
_____________🕊
Cuaca hari ini begitu mendukung. Tampak Fani dan Keyla sedang duduk dikursi taman sekolah.
Keyla, biasa lah! Kutu buku!
Sementara Fani sedang mendengarkan musik sembari memejamkan matanya.
"Sutt," bisik Kevin yang baru datang sembari menyenggol pelan bahu Keyla.
Kayla mendongakkan kepalanya menatap Kevin.
Kevin mengarahkan matanya untuk pergi. Kode! Kode😹
Keyla mengerutkan keningnya, lalu mengangguk paham. Tak lama Keyla pergi sembari membawa bukunya.
Kevin pun duduk sembari mendengarkan musik menggunakan haedsetnya.
"Key? Lu tau gak sih? Tadi malem, kan hujan, gw tu nunggu taksi di halte deket caffe," ujar Fani masih memejamkan matanya.
"Tiba-tiba ada mobil berhenti didepan gw, dan ternyata itu mobil nya si resek itu," lanjutnya.
"Resek? Siapa?" Tanya Kevin memirip-miripkan suaranya dengan Keyla.
"Ya, si Kevin lah! Terus dia turun dari mobilnya dia nyamperin gw, gw kan kedinginan terus dia ngasi jaketnya kegw sampai akhirnya dia nganterin gw,"
''Yang paling gw jengkelin itu pas Dila ngira kita pacaran,"
Fani curhat tentang kejadian tadi malam. Tapi tanpa Fani sadari ia curhatnya ke Kevin! Bukan ke Keyla.
Mati kau Fan!😹
"Terus lo baper gak?" Tanya Kevin mulai mengembalikan suaranya seperti semula.
"Ya gak lah! Eh! Tar-tar," Fani membuka sebelah matanya lalu menatap kesamping.
"Haaa! Kevin!!" Teriak Fani lalu berdiri.
"Yakin gak baper sama yang tadi malem?" Tanya Kevin menggoda Fani.
"Jadi orang gosah ke-pedean deh!" Bentak Fani lalu pergi.
''Oon! Kenapa gw gk sadar coba kalo dari tadi itu Kevin!" Batin Fani sembari mengetuk-ngetuk keingnya.
Fani pun sudah tak terlihat.
"Sudah satu langkah," gumam Kevin tersenyum miring.
___
Siswa-siswi kelas tengah mencatat catatan yang diberikan bu Lara.
Tek!
Satu kertas yang kelihatannya sudah diremas jatuh di meja Fani.
Fani mengerutkan keningnya, lalu mengambil dan membukanya.
'Nanti sore jam setengah 4 pergi ketaman yang kemaren buat kita belajar, gw mau ngomong! Penting!
Kevin'
Fani kembali mengerutkan kening nya. Lalu menatap Kevin yang duduk disamping nya.
Mereka bersampingan tapi hanya terhalang gang untuk para murid lewat.
"Cih! Gada pulsa yah?" Batin Fani tertawa kecil.
Ciee! Kevin gada pulsa makannya pake kertas, cie-cie!😹 tapi roman sih🥺
__ADS_1
Fani meremas kertas itu lalu memasukan nya kedalam laci.
___
Kevin tengah duduk dikursi yang disediakan taman. Dia sibuk menoleh sana-sini sembari menggenggam ponselnya.
''Ni cewek mana sih? Buta kali ya? Gak bisa baca suratnya?" Gumam Kevin mengedarkan pandangannya.
"Apa?" Sahut Fani dari belakangnya dan langsung duduk didisamping Kevin.
''Salam dulu bisa gak sih?'' Tanya Kevin menatap Fani tajam.
"Gw udah nungguin lo setengah jan disini! Dan lo baru datang! Gw bilang kan jam setengah empat! Bukan jam empat!" Bentak Kevin membuat Fani menutup telinganya.
"Kalo gw ngomong tu didengerin *****!" Lanjut Kevin kesal.
"Udah sih! Langsung aja gak usah pake ngomel-ngomel! Gw ada janji sama Keyla," ujar Fani.
"Oke! Jadi gw udah punya rencana pas untuk bikin lo muve on!"
"Apa rencananya?" Tanya Keyla.
"Jadi lo harus berubah," jawab Kevin mengangkat kedua alisnya.
"Berubah?"
