FANNY ABIGAIL

FANNY ABIGAIL
#Fani #Roman_Fantasi 9 | Cerbung -Rencana


__ADS_3

____________๐Ÿ•Š


Hening.


Fani, Keyla, dan Devan tangah duduk membaca buku diperpustakaan. Devan yang duduk didepan Fani terus memandanginya.


Membuat Fani risih. Keyla tak menyadari akan hal yang dilakikan Devan, kekasihnya.


"Hai," sapa Arkan sembari duduk disamping Fani.


Arkan mengerutkan keningnya. Melihat Devan terus menatap Fani yang tengah fpkis membaca.


"Fan? Devan kok natap lo terus?" Tanya Arkan berbisik di telinga Fani.


Fani mengerutkan keningnya. Lalu meilirik Devan, benar saja, Devan tengah menatapnya.


Arkan kembali menjauhkan mulutnya dari telinga Fani.


''Kak? Aku ke kantin bentar ya, mau beli minum daa," ujar Keyla lalu pergi.


"Key! Tunggu!" Teriak Arkan lalu menysul Keyla.


''Kenapa Kak? Kok ngeliatinnya sampai kaya gitu?" Tanya Fani tanpa melirik Devan.


"Emangnya gak boleh?" Balas Devan mengangkat kedua alisnya.


Fani menghela nafas, menutup bukunya dan menatap tajam Devan.


"Jawab dulu, kenapa Kakak ngeliatin aku sampai kaya gitu?" Tanya Fani yang kesekian kalinya.


"Mandang kamu itu kaya mandang taman, yang selalu indah," jawab Devan ngegombal, tapi tak ada reaksi untuk Fani.


"What?" Fani pun pergi meninggalkan Devan duduk sendiri dikursi.


___


Kantin!


Fani memutuskan untuk pergi kekantin, dari pada harus didekati Devan terus?


Fani tengah duduk dikursi panjang dikantin, dengan segelas es teh yang tersedia dimeja depannya.


''Kak Devan tu kenapa sih? Akhir-akhir ini kok jadi aneh?" Gumam Fani.


"Apanya yang aneh?" Sahut Kevin sembari duduk disamping Fani.


Fani mendengus kasar. "Gausah ngagetin kenapa sih? Gw kutuk mapus lo!" Ujar Fani kesal karna Kevin langsung nyaut aja๐Ÿ˜น

__ADS_1


"Kutuk jadi apa?" Tanya Kevin meremehkan.


"Kutuk jadi pangeran katak!" Jawab Fani ngegas.


"Najis!"


"Kev?" Panggil Fani menatap tajam Kevin.


Kevin manikkan kedua alisnya.


"Lo bisa gak bikin gw untuk cepet muve on dari Kak Devan?" Lanjut Fani.


"Emm ..., mungkin bisa," balas Kevin.


Fani menatap kosong kearah depan. "Gw takut Keyla marah, tau gak, gw pernah mimpi kalo Kak Devan nembak gw," Fani jadinya curhat deh๐Ÿคง.


"Dan Keyla liat semuanya, dan yang lebih parahnya lagi, Keyla mutusin persahabatan gw sama dia," lanjut Fani.


"Lo mimpi kek gitu?" Tanya Kevin.


Fani mengangguk.


"Yah, berarti lo harus rubah sikap lo!" Ujar Kevin tersenyum.


Fani melirik Kevin. "Rubah?"


"Lo harus sayang dan cinta gitu sama gw didepan yang lain,"


"Itu cuma pura-pura ****!"


"Pura-pura?"


"Iya, lo harus bertingkah seakan kita pasangan yang serasih, yang diidamkan semua orang gitu,"


Fani mengerutkan keningnya. "Tapi ...,"


"Tapi apa lagi seh?!"


Fani mendengus kasar. "Iya-iya!"


___


Fani tengah memandang dirinya dari cermin besar yang terletak dimeja riasnya.


"Pura-pura sayang dan cinta ke Kevin?" Gumam Fani.


"Sebenernya sih ogah ya ..., tapi, demi persahabatan gw sama Keyla harus," Lanjut Fani sembari mengepalkan tangannya lalu mengangkatnya keudaraโœŠ

__ADS_1


Fani terus berfikir untuk dialog yang cocok untuk nanti, agar tak ada yang curiga.


Jam dinding menunjukan sudah jam 22:16.


"Dari pada bosen mending nonton drakor!" Fani langsung mengambil ponsel yang terletak dimeja riasnya dan langsubg melempar tubuhnya kekasur.


๐ŸŒƒ๐ŸŒƒ๐ŸŒƒ


Sudah hampir setengah jam ia nonton drakor. Matanya juga sudah sempoyongan inhin segera tertidur.


Segera ia mematikan ponselnya dan tertidur.


___


Kevin dan kedua sahabatnya tengah duduk dikursi kelasnya. Mereka berbincang-bincang tentang hal-hal tak penting bagi Kevin.


"Kevin? Gimana? Udah ada perkembangan belom soal Fani?" Tanya Jidan mengangkat kedua alisnya.


"Belom sih, susah deketin dia," jawab Kevin.


"Ditambah Devan yang sekarang lagi deketin Fani," sahut Arkan.


"What? Bukannha Devan pacarnya Keyla?" Tanya Jidan.


"Nah! Itu yang bikin gw bingung! Tapi bagus juga sih, kalo Devan jadian sama Fani, pasti Keyla sendiri, pas sendiri pasti gw bisa gebet lah!" Konyol!๐Ÿคง


"Norak lo Ar!" Ejek Kevin terkekeh.


"Ben!" Balas Arkan.


"Ben? Apaan ben?" Tanya Jidan tak mengerti.


"Biar! Makannya belajar biar tau!" Ejek Arkan.


"*****!" Umpat Jidan.


''Berantem aja teros!" Bentak Kevin.


"Tapi Kev? Kayanya kita harus bikin rencana," ide cemerlang muncul dibenak Jidan.


"Renacana?"


"Yoi! Lo harus susun rencana bagus untuk bikin Fani jatuh cinta sama lo!" Tambah Jidan.


"Oke lah, ntar gw susun,"


Bersambung!

__ADS_1


Sorry kalo banyak typo๐Ÿ™


Maaf pendek:( author lagi cape:)๐Ÿ‚


__ADS_2