
Shui Qingluo yang melihat keintiman Jiang Yuan dan Yu’er merasa sangat tidak enak dan sakit di hatinya. Namun dia hanya bisa tersenyum melihat itu semua di depan matanya.
“Yu’er, apa kau sudah puas berkeliling disini ?, jika sudah mari kita kembali ke desa” aja Jiang Yuan kepada Yu’er.
“Tunggu sebentar”ucap Yu’er.
Kemudian Yu’er mengeluarkan kamera miliknya yang disimpan di ruang penyimpanan. jiang yuan melihat tini jelas tahu apa yang akan dilakukan Yu’er.
Yu’er berjalan ke arah Shui QIngluo dan memberikan kamera kepada Shui Qingluo. Shui Qingluo heran dan bingung, dia tidak tahu sama sekali apa maksud Yu’er.
“Nona Shui, bisakah kau memphotokan kami ?, cara menggunakan benda ini seperti ini” Yu’er menyerahkan kamera kepada Shui Qingluo sambil menunjukan cara menggunakannya.
Shui Qingluo yang awalnya terkejut kemudian menjadi takjub dengan benda yang diberikan oleh Yu’er. Karena benda itu bisa mengabadikan gambar atau adegan dengan sangat persis.
“benda apa ini ?” tanya Shui Qingluo penasaran
“ini adalah kamera, benda khusus untuk merekam suatu adegan” Ucap Yu’er menjelaskan.
“kamera…” gumam Shui Qingluo paham.
__ADS_1
Melihat keterkejutan di wajah Shui Qingluo, Yu’er tersenyum nakal kepada Shui Qingluo.
“bagaimana menurutmu ?, benda ini sangat hebat kan ?“tanya Yu’er tengil.
“hmm, ini sangat hebat” balas Shui Qingluo polos.
“kalau begitu, aku minta tolong Nona Shui untuk merekam dan memfoto aku dan Yuan’ge, Bisakan ?” tanya Yu’er meminta pertolongan.
“tidak masalah, aku akan mencoba terbaik” jawab Shui QIngluo.
kemudian Shui QIngluo mengambil dan mulai mengoperasikan Kamera sesuai yang diajarkan oleh Yu’er. Yu’er segera berlari ke arah Jiang Yuan.
“Hey, gadis kecil!, darimana kau belajar menggunakan kamera ?, seingatku, aku belum pernah mengajari menggunakan kamera” tanya Jiang Yuan heran.
“Tentu saja aku belajar sendiri, selama kita berpisah, aku berkeliling alam Fengyuan dan mulai memeriksa beberapa benda, dan aku menemukan kamera. sejak saat itu aku belajar banyak benda yang kau sebutkan sebagai teknologi canggih, aku belajar komputer juga dan hal lainya” ucap Yu’er dengan wajah tersenyum.
Jiang Yuan cukup terkejut karena Yu’er mulai memahami teknologi.
“Aku tidak menyangka kau akan belajar teknologi, tapi itu bagus juga” jiang yuan menganggukan kepala
__ADS_1
“hehehe, tentu saja kau harus belajar. banyak hal yang aku temukan di alam fengyuan, dan semua hal itu luar biasa” ucap Yu’er.
Yu’er selama terpisah dengan Jiang yuan, dia melakukan banyak hal, terutama mempelajari alat alat teknologi canggih.
“Yuan’ge, mari kita segera berfoto, Nona Shui sudah menunggu kita “ ucap Yu’er sambil melirik Shui QIngluo.
Jiang Yuan melirik Shui Qingluo yang dari tadi memperhatikan percakapan antara dirinya dan Yu’er.
“Baiklah kalau begitu” Jiang yuan menganggukan kepalanya.
Yu’er kemudian menatap Shui Qingluo dan berbicara.
“Nona QIngluo, tolong bantuannya yah” ucap yu’er kepada Shui Qingluo.
“Baik” ucap Shui Qingluo.
Kemudian Yu’er segera menarik jiang yuan. Shui Qingluo mulai merekam kemesraan antara Jiang Yuan dan Yu’er. Shui Qingluo yang merekam jiang yuan dan yu’er entah kenapa merasakan sakit yang luar biasa dalam hatinya.
Dia sendiri juga tidak mengerti kenapa bisa merasakan hal yang tidak mengenakan ini. Dengan senyum terpaksa, Shui Qingluo mengabadikan momen kemesraan Jiang Yuan dan Yu’er di puncak gunung.
__ADS_1