Elemental Spirit

Elemental Spirit
Adik Kakak yang Saling Memunggungi


__ADS_3

... Ketika Belphegor bangkit, Belphegor langsung bergerak untuk menyerang Yuna tapi dengan sigap Naga langsung menerjang menendang Belphego dengan kaki yang sudah diselimuti sihir api miliknya dan membuat Belphegor merasakan gelombang kejut super panas di dalam tubuhnya. Saa Belphegor berlutut menahan rasa sakitnya Naga langsung menghajar Belphegor dengan tinju api miliknya hingga Belphegor terpental menghancurkan bangunan dibelakangnya. Giliran Asmodeus yang menyerang Naga dan Yuna menggunakan sihir api dibentuk menjadi sebuah banteng besar tapi dengan mudah Yuna tebas banteng tersebut hingga terbelah dua....


“Pedangku ini pedang penghancur sihir termasuk sihir iblis kutukan milikmu.” kata Yuna dingin sambil menatap tajam Asmodeus.


... Secara teknis pedang milik Yuna bukan pedang penghancur sihir melainkan pedang pengikis sihir selayaknya cairan asam pekat yang melelehkan sebuah baja karena pedang Yuna dapat menghasilkan cairan asam pekat yang sangat berbahaya baik bagi makluk hidup, benda mati, ataupun sebuah energi. Saking pekatnya cairan asam yang dihasilkan oleh pedang Yuna membuah energi sihir yang ditebasnya langsung menguap tak tersisa sedikitpun. Yuna langsung melesat ke arah Asmodeus sementara Naga langsung bergerak untuk menghajar Belphegor kembali....


... Sadar bahwa sihir iblis kutukan apinya tidak berguna dihadapan Yuna, Asmodeus memodifikasi sihir api iblis kutukannya menjadi seperti magma lalu melesatkannya ke arah Yuna dalam bentuk seekor ular besar. Yuna dengan penuh percaya diri menebas sihir api milik Asmodeus tapi karena sihir api Asmodeus yang saat ini telah dimodifikasi seperti magma sehingga beberapa tetes cairan panasnya berhasil melukai tubuh Yuna. Yuna bergegas memulihkan luka ditubuhnya yang terkenan cairan panas tersebut tapi karena sihir api magma milik Asmodeus mengandung sihir kutukan luka Yuna tidak bisa cepat pulih....


... Asmodeus langsung menyerang Yuna secara bertubi - tubi dengan sihir api magma miliknya hingga Yuna harus terus bergerak menangkis dan menghindari sihir tersebut sambil berusaha mendekati Asmodeus. Ketika Asmodeus sudah berada dalam jangkauan serangan Yuna, Asmodeus langsung menggunakan sihir api magma miliknya dengan bentuk kepala banteng untuk melindungi dirinya dari serangan Yuna. Serangan Yuna bakan hanya ditangkis oleh sihir api magma kepala banteng milik Asmodeus tapi juga memberikan serangan balasan kepada Yuna sehingga Yuna menerima beberapa luka akibat terkena sihir api magma tersebut....


... Meskipun serangan Yuna berhasil ditangkis oleh sihir api magma kepala banteng tapi serangan Yuna menghasilkan sebuah celah untuk Yuna melesat masuk ke dalam sihir tersebut. Tanpa menunggu lama Yuna langsung melesat masuk ke dalam sihir api magma kepala banteng lalu menebas Asmodeus dengan pedang yang mengeluarkan cairan asam. Tebasan Yuna yang sangat kuat membuat luka vertikal di dada kiri Asmodeus hingga membuat tanah disekitar mereka berdua hancur lebur dan membuat Asmodeus merasakan panasnya cairan asam dari pedang Yuna....

__ADS_1


... Asmodeus langsung pergi menjauh dari Yuna sambil menyelimuti seluruh tubuhnya dengan sihir api magma miliknya untuk melindungi tubuhnya sendiri lalu membuat lingkaran sihir api magma yang berputar kencang hingga menciptakan hembusan angin yang sangat besar. Asmodeus yang berdiri di tengah lingkaran sihir api magma miliknya mengumpulkan energi sihir yang sangat besar membentuk sebuah pusaran sihir api magma yang langsung ditembakan ke arah Yuna. Pada awalnya pusaran sihir api magma tersebut hanya terdiri dari satu pusarana saja tapi ketika hendak mengenai daratan tiba - tiba pusara tersebut terbagi menjadi beberapa pusaran sihir api magma yang terdiri dari bentuk banteng, domba, dan ular....


... Yuna terus bergerak menghindari dan menghancurkan beberapa pusaran sihir api magma yang mengarah kepadanya membuat dirinya beberapa kali terkena cipratan sihir api magma tersebut. Meskipun Yuna bergerak sambil menyembuhkan dirinya sendiri sihir api magma yang mengandung sihir kutukan benar - benar memberikan dampak yang kuat bagi tubuh Yuna. Namun Yuna terus bergerak melupakan rasa sakit yang dia rasakan dan fokus untuk mengalahkan Asmodeus terlebih dahulu....


