
______________🕊
Sitttt!
Kevin memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah Fani. ''Huhh... sapai juga," gumam Fani lalu membuka sabuk pengamannya dan mencoba membuka pintu mobil.
''Fan?" Panggil Kevin menatap tajam kearah Fani.
''Apa?" Fani menoleh ke Kevin dan tediam menjeda untuk membuka pintu mobil.
''Nanti malem jalan mau?" Tanya Kevin.
Fani mengerutkan keningnya. ''Lo sakit?'' Balas Fani.
''Mau gak!?" Tanya Kevin lagi.
Fani berdehem sembari kembali menyandarkan tubuhnya kejok mobil. ''Emamg mau kemana?" Tanya Kevin.
''Kepo banget sih. Mau gak ni? Kalo gak mau yaudah," Kevin kembali menoleh karah depan dan meremas setir mobilnya.
''Iya-iya. Jam berapa?" Tanya Fani.
''Jam 19:30." Jawab Kevin.
''Yaudah," Fani membuka pintu mobil dan keluar.
Bremm!
Kevin kembali melajukan mobilnya meminggalkan sang kekasih. Boongan🤭.
Fani menggelengkan kepalanya lalu membuka pagar dan masuk.
___
Cklek!
Dila berdiri diambang pintu sembari memegabg gagang pintu yang setengah terbuka. Manatap sang Kakak yang tengah meriasi wajahnya.
''Kok cantik banget Kak? Mau jalan ya sama Kak Kevin?" Tanya Dila sembari masuk dan berbaring diranjang Fani.
Fani menghela nafas. ''Kepo!" Jawab Fani lalu kembali fokus menatap dirinya dikaca dan melanjutkan berdandan.
''Kak?" Panggil Dila.
Fani bergumam. ''Kakak nanti mau kuliah dimana," tanya Dila.
''Emmm... gak tau," jawab Fani lalu menyudahi berdandan.
Fani berdiri menghadap Dila yang tengah menatap langit-langit kamarnya.
''Dil? Udah cantik belom?" Tanya Fani sembari berputar-putar bak model yang sedang berjalan dipanggung.
Dila menoleh menatap Fani. ''Emm...," Dila berdehem lalu tangannya membentuk👌
Fani tersenyum lalu keluar dari kamar meninggalkan Dila berbaring sendiri.
___
''Kevin mana sih?" Gumam Fani sembari menoleh kekanan dan kekiri, berharap Kevin segera datang.
Tak lama setelah itu. Mobil mewah berwarna putih berhenti tepat didepan Fani.
Pintu mobil terbuka, keluarlah lelaki tampan memakai baju warna putih dan celana jeans tak lupa dengan jaket nya.
''Lama amat sih?" Tanya Fani menyilang kan tangan nya didepan dada.
''Bhawel banget sih jadi cewek?!" Eluh Kevin lalu menarik tangan Fani.
''Pelan-pelan napa!" Pinta Fani.
Kevin menarik Fani kedepan pintu mobilnya. Ia membukakan pintu dan menyuruh Fani untuk segera masuk.
__ADS_1
___
''Lo gak ada baju lain? Pake baju kok seksi banget?" Tanya Kevin.
''Kok sewot?" Tanya Fani menatap malal lelaki yang ada disampingnya itu.
''Kalo lo diapa-apain gimana? Fani Abigail?"
''Tinggal gw teriak tolong. Nanti lo dateng deh, gampang kan,"
''Kalo gw gak mau nolongin?"
''Kalo lo gak mau nolongin gw, terus nanti kalo misalnya gw dibunuh sama preman-preman. Liat aja! Lo bakal gw gentayangin!" Ancam Fani mengkerucutkan mulutnya.
''Kalo lo gentayangin gw, nanti gw bilang ke Keyla, kalo lo itu suka sama Devan," balas Kevin lalu terkekeh.
''Ihh...! Curang!" Bentak Fani sembari menyilangkan tangannya didepan dada.
''Siapa yang curang?"
Fani mendengus kasar. ''Kita mau kemana sih? Kok gak sampek-sampek?" tanya Fani.
''Tar lagi," jawab Kevin. 3 menit sudah berlalu, Kevin memberhentikan mobilnya diparkiran.
Tampak ditaman sangat ramai. Entah apa yang sedang terjadi.
''Kok rame banget?" Gumam Fani.
''Yok, turun," ajak Kevin sembari melepas sabuk pengannya.
''Emh! Em!" Fani mencoba melepas sabuk pengannya, namun nihil, serasa begitu keras untuk dilepas.
Kevin menghela nafas. ''Kenapa?" Tanya Kevin menatap Fani yang tengah sibuk mencoba membuka sabuk pengaman itu.
Kevin mendekati Fani. Membuat Fani tersentak dan bertanya. ''Mau ngapain lo!" Tanya Fani sembari memundurkan badanya.
