FANNY ABIGAIL

FANNY ABIGAIL
#Fani #Roman_Fantasi 15 | Cerbung -Ciee! Cemburuu yaa


__ADS_3

____________๐Ÿ•Š


''Allahhuakbar! Allahhuakbar!'' Azan berkumandang, membuat Fani terbangun.


''Huaamm!" Fani menguap sembari duduk dan merentangkan tangannya.


"Udah subuh?" Gumam Fani sambil mengucek-ngucek matanya.


"Shalat dulu deh," lanjutnya lalu menyibakkan selimutnya dan turun dari ranjang.


6 menit berlalu.


''Pagi Bu! Yah!" Sapa Fani sembari sedikit berlari menuruni anak tangga hendak menghampiri kedua orang tuanya.


''Pagi juga," balas Nilam dan Fandi serentak.


"Dila mana?" Tanya Fani sembari menarik kursi dan duduk.


''Udah berangkat duluan, katanya dia ada piket. Makannya berangkat pagi," jawab Nilam.


''Yaudah Bu, aku juga mau berangkat dulu ya. Soalnya ada janji sama Keyla mau ketoko buku bentar," ujar Fani sembari mengambil satu roti.


''Assalamualikum!" Seru Fani setelah mencium punggung tangan kedua orang tuanya.


''Walaikum salam," balas Nilam dan Fandi kembali serentak.


___


''Pagi Key!" Sapa Fani sembari berlari menghampiri Keyla yang sedang berdiri menunggunya di ambang gerbang.


"Lama amat sih lo! Cape tau gak gw berdiri disini," eluh Keyla memukul pelan tangan Fani.


"Hehehe... ya sorry," balas Fani terkekeh.


''Yaudah yok, berangkat. Ntar keburu bel," ajak Fani.


"Aelah! Ini juga masih jam berapa keles! Masih satu jam lagi," ujar Keyla sembari memutar malas bola matanya.


''Udah... yok," ajak Fani namun terhenti, karna ada yang memanggil nama mereka.


"Key! Fan!" Teriak si ketua osis lalu berlari menghampiri mereka dari dalam sekolah.


"Kak Dev?" Gumam Keyla sembari tersenyum lebar.


''Kalian mau kemana?" Tanya Devan dengan nafas yang agak terengah-engah.


''Ke toko buku Kak, ada buku yang harus aku beli sama Fani," jawab Keyla menatap senang Devan.


"Aku ikut boleh?" Tanya Devan.


"Gak usah Kak!'' Sahut Fani membuat Keyla dan Devan menatapnya.


''Loh? Kenapa?" Tanya Devan mengerutkan keningnya.


''Emmm... Kakak nanti kerepotan lagi," jawab Fani.


''Gak kok, gak ngerepotin," balas Devan tersenyum.


''Yaudah yok Kak," ajak Keyla lalu menarik lengan Devan dan berjalan duluan.


Fani menepuk keningnya. ''Gawat!" Gumam nya lalu menyusul sang sahabat dan kekasihnya.


___


''Gea? Ada buku baru lagi gak?" Tanya Keyla ke Gea, si mbak kasir.


''Ada kok, banyak lagi. Cari aja di rak buku barisan ke 7 sebelah kanan sana," jawab Gea sembari menunjuk rak buku kesebelah kanan.


''Oke... makasih ya Ge," ujar Keyla tersenyum lalu pergi mencari buku baru yang nantinya akan ia pinjam.


''Hai Gea!" Sapa Fani lalu memeluknya.


''Lo lama gak keliatan tau!" Ujar Gea memukul pelan bahu Fani.


''Ya sorry... akhir-akhir ini, gw sering dirumah. Kalo gak jalan-jalan," balas Fani tersenyum lalu melepas pelukannya.


''Ya sekali-kali kek kesini, kita lama lo, gak kumpul bareng lagi," pinta Gea. Fani mengangkat ringan kedua bahunya sembari mengangkat kedua alisnya.