... Melihat hal itu Asmodeus meningkatkan kekuatan dari pusaran sihir api magma miliknya yang mengarah kepada Yuna. Yuna langsung lompat ke arah bebatuan dan bongkahan bangunan yang melayang di udara setelah hancur akibat serangan Asmodeus sambil mengusap bilah pedang miliknya dari gagang pedang hingga ujung bilahnya. Seketika Yuna bergerak memutar dengan sangat cepat seolah - olah membuat bola cairan asam pekat yang menutupi seluruh tubuhnya hingga Yuna bisa menembus pusaran sihir api magma milik Asmodeus....


... Yuna yang berhasil menghancurkan serangan pusaran sihir api magma dengan cairan asam pada pedangnya yang melindungi seluruh tubuhnya membuat Asmodeus menerjang ke arah Yuna. Asmodeus menggunakan pusaran sihir api magma miliknya untuk menutupi seluruh tubuhnya sambil menerjang ke arah Yuna dengan sangat cepat hingga luapan energi sihirnya dapat dirasakan oleh semua yang ada di dalam dinding pelindung yang dibuat oleh kunoichi penyihir pelindung Mariko. Yuna yang masih terus melesat menerjang ke arah Asmodeus setelah menghancurkan serangan pusaran sihir api magma super besar yang mengarah kepadanya mengambil kuda - kuda dan terus mengeluarkan cairan asam pekat dari pedangnya....


... Di tempat lainn Naga dan Belphegor saling adu serangan satu sama lain dengan kecepatan yang sangat tinggi. Saat ini Belphegor sudah dalam wujud aslinya yang memiliki tanduk, kuku tajam, tubuh dan kekuatannya juga jauh lebih besar dari sebelumnya, begitupun dengan kecepatannya yang meningkat pesat. Belphegor memang mengakui kekuatan Naga yang luar biasa untuk ukuran seorang penyihir tapi Belphegor tersenyum penuh percaya diri bahwa dirinya bisa mengalahkan Naga dalam waktu singkat kala dia dalam wujud aslinya....


“Elemental spiri api : Phoenix!” kata Naga setelah mengeluarkan buku elemental spirit miliknya sambil fokus menatap Belphegor.

__ADS_1


... Tanpa basa basi Naga langsung bergabung dengan Phoenix yang membuat kedua tangan dan kakinya diselimuti oleh api berwarna biru. Dengan api biru di kedua tangan dan kakinya, setiap serangan Naga menjadi jauh lebih kuat akibat ledakan serta panas dari api biru tersebut. Kecepatan Naga juga ikut meningkat karena api tersebut selayaknya sebuah pendorong untuk mempercepat laju sebuah kendaraan....


... Naga langsung menyerang Belphegor dengan tinju api biru super besar miliknya hingga semua benda yang berada di jalur serangan tersebut ikut terbakar. Namun Belphegor yang telah berhasil menghindari menyerang balik Naga dengan cakar kanannya dan membuat Naga harus menggunakan api biru dari tangan kirinya sebagai perisa pelindungi. Tiba - tiba perisai pelindung tersebut hancur karena serangan Belphegor menghasilkan gelombang kejut, beruntung Naga masih sempat menghindari sehingga Naga hanya terkena luka gores dari kuku tajam Belphegor....


... Naga menduga kekuatan gelombang kejut milik Belphegor hanya berpusat di kedua tangannya saja sehingga Belphegor bisa menghancurkan dinding perisai sihir api milik Naga tapi tidak bisa menangkis serangan tinju api milik Naga yang memiliki jangkauan serangan sangat luas. Untuk menguji dugaan tersebut Naga menghajar Belphegor dengan tinju api birunya dengan jangkauan serangan yang luas dan selalu Belphegor hindari hingga mereka saling menyerang satu sama lain sekaligus saling menghindari serangan satu sama lain. Namun tiba - tiba Belphegor membuat Naga terkejut karena seranga gelombang kejut dari pukulan tangan kanannya berhasil mengenai Naga sekalipun Naga telah menghindar....


“Kamu memang penyihir yang jenius karena bisa dengan cepat menyadari bahwa serangan gelombang kejut miliku hanya berfokus pada kedua tanganku tapi kamu tidak bisa memperkirakan seberapa jauh jangkauannya.” kata Belphegor yang tersenyum penuh percaya diri sambil melihat ke arah Naga.


... Memang Naga cukup terkejut karena jangkauan serangan dari gelombang kejut Belphegor tiba - tiba meningkat tapi kekuatannya lebih lemah dibandingkan gelombang kejut yang menghancurkan perisai api biru Naga sebelumnya. Naga langsung menghapus darah di bibirnya dan langsung kembali menyerang Belphegor dengan tendangannya yang jauh lebih cepat hingga berhasil mengenai Belphegor beberapa kali sambil menghindari jangkauan serangan dari gelombang kejut. Namun ketika Naga berhasil menyerang secara bertubi - tubi sambil menghindari jangkauan serangan gelombang kejut milik Belphegor, Naga mendekati jangkauan dari ekor Belphegor hingga Naga berhasil ditangkap oleh ekornya Belphegor....


“Kamu tidak akan bisa menghindari serangan kali ini!” kata Belphegor yang tersenyum penuh kemenangan menatap Naga.

__ADS_1


“Hukuman dosa kemalasan!” lanjut Belphegor sambil mengarahkan kedua telapak tangannya ke arah tubuh Naga hingga menghasilkan gelombang kejut yang menghancurkan area sekitar mereka berdua.


__ADS_2