
"yaudah, gw ke kelas dulu ya, yuk vin, " Fani pun menarik erat tangan kevin pergi.
"Kemana?" Tanya Kevin cepat.
"Ssttt,"
Fani dan Kevin pun pergi.
Arkan, Jidan, Keyla, dan Devan pun berbalik arah menghadap keluar. Melihat Fani dan Kevin yang saling menggerutu.
"Aneh, mereka kok bisa jadi kaya gitu" gumam keyla melihat Fani dan kevin.
"Tom and jerry, "balas Devan lalu menggenggam tangan keyla.
"********! " umpat Arkan aku mengepalkan tangannya dan mencemberutkan wajahnya.
"Lo kenapa Ar?" Tanya Jidan.
"Gw sakit!" Jawab nya kasar.
Jidan mengerutkan keningnya, lalu menempelkan punggung tangannya dikening Arkan.
"Gak ah! Gak panas tu!" Bentak Jidan menurunkan tangannya.
"Yang panas bukan badan gw Jidattt!" Ejek Arkan.
"Jidan kali!" Bentak Jidan.
"Lah? Terus yang panas apanya?" Lanjut Jidan.
"Hati gw! ****!" Arkan pun langsung pergi.
"Dasar! Kerjaannya marah, sakit, marah, sakit mulu! Kesel," gumam Jidan.
Arkan tak terlihat lagi, tinggal Jidan yang masih berdiri disana.
Tap ..., tap ..., tap ...,
Terdengar suara langkah kaki seseorang.
Jidan langsung memutar tubuhnya menghadap kebelakang. Bulu roma nya berdiri.
"Kok jadi merinding," gumam Jidan mengusap-usap tengkuknya.
''Au ah! Pake jurus andalan aja," lanjut Jidan kembali menghadap kedepan.
"1! 2!" Teriak Jidan yang sudah dalam posisi.
Buk!
Seorang memegang bahu Jidan.
"3!!!!" Jidan langsung melesat bak kilat.
"Den Jidan kenapa? Kan saya cuma mau tanya, boleh pinjem duit gak," ujar Mang Asep, skurity di sekolah.
😹
___
"Lo ngapain pake bilang, kek gitu sih," ujar Fani melepas genggaman tangan nya kasar.
"Gosah baper deh," balas Kevin ketus.
"Jyjyk!"
"Gosah nyolot juga kali," ujar Kevin memutar malas bola matanya.
Fani berdecak. "Jawab pertanyaan gw dulu," Fani menyilangkan tangannya didepan dada.
"Bantuin lo!"
"Bantuin? Bantuin apaan!?" Tanya Fani.
"Gw mau bikin lo muve on dari Devan," jawab Kevin enteng.
"Modus yah!" Ujar Fani menunjui santai Kevin.
"Modus! Modus apaan coba? Gada faedahnya gw modus sama lo," balas Kevin cuek.
"Ya modus lah! Nanti gw kan udah muve on dari Devan, lo pasti bakal deketin gw kan! Ngaku aja kali," ujar Fani terkekeh.
Kevin mengangkat kedua alisnya. "Ge-er banget sih lo," balas Kevin menjitak Fani.
"Aww ..., sakit ****!" Rengek Fani mengusap-usap puncak kepala nya yang dijitak Kevin.
"Liat aja! Kata-kata gw pasti terbukti!" Bentak Fani lalu duduk dikursinya.
"Mimpi lo ketinggian!" Balas Kevin lalu ikut duduk, karna bel akan berbunyi.
Kring!
Bel terdengar begitu nyaring, membuat setiap murid menutup telinga, karna bel adalah bunyi yang paling mereka benci.
"Pagi anak-anak!" Sapa buk Lara, guru kelas Fani.
''Pagi buk," balas siswa-siswi serentak.
''Hari ini kalian pulang cepat, karna para guru-guru ada rapat penting," ujar buk Lara.
__ADS_1
Yeeee!
Siswa-siswi berteriak riang begitu juga kelas lain.
"Kita gak ada tugas bu?" Tanya Arkan, sikutu buku.
''Lo ngapain pake tanya gitu sih! Nanti pasti buk Lara ngasi kita tugas," bisik Jidan.
"Bhawel!" Balas Arkan.
"Ada! Bu guru sudah buat tugas nya, nanti buguru tempel dipapan tulis, disitu nanti, ada kelompok yang sudah buguru susun! Inget! Jangan main-main!" Bentak buk Lara.
Iya buk!
Bu Lara pun mengeluarkan kertas lebar, yang dijepit oleh buku tebal.
"Ini kertas nya, disini sudah ada kelompok masing-masing, dikumpul 2 hari lagi," ujar bugu Lara lalu menempel dipapan tulis.
"Yasudah, buguru pergi dulu," bu Lara pun pergi sembari membawa buku.
Segera para siswa dan siswi berdiri menghampiri papan melihat pembagian kelompok.
"Fan! Kita sekelompok!" Ujar Keyla senang.
"Keyla, gw sekelompok loh sama lo," ucap Arkan.
"Serius?" Tanya Keyla mengangkat kedua alisnya.
"Duarius deh," jawab Arkan membuat Keyla dan Fani terkekeh.
"Fan, Key, Ar, kita sekelompok men," teriak Jidan merangkul bahu Kevin sembari berjalan menghampiri 3 orang itu.
"Kita berempat, kelompok dong," ujar Keyla bergantian menunjuk teman-temannya kecuali Kevin.
"Jadi ..., gw gak dianggep," sahut Kevin datar.
Fani mengerutkan keningnya. "Lo juga ikut kelompok kita?" Tanya Fani menunjuk Kevin.
Kevin menghela nafas lalu memasukan tangannya kesaku. "Iya," jawab Kevin.
