FANNY ABIGAIL

FANNY ABIGAIL
#Fani #Roman_Fantasi 11 | Cerbung -Jijik


__ADS_3

#Fani


#Roman_Fantasi


11 | Cerbung -Jijik


Hari ini terasa begitu bosan bagi Fani. Ia memutuskan untuk pergi saja ketaman. Memakai syter berwarna biru, dan rok selutut betearna abu-abu mungkin bagus baginya.


7 menit sudah berlalu, tampak Fani tengaj berdiri menghadap kaca yang teletak dimeja riasnya. Ia sibuk memutar-mutar badannya.


Cklek!


Tanpa mengetuk pintu ataupun mengucapkan salam, gadis itu langsung berjalan masuk lalu duduk disisi ranjang Fani.


"Kalo masuk kekamar orang itu, salam dulu, atau ketuk dulu kek! Jangan langsung nyelonong aja," pinta Fani sembari duduk dikursi deoan meja riasnya.


"Mau kemana? Kok rapi?" Tanya Dila mengangkat alisnya.


"Mau ketaman! Bosen dirumah mulu," jawab Fani.


"Bilang aja mau ketemuan sama Kak Kevin kan?'' Tanya Dila.


"Kepo banget sii," jawab Fani.


"Gitu aja terus! Dasar! Nenek Lampir!" Bentak Dila lalu keluar kamar sembari menutup pintu meninggalkan Fani sendiri.


"Kutu buku!" Gumam Fani.


___


Tap... tap... tap...

__ADS_1


Suara langkah kaki membuat Fandi dan Nilam yang tengah duduk menonton tv menoleh kebelakang.


Fani turun melewati tangga sembari bersenandung. "Nanana," Fani menghampiri kedua orang tuanya.


"Fani pamit ya," ujar Fani tersenyum.


"Mau kemana?" Tanya Fandi menatap tajam anaknya.


"Santak aja kali Yah, aku mau pergi ketaman, bosen dirumah mulu," jawab Fani tak perduki dengan tatapan tajam sang Ayah.


"Mau ketemu pacar kamu? Si... siapa yah?" Tanya Nilam sengaja memutus pembicaraannya karna lupa nama pacar Fani.


"Kevin," sahut Fani memutar malas bola matahya.


"Nah! Iya. Iyakan? Kamu mau ketemuan?" Tanya Nila.


"Au ah! Aku mau pergi dulu, dari lada kemaleman. Asaalammuallaikum!" Ujar Fani sembari mencium lengan kanan kedua orang tuanya.


"Anak kamu juga kali Yah, orang kita sama-sama bikin," balas Nilam terkekeh lalu pergi kedapur.


"Kita? Bikin?" Gumam Fandi menatap kebawah.


"Buu! Mau bikin lagi nda?!" Teriak Fandi menyusul sang istri kedapur.


Hayoo, pikiran-pikiran😹


___


Fani sedang berjalan menyusuri jalan kecil yang tersedia ditaman. Sembari mengedarkan pandangannya, Fani juga tersenyum lebar.


Melihat pemandangan inda ditaman. Kebetulan hari juga sudah sore, tapi tak terlalu. Matahari sudah tak tampak, hanya awan yang terlihat.

__ADS_1


Buk!


Karna sibuk memandangi taman, Fani tak sengaja menabrak seseorang.


"Aww...," rintih mereka sermpak yang hampir terjatuh.


"Kalo jal!-" pembicaran serentak mereka terputus.


"Kevin!"


"Fani!" Bentak mereka lagi-lagi serentak.


Mereka saling melirik dan fokus kebaju yang mereka kenakan.


"Kok sama?" Batin Fani.


Salah seorang pengunjung lewat, dan sengaja berhenti didepan mereka.


"Cie... Mbak, sama Masnya pacaran, mesra banget sihh. Baju aja sampai Couple lan," ujar Wanita itu lalu pergi samberi tekekeh.


Fani dan Kevin saling melirik. "Jijik!" Teriak mereka serentak lalu menggeliat.


Fani duduk mematung dikursi taman, tapi terpaksa ia duduk sibangku dengan Kevin. Mereka duduk sebangku dengan jarak, saling mematung itu yang mereka rasakan.


``Lo ngapain sih? Pake ikut-ikutan pake baju kek gw? Warnanya sama lagi?" Tanya Fani tak berani menatap Kevin.


''Harus nya, gw yang tanya kaya gitu, bukan lo!" Jawab Kevin. ''Lo juga, ngapain pake suyter sama kek gw? Lu itu csyte! ngapain pake suyter cowok.


bersambung!


Sorry kalo banyak typo dan sorry juga kalo pendek💙🙏

__ADS_1


__ADS_2