FANNY ABIGAIL

FANNY ABIGAIL
#Fani #Roman_Fantasi 14 | Cerbung -Mikirin


__ADS_3

__________



Tok! Tok! Tok!


Kevin mencoba mengetuk pintu rumahnya, agar dibukakan oleh Ibundanya. Sebenarnya ia tak sendiri, ia bersama pacarnya. Pacar boongannya wee🤭😹


''Iya! Sebentar!" Teriak Rani dari dalam rumah.


Cklek!


Rani menatao heran sang putra, siapa gadis cantik yang ia bawa?


''Kev? Itu siapa?" Tanya Rani melirik sang gadis disamping Kevin.


"Oh, dia pac-... car aku Bun," jawab Kevin. Jujur, sebenarnya Kevin tak ingin menjuluki Fani sebagai 'pacarnya'.


''Asalamualaikum Tan...," sapa Fani tersenyum ramah. Rani tersenyum dan menjabat tangan Fani.


"Yaudah, masuk yuk," ajak Rani sembari mempersilahkan merema berdua masuk.


Fani terkejut, melihat rumah Kevin yang begitu rapi dan indah. Rumah Kevin juga tak jauh beda dengan Rumah Fani.


"Ayo duduk," pinta Rani. Fani duduk sembari tersenyum.


"Mau minum apa nak?'' Tanya Rani.


''Gak usah Tan,'' tolak Fani ramah.


"Beneran?"


''Bener Tan,"


"Gak usah panggil Tante dong... panggil aja. Bun-da," ujar Rani.


Fani dan Kevin duduk diam disofa empuk. Hening. Itu yang mereka rasakan, suasana begitu beku bagi Rani.


''Kenapa ini? Mereka kan pacaran, mengapa tak ada perbincangan hangat diantara mereka? Apa mereka malu dengan ada nya aku?'' Pikir Rani.


"Bunda kedapur dulu ya... mau buat minuman, kasian pacar kamu, ntar haus," sahut Rani sembari berdiri dan beranjak kedapur.


"Kev?" Panggil Fani berbisik.


"Paan?" Tanya Kevin.


"Bunda lo baik ya, cantik lagi," jawab Fani menatap senang Kevin.


''Makasih," balas Kevin lalu membuang muka.


Kevin mengaduh ketika lengannya berhasil dicubit Fani. ''Sakit!" Erang Kevin sembari menyingkirkan tangan Fani dari pinggangnya.


"Rasain! Orang gw puji Bunda lo, bukan lo! Ngapain lo yang makasih?" Balas Fani lalu menatap malas kedepan.


"Gw kan anaknya, jadi ya... perwakilan gitu," seru Kevin.


Tak lama, Bunda Kevin datang sembari membawa nampan yang berisikan dua cangkir teh.


"Ini... minumnya," Rani meletakkan satu persatu cangkirnya kedepan Fani dan Kevin.


"Makasih Tant- eh! Bunda maksudnya," Fani tertawa bersama Rani.

__ADS_1


''Oiya, nama kamu siapa?" Tanya Rani.


"Fani Abigail, panggil aja Fani," jawab Fani tersenyum.


"Bagus ya, namanya," puji Rani.


"Hehehe," tawa malu-malu kucing Fani😹


''Ayah! Sini! Ada tamu ni!" Teriak Rani yabg disahut 'iya' Riko, sang suami.


Tak lama menunggu, Riko pun datang. ''Maaf ya, tadi Ayah lama, soalnya banyak berkas," sahut Riko.


''Ayah duduk dulu. Nih tebak, dia siapa?" Balas Rani.


"Kamu... kamu pacarnya Kevin kan?" Tanya Riko kepada Fani.


"Iya om," jawab Fani.


''Cantik ya... Kevin gak salah milih cewek," puji Riko.


Fani dan Kevin tertawa kecil. Sudah 20 menit mereka berbincang-bincang.


Jam pun sudah menunjukan pukul 20:20.