"What!" Teriak Fani kaget.
Keyla menatap Fani heran. "Kok What sih? Harusnya lo seneng lah, pacar lo sekelompok sama lo," jelas Keyla.
"Ha! Oo! Eng-enggak! Maksudnya, kaget aja, karna Kevin sekelompok, biasanya kan enggak," balas Fani membuat Keyla dan yang lain tak curiga.
Keyla dan yang lain hanya berdehem.
___
Ditaman, tampak Fani, Keyla, dan yang lain sedang berbaring dibawah pohon rindang yang terletak ditengah taman.
"Kalian haus gak?" Sahut Fani sembari memegangi tenggorokannya.
"Haus," seru Arkan, Jidan dan Keyla.
"Giamana kalo kita beli es krim aja," saran Fani sembari duduk silah.
Ketiga temannya mengangguk.
"Yaudah gw beli dulu ya," Fani pun berdiri lalu pergi hendak membeli es krim.
"Lu gak ikutin Fani bro?" Tanya Arkan.
"Bagian gw masih banyak," jawab Kevin ketus.
"Aelah! Biar gw aja yang ngerjain, susulin no! Si Fani, kasian, lagian juga dia kan pacar lo sekarang," pinta Jidan langsung merampas buku yang ada didepan Kevin.
"Breng-!" Kata-kata Kevin terputus.
"Udah, sana Vin," pinta Keyla tersenyum.
Kevin menghela nafas. "Oke! Oke," Kevin pun berdiri dan berjalan menyusul Fani.
___
Fani sedang berjalan ditrotoar sembari membawa kresek yang berisi es krim.
"Neng cantik," sahut seseorang.
Fani pun menoleh, tempak preman mengikutinya.
Matanya terbelalak saat melihat kembali kedepan disitu juga ada preman lain.
"Jangan macem-macem!" Bentak Fani terdiam.
"Gak kok neng, kita cuma mau neng ikut kita aja," balas Tori si preman itu.
"Gw gak mau ikut kalian! Sekarang pergi!" Bentak Fani berusaha berani.
"Udah neng, eneng diem aja, sekarang yok, kita pergi," ajak Puri si preman.
"Kalo gw bilang gak mau ya gak mau!" Bentak Fani.
"Udah neng! Gausah bentak-bentak dong," bujuk Tori.
"Jangan ganggu dia!" Bentak sorang lelaki dari belakang Tori.
Mereka semua pun menoleh, melihat siapa yang sudah berani dengan kedua preman itu.
__ADS_1
"Siapa lo!?" tanya Puri.
"Gw pacarnya!" Jawab Kevin lalu mendekati Fani yang ketakutan.
"Minggir! Lo!" Bentak Tori.
"Kalo gw gak mau?"
"Haaahhg!" Teriak Tori lalu melandaskan tamparan.
Segera Kevin membungkuk agar tak kena tamparan Tori.
Plak!
Pukulan itu memang bukan mengenai Kevin, tapi mengenai Fani.
"Aahhgg ...," rintih Fani sembari memegangi pipi kanannya yang terlihat merah.
Kevin yang melihat nya langsung ikut memegangi pipi Fani yang terkena tamparan.
"Sial!" Umpat Kevin.
Buk!
Satu tinjuan berhasil mendarat dirahang Tori. Tori pun langsung tersungkur kebawah sembari memegangi rahangnya.
Tak lama darah segar mulai keluar dari sudut bibir Tori.
Puri yang melihat temannya tersungkur tak berdaya langsung mencoba mendarat kan tinjuan ke Kevin.
Namun nihil, tangannya berhasil ditahan Kevin.
"Percuma!" Bisik Kevin lalu menendang perut Puri hingga terdorong dan jatuh kejalan.
"Yok pergi," ajak Kevin seraya menarik tangan Fani dan pergi.
"Makasih yah," ujar Fani tersenyum tipis.
"Sama-sama," balas Kevin datar.
"Gosah baper yah," lanjut Kevin.
Fani mengerutkan keningnya. "Dih ..., najis!" Bentak Fani.
Fani pun mempercepat jalannya. Dan mendahului Kevin.
''Tunggu!'' Teriak Kevin membuat Fani meperlambat jalannya.
Kevi pun berhasil menjajarkan jalannya.
''Btw, lo kok bisa ada disini?" Tanya Fani.
''Gw disuruh sama mereka-mereka," jawab Kevin.
"Kenapa disuruh?"
"Mereka bilang kan gw pacar lo, jadi harus temenin lo,"
"Pacar? Kita kan gak pacaran,"
"Pacaran kali!"
Seketika Fani merentangkan tangan kirinya dan berhenti.
"Tangan lo turunin napa,"
"Apa maksud lo bilang pacaran tadi?" Tanya Fani.
Kevi pun menurunkan tangan Fani. Lalu mengahdap nya.
"Iya kita pacaran,"
Fani pun memutar tubuhnya kesamping mengahdap Kevin.
"Jijik!"
"Dengerin dulu!"
"Iya-iya,"
"Kita pacaran, tapi pacaran boongan,"
Fani mengerutkan keningnya. "Pacaran boongan?"
"Iya, biar mereka kira kita pacaran beneran, dan lo juga bisa muve on dari Devan, sekaligus biar Keyla gak curiga, kalau lu itu suka sama Devan, pacarnya Keyla," jelas Kevin.
''Oo,"
"Jadi, kita cuma pacaran boongan! Jadi gausah baper atau pun caper oke!"
"Iya-iya! Bhawel!"
Fani pun meninggalkan Kevin berdiri.
"Sial!" Umpat Kevin lalu menyusul Fani.
Bersambung! sorry juga kalo banyak typo🍂
Kasih krisan dungg🥀
__ADS_1