
Malam ini, jam 20:24
Fani sedang berbaring terlentang sembari menatap langit-langit kamarnya.
"Kevin tadi hebat ya, berantemnya," gumam Fani sembari tersenyum.
"Tapi ..., sama aja sih, kalo udah cuek," tambah Fani menyurutkan senyumnya.
Ia pun bangkit dan duduk dengan kaki yang masih lurus.
''Tapi, gw masih suka sama Kak Devan,"
"Tapi, kayanya gw harus muve on, dari pada Keyla sakit hati, dia kan udah baik banget sama aku,"
"Kita juga udah sahabatan dari kecil, sekitar 9 tahun lah,"
"Masa nanti hancur, cuma gara-gara cowok,"
Fani menghela nafas. "Harus! Untuk Keyla!"
Drtttt ..., drttt ...,
Fani segera mengambil ponsel nya meja samping sudut kasur.
(WatsApp)
Keyla🌼
'Fan? Ketemuan yuk, gw mau curhat ni,'
Fani Cakep🔥
'Dimana?'
Keyla🌼
'Caffe deket rumah lo,'
Fani Cakep🔥
'Oke, tunggu 5 menit lagi,'
Keyla🌼
Read
___
"Duh, Keyla dimana sih?'' gumam Fani mengedarkan pandangannya.
''Fan!" Teriak Keyla sembari mengangkat tangan kanannya.
Segera Fani berjalan menghampiri meja nomor 7 disudut ruangan.
"Gw cariin juga," ujar Fani lalu duduk.
"Btw mau curhat apa?" tambah Fani menaikkan alisnya.
"Soal Kak Devan," balas Keyla tersenyum.
"Kak Devan?"
"Iya.Tau gak sih, ternyata Kak Devan itu romantis banget,'' ujar Keyla.
''Masa?''
"Iya! Suer!" jari telunjuk dan tengah Keyla membentuk V.
"Ooh," Fani sepertinya tak suka dengan apa yang dibicarakan Keyla.
"Lu kenapa sih Fan? Kok kaya nya gak suka gitu?" Tanya Keyla menurunkan tangannya.
"Siapa? Orang gw cuma laper aja," jawab Fani agar Keyla tak curiga terhadapnya.
"Oo ..., lo laper?" Ujar Keyla lalu tertawa kecil.
"Yaudah, hari ini, lo gw traktir deh," kata-kata itu membuat Fani kembali tersenyum.
Walau tak menghikangkan semua rasa sedihnya, ia tetap senang.
"Mba! Pesen!" Teriak Fani sembari mengangkat tangan kanannya keudara.
Pelayan wanita pun datang sembari membawa kertas menu.
__ADS_1
"Silahkan mbak ..., dipilih," ujar Pelayan tersebut seraya memberikan kertas menu kepada Fani.
"Saya mau ini, ini, ini, ini, ini, ini, juga ini ya mba," pinta Fani tersenyum.
Pelayan meneguk salivanya terlihat aneh, gadis cantik sepertinya memesan banyak makanan.
Udah kaya gak pernah makan aja lu Fan!😹
"Lu gak makan berapa hari Fan? Pesen banya amat?" Tanya Keyla melongo.
"Jadi gak boleh ni?" Balas Fani memanyunkan wajahnya.
"Ya-ya gak gitu juga kali, terserah lu dah mau pesen apa aja," Keyla pun pasrah melihat kelakuan sahabatnya.
"Yaudah mbak, tunggu sebentar ya," ujar Pelayan lalu pergi.
"Makasih ya Key,"
"Biasa aja kali! Kaya sama siapa aja,"
"Btw, gimana hubungan lo sama Kevin?" Tanya Keyla membuat Fani meneguk salivanya.
"Emmm ..., baik-baik aja," jawab Fani asal.
4 menit kemudian, Pelayan itu kembali sembari membawa nampan yang dipenuhi makanan yang dipesan Fani.
"Ini mbak, pesanannya," ujar Pelayan lalu meletakkan makanan dimeja mereka.
"Makasih mbak," balas Keyla.
Fani tak mengucapkan apapun, ia hanya menggesekan kedua telapak tangannya yang saling bersentuhan.
Lalu melahap makanan yang ada didepannya tak lupa berdoa.
20 menit berlalu, Keyla sudah selesai curhat begitu juga Fani yang selesai makan dan mendengarkan semua kata-kata Keyla.
Pendengar yang setia!🤧
Duarr!
Petir menggelegar membuat Fani mengkaku.
"Hah! Kaget gw!" Ujar Keyla.
"Sama," balas Fani. Fani pun meminum segelas air dicangkir.