"Yaudah Bun, Om, saya pamit dulu ya, udah malam, ntar dicariin," ujar Fani sembari berdiri.


"Yaudah kalo gitu. Kapan-kapan, mampir lagi ya," pinta Rani sembari ikut berdiri.


Riko dan Kevin pun ikut berdiri. ''Vin? Anterin Fani ya?" Pinta Riko.


"Kok Kevin? Kan Fani bisa pesen taxi?" Tanya Kevin.


''Iya Om, gausah, gak papa," tolak Fani.


"Yaudah, aku anterin Fani dulu ya,'' Kevin dan Fani pun pergi.


___


''Orang tua lo, baik banget ya," puji Fani.


"Iya lah, sapa dulu, orang tua Kevin," seru Kevin sembari fokus menyetir.


Krucuk-krucuk-krucuk!


Seperti terdengar suara guncangan perut?


"Lo laper?" Tanya Kevin melirik sesaat Fani.


"Ha? I-iya sih," jawab Fani.


Kebetulan Fani melihat pedagang bakso sedang mangkal dipinggir jalan. ''Stop!" Pinta Fani. Kevin langsung Memeberhentikan mobilnya diparkiran dekat tukang bakso tersebut.


"Kenapa?" Tanya Kevin menatap Fani.


"Ada tukang bakso, gw laper...," jawab Fani.


''Terus?"


''Gw mau bakso," rengek Fani.


Kevin menghela nafas. ''Yaudah yok, gw bayarin," ajak Kevin sembari membuka sabuk pengaman dan turun.

__ADS_1


"Yee!'' Fani tersenyum lebar lalu sesekali bertepuk tangan dan keluar menghampiri tukang bakso.


___


''Pak? Pesen bakso nya dong," pinta Fani.


"Berapa neng?" Tanya Tukang bakso.


''Dua!" Jawab Fani dengan jari membentuk✌.


''Bentar ya neng,"


''Iya pak,"


Fani menghampiri Kevin yang sedang duduk dikursi panjang menunggu bakso yang sudah dipesan.


''Dah dipesen belom," tanya Kevin.


"Daahh," jawab Fani ketus sembari duduk disamping Kevin.


2 menit setelah menunggu, Bapak-Bapak tadi sudah datang sembari membawa dua mangkuk bakso.


"Ni Mas, Neng, bakso pesenannya," ujar Bapak nya meletakkan satu persatu mangkuk bakso.


"Maksih pak," seru Fani.


''Sama-sama neng,"


Fani dan Kevin pun menyantap bakso mereka.


''Enak ya," seru Fani menatap senang Kevin.


Kevin tersenyum miring. ''Tu! Dibibir lo," ujar Kevin sembari menunjuk sudut bibir Fani.


"Kenapa?" Tanya Fani mengusap-usap bibirnya.


"Diem dulu," pinta Kevin.


Kevin menempelkan ibu jarinya kesudut bibir Fani. Lalu mengusap-usap kannya, menghilangkan noda kuah yang menempel disudut bibir Fani.


Kali ini, tatapan mereka saling bertemu. Entah mengapa jantung Fani begitu berdegu kencang.


''Jantung gw," batin Fani.


Segera Fani langsung memberi jarak dengan Kevin. Ia memalingkan wajahnya, tak berani menatap Kevin.


"Makasih," ujar Fani. Kevin berdehem.


___


''Huh!" Fani mendengus lega, sembari melemperkan tubuhnya kekasur.


''Heh, kalo diliat-liat, Kevin baik juga ya... ganteng lagi. Pantes banyak yang suka," gumam Fani sembari tersenyum.


Seketika Fani mengerutkan keningnya lalu duduk. ''Ngapain gw mikirin Kevin?" Tanya Fani bergumam.


''Au ah! Mending gw bobok manis...," gumam Fani lalu tertidur.


Bersambung!


Maafin typo🙏😹

__ADS_1


kevin nya udah ya diatas😂🦄


__ADS_2