda....


“Kak Yuna temani aku bertemu dengan sang pelapor!” pinta Naga manja sambil menggenggam tangan kanan Yuna.


“Kamu tidak membutuhkan aku untuk menemuinya!” jawab Yuna dingin yang tahu alasan sebenarnya Naga meminta Yuna untuk ikut bersamanya.


“Dia perempuan aku tidak bisa menangani perempuan begitu saja harus ada perempuan lain yang membantuku!” bujuk Naga sambil menarik tangan kanan Yuna yang mau tidak mau Yuna ikut bersama Naga.

__ADS_1


... Ketika Naga dan Yuna sedang berjalan menuju ruangan tempat sang pelapor sedang dimintai keterangan, Naga menoleh ke arah Irene memberikan sebuah kode. Irene yang mengerti kode dari Naga langsung berjalan dan berdiri di depan lorong tempat Naga dan Yuna pergi menemui sang pelapor. Ketika Naga masuk dan duduk di ruangan tempat si pelapor sedang dimintai keterangan tiba - tiba sang pelapor langsung terkejut ketakutan melihat Naga....


“Sepertinya kamu mengetahui siapa aku.” kata Naga sambil tersenyum menatap sang makhluk sihir penggoda di hadapannya.


__ADS_2