
__________🕊
Fani tangah nenyusuri koridor sekolah. Ia ingin mencari Kevin karna hendak mengembalikan jaket yang kemaren Kevin pinjamkan untuknya.
''Kevin mana sih?" Gumam Fani sembari mengederkan pandangannya.
Cetting!
Bunyi nontifikasi membuat Fani merogoh kantong bajunya dan mengeluarkan ponsel yang bermerek apel itu.
''Instagram?" Fani pun melihat foto apa yang beredar dan dimaksud viral?
"What!" Fani benar-benar kaget. Foto yabg dimaksud viral itu foto dia dengan Kevin?
Ya! Benar, foto itu berisi foto Fani dan Kevin yang tengah berpegangan tangan direstoran.
"Duh... gawat ni," Fani segera berlari mencari lelaki yang ada difoto bersamanya.
Dikelas!
"Kevin!" Panggil Fani yang berdiri diambang pintu dengan nafas terengah-engah.
Kevin yang sedang duduk memainkan ponsel nya menoleh lalu mengehampirinya.
"Apaan?" Tanya Kevin datar.
"Ni! Coba liat! Kita viral!" Ujar Fani memperlihatkan foto dia dan Kevin yabg tengah viral.
"Loh? Ini kan foto lo sama gw yang kemaren di resto?" Tanya Kevin melirik Fani yang kelihatannya sangat khawatir.
"Iya!" Jawab Fani mengangguk cepat.
"Kak Fani!" Teriak Dila dari belakang Kevin yang sedang berlari menghampiri mereka.
Mereka menoleh menunggu Dila sampai kemereka. ''Apa?" Tanya Fani.
"Tu kan! Apa kata ku! Kemaren tu Kak Fani mau ketemuan kan sama Kak Kevin, ini aja bajunya couple lan," jawab Dila sembari menjulurkan hp nya yang berisi foto mereka berdua.
"Kalo ketauan guru gimana?" Tanya Fani menatap Kevin.
"Tenang aja Kak, yang posting foto ini temen aku, akunnya juga privat," sahut Dila.
"Tapi kalau ada salah satu murid yang kasih tau keguru?"
"Tenang aja Kak... coba liat captionya. Kalo ada yang berani ngelapor bakal abis dicincang,"
Kevin dan Fani menghela nafas. "Oiya Vin... ni, jaket lo, udah gw cuci kok," ujar Fani sembari memberikan jaket itu.
"Thankyou," balas Kevin. Fani tersenyum tipis.
"Ekhem! Ekhem!" Dila mengepalkan tangannya dan mendekatkan kemulutnya lalu batuk. Ala-ala itu lo guys😹
___
''Bro? Gimana? Udah dapet blom hatinya Fani?" Tanya Jidan.
"Sabar napa," jawab Kevin datar.
"Kev? Hubungan Keyla sama Devan gimana?" Sahut Arkan.
"Kok lo nanya gw? Tanya aja sana sama Keylanya langsung," jawab Kevin tetus fokus menyetir.
__ADS_1
''Lo ngapa nanya kek gituan Ar?"
"Abisnya, gw susah banget deketin Keyla, setial gw mulai beraksi pasti ada si Devan,"
"Nasib!" Bentak Jidan lalu tertawa bersama Kevin.
"Yee! Pake ketawa lagi! Lo berdua sih, belom ngerasain gimana rasanya jatuh cinta... nanti kalau lo berdua udah ngerasain, pasti auto kleper-kleper," jelas Arkan sembari memainkan tangannya dan menekan kata 'Kleper-kleper' sembari meragakan orang kesetrum.😹
"Emang nya orang kesetrum kleper-kleper?" Jidan terkekeh.
''Elu sih, gak pernah ngerasain cinta, makannya kek gitu," balas Arkan lalu menggesekkan telunjuknya di kening membentuk /.
"Jadi maksud lo gw gila! Ha! Liat aja lo hheeh!!" Bentak Jidan sembari memukul Arkan dari depan menggunakan penggaris.
"Kev!! Tolongin gw napa sakit ni!! Jid ampun Jid! Jidan! Ampun!!" Teriak Arkan sembari mencoba menghindari pedang milik Jidan. Penggaris ko bilang pedang?😹😆
Kevin memutar malas bola matanya. "Ya Allah... berilah hidayah pada kedua teman hamba yang ada disamping Ya Allah," Kevin berdo'a.
