FANNY ABIGAIL

FANNY ABIGAIL
#Fani #Roman_Fantasi 8 | cerbung -Aneh?


__ADS_3

Mampir kek! Baca bentar! Sapa tau suka🥀


_________🕊


Sekolah lagi.


Tak ada hal yang menyenangkan apa?


Selain sekolah?


Fani tengah duduk melamun dikursinya, ia menyanggah kepalanya menggunakan tangan yang ditekuk lalu bertumpu pada meja.


Pandangannya kosong, ia melamun, melamunkan mimpi yang menakutkan itu.


"Apa bakal terjadi?" Gumam Fani.


Tak lama Kevin datang dan duduk dikursinya yang bersebelahan dengan Fani.


"Napa lu? Melamun aja?" Tanya Kevin sembari merogoh saku dan mengeluarkan ponselnya.


"Kepo," jawab Fani cuek


"Tumben cuek?" Tanya Kevin lalu memainkan ponselnya.


"Kepo," jawab Fani. Kepo mulu_-


"Lo tu kenapa sih?" Tanya Kevin lagi.


"Kepo,"


Karna geram, Kevin mengangkat kursinya mendekat kekursi Fani. Namun Fani tak menyadarinya.


Jarak mereka hanya kurang lebih 25 cm.


Tak!


Fani mengaduh saat kepalanya dijitak Kevin.


"Apa sih!" Bentak Fani sembari meringis dan memegangi puncak kepalanya akibat jitakan Kevin.


"Kalo ditanya tu jawabnya yang bener! Kepo mulu!" Balas Kevin memalingkan wajahnya.


"Sirik aja!" Fani masih memegangi puncak kepalanya.


"Masih sakit?" Tanya Kevin yang masih memalingkan wajahnya.


"Iya! Gara-gara lo!" Jawab Fani.


"Sorry!"


"Sorry, sorry! Sakit ni!"


Kevin menghembuskan nafas kasar. "Sini!" Kevin mendekatkan wajahnya ke Fani.


Fani memundurkan sedikit wajahnya. "Mau apa lo!?" Tanya Fani.

__ADS_1


"Sst!"


Tak lama setelah itu Fani mengembalikan posisi kepalanya seperti tadi. Jarak wajah mereka hanya 5 cm.


Kevin sedikit mendongakkan kepalanya mendekatkan mulutnya ke puncak kepala Fani.


Kevin memeganginya sembari meniup-niup bagian kepala Fani yang ia jitak.


Pandangan mereka bertemu saat Kevin kembali menjajarkan wajahnya dengan Fani.


Awas! Awas!😹


"Ekhem!" Sahut Devan bersama Keyla yang berdiri begandengan diambang pintu.


Langsung Fani dan Kevin menyudahi semuanya dan kembali keposisi awal.


"Ciee-ciee," puji Keyla seraya mendekati Fani dan Kevin bersama Devan.


"Kenapa gak sekalian langsung sikat aja tu bibir Fani Kev?" Tanya Devan seperti orang tak suka.


Kevin dan Fani mengerutkan keningnya lalu saling bertatapan, dan kembali menatap kedua orang yang ada didepannya.


Jujur mereka ingin sekali muntah, tapi ..., tapi ya tapi😹


"Emm ..., kalian sih, tadi pake nyaut, jadinya kan gagal," seru Kevin.


"Hehe, ya sorry, kita gak tau," balas Keyka sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


Fani dan Kevin menghela nafas. Lalu tersenyum paksa.


Devan melirik Fani yang juga meliriknya. "Yok, disini gerah," ujar Devan sembari mengibas-ngibas kan tangan kanannya diwajah.


Nyindir lo Dev?


___


Hening.


Fani tengah makan bersama keluarganya dimeja makan. Hanya terdengar suara piring dan sendok.


"Pacar kamu kok gak main kesini lagi?" Sahut Nilam.


Fani mengangkat alisnya. "Pacar? Main?" Tanya Fani.


"Tapi ya Bu, kok Kak Kevin mau ya sama Kak Fani? Kan Kak Fani kek nenek lampir?" Tanya Dila.


Nilam mengangakat kedua bahunya sekilas.


"Mana Ibu tau," jawab Nilam.


"Kapan-kapan, ajak pacar kamu main kesini, tapi kalau mau main, harus ada Ibu sama Ayah atau nggak Dila," sahut Fandi.


"Iya-iya," Fani pasrah atas semua perbincangan kedua orang tuanya.


Selesai makan Fani segera naik keatas kamarnya. Memainkan ponsel mungkin salah satu hal yang dapat menghibur diri.

__ADS_1


"Bosan," gumam Fani yang sudah 15 menit memainkan hp.


Segera ia meletakkan hpnya dimeja sudut ranjang Fani. Lalu ia melemparkan tubuhnya ke kasurnyamannya.


Perlahan mata indah tertutup.


Kring!!


Jam weker membangunkan Fani membuatnya melempar jam wekernya kesembarang arah.


"Udah pagi?" Gumam Fani sembari mengucek-ngucek matanya.


Fani pun duduk. "Sekolah lagi," lanjutnya lalu berdiri dan bergegas bersiap-siap.


___


Fani berjalan menyusuri koridor dengan wajah cantiknya. Terlihat Devan berjalan menghampiri Fani.


"Pagi Fan!" Sapa Devan tersenyum lebar.


"Pagi juga Kak!" Balas Fani tersenyum.


"Kok keliatannya seneng banget Kak?" Lanjut Fani.


"Kan ketemu kamu," balas Devan.


Seketika langkah Fani terhenti membuat Devan juga ikut berhenti.


"Kok berhenti?" Tanya Devan menatap Fani.


"Kak, mending Kakak fokus aja ke Keyla," Pinta Fani.


Devan mengerutkan keningnya. "Maksud kamu?" Tanya Devan.


Fani memutar tubuhnya kesamping mengahdap Devan yabg berdiri disampping kanannya.


"Aku takut Kak, aku takut Keyla marah, aku takit Keyla curiga, aku takut Keyla marah sama aku," jawab Fani menunduk.


"Jadi Kakak fokus ke Keyla, gak usah ngomong sama aku kaya tadi, aku gak suka," lanjut Fani lalu pergi.


"Tapi aku gak cinta sama Keyla," gumam Devan berdiri sendiri.


"Aneh," gumam Fani sembari berjalan.


Jujur bagi Fani ini hal yang aneh, disaat ia mencoba mendekati Devan saat sendiri Devan seperti menjauh.


Ketika sudah saling mempunyai Devan seperti ingin Fani melakukan hal yang sebelumnya.


Mendekati kembali Devan.


Beraambung!


Maaf kalo banyak typo🙏


Maaf juga kalo gak seru🙏

__ADS_1


Maaf kalo pendek🙏


__ADS_2