
... Meskipun Malik sudah berhasil mengalahkan Behemoth tapi Malik beserta penyihir lainnya masih disibukan dengan makhluk - makhluk sihir yang mengancam nyawa manusia lainnya. Dua makhluk sihir yang dikirim oleh Belphegor dan Asmodeus menyamar menjadi manusia untuk bisa berbaur dengan para manusia hingga bisa mendekati pos medis yang sudah disiapkan. Ketika melihat Resa di pos medis garda terdepan kedua mankhluk sihir yang dikirim Belphegor dan Asmodeus berpura - pura sakit untuk bisa mendekati Resa....
... Ketika salah satu makhluk sihir tersebut sedang berjalan mendekati Resa tiba - tiba Naga muncul dari langit dan langsung menginjak makhluk sihir tersebut hingga tewas serta menghancurkan tanah disekitarnya. Kedatangan Naga membuat orang - orang disekitar terkejut serta ketakutan hingga para penyihir langsung bersiap siaga mengitari kepulan asap tersebut. Makhluk sihir satunya langsung tersenyum karena mengetahui orang yang baru saja tiba dihadapannya adalah Naga target utama yang paling diingkan oleh Azazel, Astaroth, Belphegor dan Asmodeus....
“Maaf sepertinya aku datang terlam ...” kata Naga yang berhenti berbicara ketika melihat Resa bersama Bela, Lusi, dan Angela berada di pos medis garda terdepan.
“Aku sangat beruntung sekali!” teriak makhluk sihir satunya yang langsung menyerang Naga dengan sihir petir hingga terjadi ledakan di tubuh Naga.
... Resa langsung menutup mulutnya sendiri terkejut karena Naga yang baru saja dia lihat langsung menjadi korban ledakan dari salah satu makhluk sihir termasuk Bela, Lusi, dan Angela yang sama terkejutnya. Namun setelah asap dari ledakan tersebut hilang Naga langsung melihat ke arah sang makhluk sihir satunya sambil tersenyum santai. Dengan cepat Naga mengeluarkan buku elemental spiritnya di tangan kiri dan sihir bola api di tangan kanan lalu menembakan bola api sihirnya ke arah langit yang membuat makhluk sihir di depannya keheranan....
“Apa kamu bodoh? Musuhmu jelas terlihat dihadapanmu tapi kamu malah menggunakan sihirmu ke arah langit?” tanya sang makhluk sihir keheranan.
“Sihirmu adalah elemen petir dan sudah sewajarnya jika kamu memiliki ketahanan terhadap elemen petir itu sendiri. Namun kamu tetap tidak akan sanggup menahan sambaran petir alami yang dimodifikasi oleh sihir.” jawab Naga santai sambil tersenyum melihat ke arah makhluk sihir dan membuat sang makhluk sihir langsung melihat ke arah langit.
“Sambaran petir satu juta volt!” kata Naga dingin sambil menatap tajam ke arah sang makhluk sihir.
... Tiba - tiba muncul sebuah sambaran petir yang sangat dahsyat hingga memusnahkan makhluk sihir tersebut dan meluluh lantahkan area disekitarnya. Semua penyihir di Indonesia mengetahui bahwa Naga adalah salah satu penyihir peringkat S tapi banyak dari mereka yang belum pernah melihat langsung kekuatan Naga. Resa, Bela, Lusi, dan Angela juga terkejut melihat kekuatan Naga hingga mereka tidak bisa berkata - kata hanya terdiam membisu melihat ke arah Naga....
“Dia baru selesai memakan perangkap yang dibuat Aleister untuknya.” celetuk Irene sambil melihat ke arah Yuna yang masih melihat ke arah Naga.
__ADS_1
“Kak Irene! Kenapa kamu tiba - tiba membicarakan hal itu!” protes Naga sambil melihat ke arah Irene.
“Aku hanya menjawab pertanyaan kakakmu sebelum dia tanyakan, terlebih kamu masih bisa menggunakan sihir tingkat tinggi tapi tidak menyadari keberadaan kekasihmu dan teman - temanmu disini. Yuna pasti tahu ada sesuatu yang salah denganmu karena itu bukan suatu hal yang biasa dilakukan oleh seorang Naga.” jawab Irene santai yang tiba - tiba fokusnya teralihkan ketika melihat Resa.
“Irene!” kata Irene memperkenalkan dirinya kepada Resa sambil mengulurkan tangan kanannya setelah tiba - tiba muncul tepat dihadapan Resa yang membuat Resa, Bela, Lusi, dan Angela terkejut.
... Tiba - tiba Irene menceritakan sebuah ironi dimana Naga selalu melindungi Resa dari makhluk - makhluk sihir yang dikirim oleh musuh keluarganya tapi keluarga Resa malah ingin membunuh Naga dengan memanfaatkan kekacauan saat ini. Mendengar hal itu Resa terkejut hingga berjalan mundur beberapa langkah lalu terduduk lemas sambil meneteskan air mata melihat ke arah Naga. Sementara Yuna langsung melepas ikatan rambutnya hingga semua rambutnya tergerai ke bawah dan mengeluarkan luapan energi sihir yang membuat para penyihir di area tersebut terkejut kecuali Naga....