"Lo juga Vin! Ngapain coba berdo'a kek gitu? Pen gw tendang kah?!" Bentak Jidan melotot sembari menendang Kevin.
Mobil Kevin terdengar berisik karna penuh dengan tawa. Kek gitu teros ya bro jangan kek gua yang sekarang ancur cuma gara-gara salah paham:)
___
Hening.
Jarum jam menunjukan sudah pukul 19:45. Fani tengah duduk dikursi sambil menonton drakor diponselnya yang ia senderkan dimeja riasnya.
"Hiks... hiks...," disekeliking Fani sudah penuh dengan tisu yang ia pakai untuk menghapus air matanya.
"Kasian," gumam Fani disela-sela tangisnya.
Cklek!
"Aku bosan Bu... jadi aku nonton drakor, drakornya sedih banget... hehehehe," jawab Fani terus fokus pada benda kesayangannya itu.
''Bukannya belajar, malah nonton kek gini kamu, nanti kalau ujian gimana?"
"Masih lama kali Bu...,"
Nilam mendengus. "Yaudah, tapi nanti belajar ya," pinta Nilam sembari berdiri.
"Iya Ibu ku..." balas Fani.
___
Sementara Kevin tengah berbaring menatap ponselnya. Ia fokus memainkan game yang ia sukai.
Cklek!
Ayah Kevin membuka pintu kamar anaknya. Berdiri sebentar diambang pintu lalu menghampiri Kevin.
"Kev?" Panggil Riko sembari duduk disisi ranjang.
''Apa Yah?" Tanya Kevin tetap fokus pada ponselnya.
"Kamu gak belajar?"
"Nanti aja Yah...,"
"Kok nanti?"
__ADS_1
"Lagi seru-seru nya ni Yah. Ha! Kena kau! Mantap, serang-serang! Awas bro, musuh-musuh,"
Riko menggeleng-geleng. "Tadi Ayah kan mampir kerumah Papa nya Arkan, Ayah liat Arkan kaya kaget gitu. Terus Ayah coba bilang 'boleh liat gak Ar?',"
''Arkan kasih liat ke Ayah. Itu kamu sama oacar kamu ya?" Tanya Riko.
Seketika Kevin diam mematung, matanya terbelalak. Segera ia duduk. Ia menatap bingung sang Ayah.
"Gak papa kamu pacaran. Tapi ada batasnya, jangan aneh-aneh," ujar Riko.
"Iya Yah...,"
''Kapan-kapan, kenalin pacar kamu ke Bunda sama Ayah ya," pinta Riko tersenyum.
"Iya Yah...,"
"Yaudah, Ayah kekamar dulu," Riko pun pergi.
Kevin menghela nafas. ''Gawat!" Gumam Kevin sembari mengacak-ngacak rambutnya sendiri.
___
Kevin berjalan menghampiri Fani yang sedang duduk dikursi panjanh dikantin bersama Keyla.
"Fan?" Panggil Kevin.
Fani mendongakkan kepalanya. "Apa? Tanya Fani.
Kevi duduk disamping Fani. "Orang tua gw udah tau kita pacaran," jawab Kevin. "Boongan...," lanjut Kevin berbisik.
"Ha?! Kok bisa?" Tanya Fani.
''Ada apaan sih? Kok tegang gitu?" Sahut Keyla.
"Gak kok, gak papa," jawab Fani.
"Gegara Arkan," jawab Kevin menjawab pertanyaan Fani tadi.
"Terus giamana?"
"Bokap gw minta dikenalin sama lo,"
"Duh... ngapa jadi runyam gini sih?"
"Nanti sore, lo gw jemput dirumah lo. Gw kenalin lo sama orang tua,"
"Lo ngaco ya!?"
"Udah! Lo ikuti aja apa kata gw, gosah bawel!"
"Tapi-,"
"Gosa bawel!"
"Yaudah iya...,"
Bersambung!
Masih kurang panjang kah we?😹ðŸ¤
Ni gan, Fani nya^_^ kevin nya belakangan ya
__ADS_1