'Geabrelia Anatasya. Dia pemilik toko buku yang dulu sering dikunjungi Fani dan Keyla. Oiya! Dia sahabat Fani sama Kayla juga lo!. Dia beda sekolah, makannya gak keliatan. Gea juga bakal jadi pemeran dicerita Fani lo:)'


''Fan? Lo gak mau cari-cari buku gitu, buat baca dirumah?" Sahut Devan yang sedari tadi diam menyaksikan kisah haru mereka.


''Ada sih Kak. Kenapa emangnya?" Tanya Fani menatap bingung Devan.


''Aku temenin boleh?" Tanya Devan sembari mengangkat satu alisnya.

__ADS_1


''Gausah Kak. Mending Kakak temenin Keyla aja," pinta Fani tersenyum tipis.


Devan menghela nafas. ''Yaudah kalo gitu," balas Devan lalu menyusul sang kekasing yang tak dicintainya itu.


''Ge? Aku nyari buku dulu ya," Fani pun pergi berjalan menuju sela-sela rak buku yang berjejer.


___


''Bosen sih, gada temen ngobrol. Kalo nyusul ke Keyla, ntar ganggu lagi. Kalo Kak Devan? Ngaco!" Gumam Fani yang sedang berdiri menatap buku-buku.


''Aha! Gua telpon Kevin aja! Suruh kesini," ujar Fani lalu tersenyum lebar dan merogoh saku mengambil ponselnya.


[''Buruan angkat napa sih!?"] Gumam Fani.


[''Apa?"] Sahut Kevin dari sebrang sana.


[''Kesini dong Vin, temenin gw,"] pinta Fani.


[''Ciee... kangen ya...,"] goda Kevin.


[''Najis! Udah buruan! G! P! L! Ga! Pake! Lama!"] Bentak Fani dan.


Tuth! Tuth! Tuth!


Fani menutup telpon nya.


''Jadi cowo kok baperan amat sih!" Gumam Fani sembari menatap sinis ponselnya dan menggerutu.


Aneh lo Fan! Kevin yang ngeselin, hp lu yang dimarahin๐Ÿ™„๐Ÿ˜น.


7 menit berlalu. ''Apa?" Sahut Kevin dari belakang Fani yang tengah berdiri menghadap depan.


''Lama amat sehh!" Bentak Fani. ''Temenin gw!" Pinta Fani.


''Ogah!" Tolak Kevin mentah-mentah.


''Lo mah gitu! Gw bilangin Om Riko sama Bunda Rani tau rasa!" Ancam Fani membuat Kevin memutar malas bola matanya.


Kevin berdecih. ''Iya-iya!"


Fani tersenyum miring. ''Gitu dong," ejek Fani lalu tekekeh.


''Lo mau buku apa?" Tanya Kevin.


''Kurcaci!" Ejek Kevin lalu mendekati Fani yang sedang sibuk melompat-lompat.


''Sini! Biar gw ambilin," Kevin mendekat mengangkat tangan kanannya keudara dan mencoba mengambilnya.


Fani langsung memutar tubuhnya kembali. Dan.


Deg!


Jantung Fani betdegup begitu kencang saat wajahnya begitu dekat dengan bidang dada Kevin.


Fani mendongakkan wajahnya, melihat Kevin yang sibuk menatap buku yang Fani inginkan.


''Ini bu-," pembicaraan Kevin terpotong saat ia melihat kebawah. Fani tengah menatapnya. Sangat dekat! Dekat sekali! Jarak wajah mereka hanya 7 cm.


Tatapan mereka tak saling lepas, Kevin menatap Fani begitu dalam. Entah mengapa jantung mereka saling berdegup kencang.


''Jantung gw. Kenapa ini?" Batin Fani. ''Jantung... lo kenapa?" Batin Kevin.


''Ekhem!''


Hahh!! Siapa sih yang sudah mengganggu suasana Fani dan Kevin?! Sungguh mengganggu_-


Fani dan Kevin langsung memberi jarak. ''Gak boleh deket-deket! Bukan mukhrim!" Bentak Devan.