''Udah, diem aja...,"
''Dah!" Ujar Kevin lalu turun dari mobil. Yang disusul Fani.
''Buruan!" Pinta Kevin lalu mendekat ke Fani dan menariknya ketengah-tengah keramaian.
''Lampion?" Gumam Fani mengerutkan keningnya.
Para orang berkumpul. Tampak semua orang saling berdua memegang lampion bersama.
''Mba, Mas? Ini lampionnya," ujar seorang pria berpakaian seragam pelayan sembari menyodorkan lampion nya.
''Makasih ya Mas," balas Fani.
''Para pasangan! Pasangan! Harap mendekat!" Teriak seorang wanita yang berdiri di atas panggung kecil.
Fani, Kevin dan yang lainnya menuruti apa mau sang wanita tersebut.
''Lihat! Ini ada toples yang berisi kertas bertulis permintaan setiap pasangan yang romantis. Saya akan acak, jika sudah keluar, saya akan selipkan kebunga ini!" Jelas Wanita itu sembari mengangkat bunga cantik yang sudah dibungkus rapi.
''Setelah itu saya lempar kan, dan siapa yang menangkapnya, tolong kertasnya nanti tolong ditempelkan di atas lampion. Lalu terbangkan!" Lanjut Wanita itu.
Tak lama kemudian, Wanita itu menggoyangkan toples yang penuh dengan kertas-kertas kecil. Lalu ia balikka kebawah.
Dan keluarlah seutas kertas berwarna putih. Wanita itu mengambilnya, ia selipkan kedalam sela-sela bunga.
Ia berbalik arah, membelekangi para orang-orang.
1... Satu
2... Dua
3... Tiga
Hap!
__ADS_1
Kevin dan Fani berhasil menangkap bunga cantik yang dilemparkan Wanita tadi.
Suara pujian terdengar sangat jelas. Fani dan Kevin saling bertatap.
''Mas, Mbak? Silahkan tempelkan diatas lampion! Diatas lampion sudah kami beri lem," pinta Wanita itu.
Sorry ya kalo gaje🙏:/
Kevin mengambil kertas kecil yang digulung itu, dan langsung menempelkannya tanpa membacanya.
Terbangkan! Terbangkan! Terbangkan!
Para penonton meminta sembari berteriak. Meminta Fani dan Kevin untuk menerbangkan lampion itu bersama-sama.
''Vin? Gimana ni?" Tanya Fani berbisik.
''Ya tinggal terbangin," jawab Kevin santai.
''Enak aja! Dikertas ini ada permintaan yang pasti tertulis permintaan-permintaan setiap pasangan," balas Fani.
''Kalo misalnya permintaan ini kekabul gimana?" Lanjut Fani.
''Terus? Lo percaya sama yang kek ginian? Norak!'' Balas Kevin.
''Iya sih...," Fani pasrah.
Fani dan Kevin sama-sama saling memegang sisi lampion kotak itu. Dan!
Yeyy!
Teriak para penonton setelah Fani dan Kevin menerbangkan lampion indah itu. Para penonton menyusul mereka saling menerbangkan lampion indah.
Para pengunjung mendongakkan kepalanya. Melihat langit yang dipenuhi lampion yang mereka terbangkan tadi.
''Indah," gumam Fani tersenyum.
___
''Makasih ya Vin!" Ujar Fani tersenyum lebar lalu keluar dari mobil.
''Lo ngapain ikut turun?'' Tanya Fani setelah Kevin keluar dari mobil lalu berdiri didepannya.
''Gak boleh?" Balas Kevin mengangkat kedua alisnya.
''Boleh sih, tapi mau ngapain?" Tanya Fani.
Kevin memajukan wajahnya. Mendekat ke Fani.
''Lo mau ngapain Vin?" Tanya Fani sembari mundur memberi jarak ke Kevin.
''Bhawel!" Kevin kembali mendekat ke Fani. Perlahan wajah Kevin semakin dekat dengan wajah Fani.
Jantung nya berdegup begitu kencang, nafas nya memburu, darah mengalir begitu cepat. Tubuh Fani mematung, serasa semua anggota tubuhnya tak berfungsi.
Cup!
Satu kecupan manis mendarat dikening Fani. Membuat matanya tebelalak.
''Lo apa-apaan sih!" Bentak Fani salting lalu mendorong sedang bahu Kevin.
Membuat Kevin bergerak mundur menjauh dari Fani. Fani langsung berlari masuk kedalam.
Untung pagar tidak tertutup rapat, jadi Fani bisa langsung masuk tanpa harus repot-repot membuka pagar.
''Tinggal sedikit lagi," gumam Kevin sembari menarik sudut bibirnya.
Senyum iblis terukir jelas dibibir Kevin.
Bersambung!
Biasa, typo, maaf lah🙏🥵
__ADS_1