"Udah bayarin belom?" Tanya Fani dengan wajah cemberut.
"Gw kira apaan! Tenang! Udah gw bayar kok!" Jawab Keyla lalu pergi.
Keyla pun pergi meninggalkan Fani duduk sendiri dimejanya.
"Tapi, gw juga ngapain disini?" Gumam Fani.
Ia pun berdiri dan berjalan keluar.
___
Fani duduk sendiri menunggu angkutan dihalte. Hujan deras membuat Fani memeluk erat dirinya.
"Dingin," ujar Fani mengedarkan pandangannya berharap ada taksi.
"Taksi mana sih," lanjut Fani.
"Itu kan Fani?" Gumam Kevin yang mengendarai mobilnya hendak menghampiri Fani.
Tatapan Fani tertuju pada mobil yang berhenti didepannya.
Tak lama Kevin keluar sembari membawa payung dan menghampiri Fani yang tengah memeluk dirinya sendiri.
"Lo ngapain disini?" Tanya Fani menatap Kevin.
"Yang seharusnya tanya itu gw! Lo ngapain sendiri disini? Udah malem, lo mau di gangguin preman kaya kemaren siang?" Kevin menasihati Fani.
Fani mengangkat alisnya. "Bhawel!" Bentak Fani.
Kevin menghela nafas lalu duduk disamping Fani.
"Dingin?" Tanya Kevin menatap Fani.
Fani kembali manatap Kevin. "Gak! Gak dingin kok!" Jawab Fani melepas pelukannya pada dirinya.
Kevin mendengus kasar. Kevin pun melepas jaket yang ia pakai lalu memakaikannya ke Fani.
__ADS_1
"Gw tau lo pura-pura kan?" Tanya Kevin sembari memakaikan jaketnya.
Fani hanya bertingkah salting.
"Lo ngapain disini sendiri?" Tanya Kevin.
"Nungguin taksi," jawab Fani.
"****! Sapa coba yang mau lewat sini, udah malem, hujan lagi,"
"Udah, lo pulang sama gw," ajak Kevin lalu mengambil kembali payung yang sedari tergeletak dibawah.
"Gak! Gak mau!" Tolak Fani kasar.
"Lo mau preman kemaren gangguin lo lagi! Terus diapa-apain mau? Kalo preman itu berbuat yang aneh-aneh gimana? Terus kalo perawa-," pembicaraan Kevin terputus.
"Yok!,"
Kevin menghela nafas lalu berjalan bersama Fani. Sepayung bersama memasuki mobil.
___
Tok! Tok! Tok!
Fani mengetuk pintu rumahnya.
"Iya!" Teriak gadis, sembari membukakan pintu.
"Kak Fani! Dari mana aja! Ayah sama Ibu khawatir tau!" Ujar Dila adik Fani.
Dilam Chatrilia, sebut saja Dila. Dia adik Fani umurnya 16 tahun, ia tak terlihat karna ia lebih sering berdiam dikelas.
''Dia siapa?" Tanya Dila.
"Kevin Kelvaro," sapa Kevin sembari mengukurkan tangannya.
"Dilam Chatrilia, panggil aja Dila," balas Dila menjabat tangan Kevin.
"Pacarnya Kak Vani ya?" Tanya Dila.
"I ..., Iya," jawab Kevin terpaksa.
"Ihh ..., kok mau sih kak? Pacaran sama mak lampir?" Tanya Dila mengejek Fani.
Tak!
Satu jitakan berhasil mendarat dikepala Dila.
"Ngomong aja terus! Gak lama ku jahit itu mulutmu!" ancam Fani melotot.
"Ibuuu! Aku dijitak kak Fani!" teriak Dila seraya berlari kedalam rumah.
"Yaudah gw pamit,"
"Eh! Makasih ya,"
"Sama-sama,"
___
Kantin!
Kevin dan kedua temannya sedang duduk melahap jajan mereka.
"Jid? Gw kan udah pacaran sama Fani, traktir ya," ujar Kevin.
"Gak!" bentak Jidan.
"Santai aja ****! Kenapa?" Tanya Kevin.
"Lo harus bisa, bikin Fani sampai suka beneran sama lo!" Balas Jidan.
"Harus?"
"Yaudah kalo gak mau ditraktir sebulan,"
''Kalo berhasil gw bakal turutin 5 permintaan lo,"
"Inget! Bikin Fani sampai beneran suka sama lo,"
"Oke!"
Bersambung!
__ADS_1
saran dan krisannya ya 🥀
maaf kalo ada kesalahan dalam penulisannya , 😊