Lo sehat Dev? Bilang aja alesan lo doang kan, biar Fani sama Kevin ga deket-deket kek tadi!๐Ÿ™„


''Thank ya Vin udah ngambilin. Gw nysul Keyla dulu ya bay...," Fani pun pergi meninggalkan kedua cogan itu.


''Lo kenapa sih? Kok kek gak suka gitu?" Tanya Kevin menatap sinis Devan.


''Karna gw suka sama Fani!" Jawab Devan.


''Ck! Keyla gak cukup buat lo?"


''Urusannya sama lo apa hah!?"


''Oh ada dong! Fani pacar gua! Dan lo gak boleh suka sama pacar gua! Jadi lo gak usah macem-macem, atau lo abis ditangan gw!" Ancam Kevin lalu pergi.


''Gue gak takut!" Gumam Devan.


___

__ADS_1


Kringggg!


Bel pulang berbunyi. Membuat seluruh siswa dan siswi berhamburan keluar dari kelas bak segerombolan semut.


''Key, kita pulang bareng yah," pinta Fani.


''Iyahhh," balas Keyla tersenyum.


''Yaudah yok,'' ajak Fani.


Kini Fani dan Keyla tengah berjalan ditrotoar. Sembari berbincang, mereka juga ngemil.


Tin! Tin!


Bunyi klakson mobil membuat Fani dan Keyla menutul telinganya dan menoleh kekanan.


''Woy! Bisa bawa mobil ga sih!" Bentak Fani.


''Kevin!" Lanjut Fani setelah Kevin membuka jendela mobilnya.


''Masuk!" Pinta Kevin.


''Gak! Gw mau jalan sama Keyla," tolak Fani mentah-mentah.


''Kalo gw bilang masuk, ya masuk!" Printah Kevin.


''Udah gakpp Fan, gw kan bisa naik angkot, lagian rumah gw juga deket," sahut Keyla membuat Fani menatapnya.


''Tapi-,"


''Udah... sana," pinta Keyla.


Fani menghela nafas. ''Yaudah. Bayy!" Fani pun membuka pintu mobil dan masuk kedalamnya.


Bremm!๐Ÿ˜น


Kevin langsung melajukan mobilnya.


___


''Kok diem?" Sahut Kevin.


''Gw kesel sama lo!'' Balas Fani.


''Kenapa?'' Tanya Kevin milirik sebentar Fani.


''Gw kan tadi mau jalan nya sama Keyla! Gara-gara lo nyuruh gw buat ikut lo, Keyla jadinya sendirian!'' Bentak Fani melipat tangan nya didepan dada.


''Marah?" Goda Kevin


''Enggak! Seneng! Yamarah lah! Emang dari tadi gw ngomong gak bisa ngejelasin kalo gw marah hah?!" Bentak Fani lalu mukuli Kevin.


''Sakit Fan!" Erang Kevin mencoba menghindar namun nihil, pukulan Fani terus mendarat ditempat yang tepat.


''Kapok!" Bentak Fani lalu menyudahi semuanya dan menatap keluar jendela.


Kevin terkekeh. ''Kalo lo marah-marah kek gini, cantiknya ilang tau!" Goda Kevin.


Fani mengerutkan keningnya. ''Emang kalo gw marah jelek ya?" Tanya Fani yang kini menatap Kevin. Kevin mengangguk.


Fani menghela nafas. ''Sabar...," gumam Fani sembari memjamkan matanya dan mengusap-usap dadanya.


''Fan?" Panggil Kevin. Fani bergumam.


''Lo gak boleh deket-deket Devan,"


''Kenapa?"


''Gw gak suka!"


''Ciee cemburuu yaa!,"


''Ge-er siapa yang cemburu," Kevin memutar malas bola matanya.


''Yaudah, gw bakal deket aja sama Devan,"


''Ck! Iya gw cemburu! Jadi lo gak boleh deket-deket sama Devan!"


Seketika Fani mematung. Tak tau mengapa Kevin bicara seperti itu.


Kevin meneguk salivanya. ''Terpaksa!" Batin Kevin.


Bersambung!


Typo biasa ya guys, maaf kan๐Ÿ™๐Ÿ˜น

__ADS_1


__ADS_2