"Yap! Lo harus berubah jadi cewek dan lo harus bikin hubungan kita kek pacaran beneran dan satu lagi! Harus bisa jaga rahasia kita biar gak ketauan Keyla," jelas Kevin.
"Harus?"
"Gak! Sunnah! Ya harus lah!"
"Caranya?"
"Ngotak lah! Punya otak kan?"
"Rem kali bos!"
"Bantuun apaan?"
"Nanti gw bantuin lo biar jadi cewek, dan gimana caranya pura-pura sayang sama gw,"
"Ih! Ogah!"
"Lu mau gw kasih tau Keyla kalau lu suka sama Devan!?" Bentak Kevin.
"Fani suka sama Kak Devan!?" Sahut Keyla tiba-tiba.
Mereka melirik sebentar kebelakang lalu salibg bertatapan.
Mata mereka tebelalak. Segera Keyla menghampiri keduanya.
"Jelasin apa maksudnya!?" Bentak Keyla sekaligus bertanya.
"Lo suka sama kak Devan?" Lanjut nya.
"Gak kok! Gw, gw gak suka sama Kak Devan," jawab Fani bingung.
"Terus tadi apa maksudnya Kevin bilang kek gitu!"
"Lo salah paham Key, tadi itu gw ngomong, apa mau gw kasih tau kalo lo itu suka banget sama gw," jelas Kevin bersusaha tenang sembari berdiri.
"Iya tadi tu Kevin ngomong kaya gitu, kita gak ada bahas tentang Kak Devan kok," seru Fani sembari ikut berdiri.
"Beneran?"
"Suer!" Fani dan Kevin serentak sembari tangan membentuk ✌
"Haha, canda kali! Yakali Fani suka sama pacar gw, Fani kan pacaran sama lo Vin, dan kalo Fani sampai beneran suka sama Kak Devan ...,"
__ADS_1
"Pasti gw udah marah besar lah sama Fani,"
Kevin dan Fani menghela nafas. Lalu ikut tertawa kecik walau itu terpaksa agar Keyla tak curiga.
___
"Hay Fan?" Sapa Devan.
"Hay juga Kak," balas Fani yang tengah duduk mmebaca buku diperpus.
"Aku mau ngomong penting Fan," ujar Devan sembari ikut duduk disamping Fani.
"Ngomong apa kak?" Tanya Fani menatap Devan.
"Sebenernya aku tu suka sama kamu," perkataan itu membuat patah hati Fani.
Fani memalingkan wajahnya. "Maaf kak," ujar Fani.
Segera Devan merah kedua tangan Fani dan memegangnya.
"Fan, kamu mau kan jadi pacar aku?"
"Gak!" Teriak Keyla lalu menghampiri mereka.
Fani langsung menarik tangannya agar lepas dari genggaman Devan.
"Jahat lo Fan!" Bentak Keyla.
"Kamu juga Devan! Kenapa kamu nembak Fani! Kamu itu pacar aku!" Lanjut Keyla.
"Tapi aku cintanya cuma sama Fani," balas Devan seraya berdiri.
Keyla mulai meneteskan air mata.
"Lo jangan nangis Key," ujar Fani seraya ikut berdiri dan mencoba mengusap air mata Keyla.
"Gak usah pegang-pegang! Aku benci sama kamu Fan!"
"Tapi ...,"
"Gak ada tapi-tapi!" Bentak Keyla.
"Persahabatan kita, putus!"
Srek!
Kata-kata itu membuat Fani sesak juga sangat sakit. Bagai tertusuk berjuta-juta pedang.
"Gakk!!'' Teriak Fani lalu bangkit dan langsung duduk.
Keringat dingin bercucuran, jantungnya berdegup kencang, nafasnya memburu.
"Cuma mimpi," gumam Fani dengan nafas terengah-engah.
Iya mengusap wajahnya. "Kaya beneran banget," lanjut Fani.
Fani mencoba mengatur kembali nafasnya.
"Cuma bunga tidur! Bukan apa-apa,"
"Cuma ...,"
"Bunga tidur,"
Fani menghela nafas. Lalu ia kembali tidur tak lupa berdo'a agar tak terjadi mimpi buruk lagi.
Bersambung!
Maaf kalo gak seru ya🥺🙏
__ADS_1
Krisan dung, krisan:)