
High Priest dengan wajah yang penuh antisipasi menunggu sabar kembalinya para pelayan dewa. Dia sangat antusias menantikan hasil dari penyelidikan.
Karena tugas yang diterima olehnya adalah langsung yang berasal dari Dewa. Selama dia berhasil menyelesaikan tugas yang diberikan oleh dewa, dia pasti akan mendapatkan hadiah yang bagus.
“Walaupun aku tidak tahu siapa itu, tapi karena kau telah berani mencari masalah dengan Dewa, maka nasib sudah diputuskan ketika kau menyinggung Dewa” ucap High Priest kejam.
Mata High Priest dengan tajam menatap lokasi hutan kering.
Di tempat lain. para pelayan dewa yang sudah memasuki kawasan Jiang Yuan, mereka bergerak secara hati - hati. Mereka memandang hutan yang kering tanpa vitalitas dengan wajah yang penuh keheranan.
“Aneh, kenapa semua pohon dan tanaman menjadi mati, bahkan tidak ada binatang atau serangga disini”
“Benar, jika sosok dewa adalah yang membuat hutan ini menjadi seperti ini juga, maka kita pasti akan menghadapi lawan yang sangat merepotkan”
“Benar, melihat dampak pada hutan ini, kita tidak mungkin bisa mengalahkannya”
“Sudahlah, tugas kita saat ini hanya melakukan perintah untuk melakukan penyelidikan”
Mereka semua para pelayan kembali bergerak setelah selesai berdiskusi satu sama lain. Mereka semakin menuju ke arah titik tengah tempah Jiang Yuan berada.
Awalnya saat mereka semakin mendekati Jiang Yuan berada, tidak ada yang terjadi keanehan pada tubuh mereka, tapi perlahan - lahan tubuh mereka semakin cepat lelah dan lemah.
“Aneh, kenapa aku sangat lelah” keluh seorang pelayan dewa.
“Benar, aku juga merasakan lelah yang tidak biasa”
__ADS_1
“kalian pergilah duluan, akan beristirahat sebentar disini”
Masing masing dari mereka saling mengeluh. Yang paling lemah dari mereka memutuskan untuk tetap tinggal.
“Baiklah, kami akan terus bergerak”
Akhirnya para pelayan dewa bergerak kembali, meninggalkan seorang saja dibelakang mereka.
pelayan dewa yang ditinggalkan di belakang menyaksikan rekanya pergi, dia terduduk lemah di tanah.
“Hey, kenapa aku tiba - tiba menjadi sangat lemah ?” keluh pelayan dewa.
Dia duduk di tanah dan hanya bisa menyaksikan rekan - rekannya pergi terus melaksanakan tugas.
Tiba tiba mata pelayan dewa itu menjadi tegang dan terkejut. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihat olehnya.
Bukan hanya itu, tubuh para rekanya saat jatuh, mengering sangat cepat, semua vitalitas nya habis terserap oleh hal yang diketahui olehnya.
“Apa yang terjadi, kenapa mereka semua jatuh dan menjadi seperti itu” ucap Pelayan dewa yang ketakutan dan heran.
“Aku harus melaporkannya segera, hal ini sangat penting”
Pelayan dewa itu segera berusaha bangkit dan mencoba kembali menghubungi HIgh Priest, tapi sayangnya tubuhnya sudah sangat lemah.
Semua kekuatan, tenaga, stamina miliknya telah habis berkurang tanpa disadarinya, hanya ada tersisa sedikit vitalitas yang membuat dirinya masih bisa bernafas.
__ADS_1
Pelayan dewa yang tahu bahwa dia tidak bisa bergerak lagi, segera mengeluarkan sebuah suar pemberitahu.
Boom!
Suar diluncurkan, dan sebuah kembang api meledak di angkasa. Kembang api tersebut merupakan pertanda bahwa ada hal yang tidak baik.
Setelah pelayan dewa menyalakan suar pemberitahuan, dia jatuh tergeletak di tanah, semua vitalitasnya habis terserap, tubuh nya kini telah berubah seperti daun kering.
High Priest yang berada di pinggir ketika melihat ada sinyal suar, wajahnya menjadi menegang. dia menatap ke arah sumber dimana sinyal suar di tembakan.
“Benar saja, tempat ini tidak sesederhana itu”
High Priest segera pergi dengan sangat cepat menuju sumber sinyal suar di tembakan. dia melayang dan bergerak dengan sangat cepat.
Saat High Priest tiba, dia melihat mayat dari pelayan dewa yang sudah menjadi kering.
“Sialan! siapa yang berani melakukan ini!” teriak High Priest marah.
High Priest segera berpindah tempat lagi, kali ini dia maju kedepan. Saat dia maju ke depan, High Priest menemukan tubuh lain dari Pelayan dewa dan Pendeta kecil.
Melihat ini, dia semakin marah. tujuan dia kali ini menyelidiki seorang pendosa, tapi siapa sangka kejadian ini terjadi.
“Bagus, bagus, bagus. Aku tidak menyangka ada yang berani main - main dengan kami” ucap High Priest sambil menggertakan gigi giginya.
High Priest semakin maju ke depan, tapi saat di maju, vitalitas miliknya belum terlalu banyak berkurang karena dia bergerak dengan cepat.
__ADS_1
Walaupun begitu, High Priest belum menyadari keanehan, dia sudah terlanjur dibutakan amarah.