“Kak Irene!” protes Naga sambil melihat ke arah Yuna.
“Kamu bilang membutuhkan bantuanku, tapi setelah tiba di Indonesia apa yang kamu minta? Kamu ingin aku membunuhmu jika kamu gagal menghentikan Aleister, apa kamu pikir aku akan menerimanya begitu saja?” jawab Irene kesal sambil melihat ke arah Naga.
“Minggir Naga!” pinta Yuna dingin.
“Hentikan Yuna!” pinta Gerrard kakek Naga dan Yuna yang baru tiba bersama Malik dan beberapa penyihir lainnya setelah semua makhluk sihir berhasil dimusnahkan.
... Seketika Yuna langsung meluapkan kemarahannya kepada Gerrad kakeknya, karena Yuna tahu bahwa Gerrard datang ke pertemuan pembahasan terkait rencana teknis menghadapi deklarasi perang dari Aleister yang juga dihadiri oleh keluarga Ameer. Yuna mempertanyakan bagaimana mungkin Gerrard tetap bersikap tenang dan santai ketika tahu bahwa keluarga Ameer secara tidak langsung ingin memanfaatkan kekacauan ini untuk membunuh Naga. Gerrard hanya tertunduk dan terdiam mendengar Yuna yang kesal serta kecewa kepadanya....
“Ketika Ibunya Resa menghancurkan masa depanmu lalu Ayahmu berlutut memohon kepadanya dan kamu memintaku diam, aku diam. Ketika kamu memintaku memperlakukan Resa dengan baik saat pertama kali Resa bekerja di rumah sakit yang sama denganku, aku melakukannya. Namun untuk kali ini jika kamu ingin menghentikan aku, kamu harus membunuhku Naga!” pinta Yuna tegas nan dingin yang terus berusaha pergi meskipun ditahan oleh kedua tangan Naga.
__ADS_1
... Seketika Naga langsung memeluk Yuna dengan penuh kelembutan lalu melemparkan Yuna ke arah belakang dari Yuna. Yuna yang dilempar Naga dengan sigap langsung kembali berdiri sambil menghunus sebilah pedang dan menatap Naga dengan tatapan tajam. Tanpa basa basi Yuna langsung menerjang ke arah Naga sementara Naga dengan pasrah membiarkan tubuhnya oleh Yuna yang membuat Yuna terkejut karena Naga tidak menghindar....
“Jika kakak ingin pergi dari sini kakak harus membelah tubuhku terlebih dahulu!” pinta Naga sambil memegang tangan kanan Yuna untuk menusukan pedangnya lebih dalam lagi ke tubuh Naga yang membuat Yuna menatap lurus berkaca - kaca.
... Seketika Yuna langusng menghilangkan pedangnnya dan langsung mengobati luka di tubuh Naga dengan sihir penyembuh miliknya. Sementara Resa masih terpukul mengetahui fakta tersebut yang membuat Resa pergi sambil menangis tanpa henti. Gerrard menyatakan bahwa peperangan melawan Alesiter sudah berakhir cepat periksa keadaan masing - masing untuk memastikan keadaan semuanya baik - baik saja lalu bantu para korban perang yang masih ada di lapangan baik itu yang mengalami luka ringan, berat, ataupun sudah tewas....
... Semua orang yang mendengar perkataan Gerrard langsung melaksanakan yang diperintahkan Gerrard dengan seksama para prajurit yang berguguran juga di jejerkan sebelum diberikan penghormatan terakhir. Seluruh masyarakat Indonesia bisa bernapas lega setelah mengetahui deklarasi perang dari Aleister berhasil digagalkan oleh pasukan gabungan antara penyihir dan manusia non penyihir. Namun tiba - tiba Azazel muncul dari sebuah portal yang ada di langit tepat di atas Naga, Gerrard, dan orang - orang lainnya yang berada di pos medis garda terdepan....
“Sepertinya Aleister terlalu meremehkanmu ya Naga!” kata Azazel sambil tersenyum menatap Naga dengan suara mencekam.
“Bukankah kamu juga sama?” tanya Naga sambil tersenyum santai.
“Mana mungkin aku meremehkan seseorang yang memiliki tubuh berkah surgawi sepertimu.” jawab Azazel sambil tersenyum ramah menatap Naga.
“Tenanglah tidak perlu tegang! Tidak menarik bertarung dengan Naga yang sudah mengeluarkan banyak energi sihir terlebih ada lubang di tubuhnya!” kata Azazel yang menyadari semua penyihir di bawahnya sudah bersiap untuk menyerang dirinya.
“Sepertinya aku harus berterima kasih kepada kakakku.” jawab Naga bercanda yang langsung melihat ke arah belakang sambil tersenyum.
... Yuna langsung menatap Naga dengan tatapan dingin nan tajam yang membuat Naga langsung kembali melihat ke arah Azazel. Tidak lama kemudian Azazel pamit kembali masuk ke portal tempat dirinya datang sambil memberikan sebuah salam perpisahan untuk para manusia. Tiba - tiba muncul sebuah meteor besar dari langit yang siap meluluh lantahkan area kawasan industri Cikarang dan benturan tersebut akan berdampak besar ke area sekitarnya....
__ADS_1