
Kelompok yang datang kali ini adalah seorang wanita muda yang sangat cantik, dengan jubah putih khas pendeta kuil, wajah yang berwarna kuning langsat, pipi yang tirus, garis wajah yang tajam, mata indah yang lentik, hidup mancung, dan bibir yang sedikit tebal, membuat wanita itu sangat indah.
Di samping wanita itu terdapat dua orang, yang satu pria dengan jubah berwarna biru muda, wajah yang tampan, dengan alis pedang yang tajam. satu lagi adalah seorang wanita muda dengan pakaian gaun berwarna hijau muda, rambut yang diikat kepang, wajah yang sedikit centil.
Jiang Yuan sangat mengetahui dua orang yang yang mengikuti Pendeta, mereka adalah orang yang menjebak ‘jiang Yuan’. berdasarkan ingatannya, mereka awalnya adalah kenalan, mereka bersama - sama mengikuti ujian kuil dewa, tapi karena bakat Jiang Yuan terlalu mencolok, sehingga membuat mereka menjebak Jiang Yuan.
Mereka membuat ‘jiang yuan’ mabuk, sehingga dirinya bertindak sembarangan, dan di dalam minuman itu terdapat racun yang membuat jiwa jiang yuan menghilang secara perlahan.
Dari situlah dimulai rumor jiang yuan menghina para dewa dimulai, sehingga membuat dirinya di usir dari proses perekrutan di kuil dewa.
Pendeta yang datang dengan wajah kesal dan marah, jelas dia telah mengetahui beberapa hal yang terjadi. sedangkan sepasang pria dan wanita yang mengikuti pendeta terkejut melihat Jiang Yuan yang masih hidup.
Menurut mereka, tidak mungkin Jiang Yuan bisa bertahan hidup dengan racun yang mereka berikan. bukan hanya itu yang membuat mereka terkejut, tapi jiang yuan terlihat berbeda dari biasanya.
“Siapa yang menghancurkan patung dewa !?”
Pendeta dengan wajah yang marah berteriak kepada semua orang yang ada di lokasi. jelas dia telah mengetahui bahwa patung dewa di sub-kuil telah dihancurkan.
Semua warga desa pucat dan ketakutan melihat sosok pendeta yang hadir secara tiba - tiba. tidak ada satupun warga yang berani menjawab Pendeta tersebut.
Jiang Yuan melirik sambil mengangkat alis tajamnya, wajahnya jiang yuan menunjukan rasa penasaran lebih jauh lagi dengan sosok pendeta ini. karena jiang yuan merasakan kekuatan Pendeta setara dengan ahli di ranah jindan awal.
“Menarik!, aku tidak menyangka sosok pendeta ini akan menjadi seorang wanita yang cantik”
Jiang Yuan bergumam pelan mengomentari sosok pendeta yang baru saja tiba. Jiang Yuan tidak tertarik membahas masa lalu dengan kenalan lamanya saat ini, dia lebih tertarik dengan pendeta.
Pendeta yang melihat tidak ada satupun yang menjawabnya menjadi lebih kesal dan marah. kemudian dia melihat sekeliling, dia menemukan patung dewa yang sudah hancur menjadi puing - puing, dan ada orang yang tergeletak tidak berdaya.
Pendeta memfokuskan pandangannya ke Jiang Yuan yang masih terlihat bagus di tengah tengah lokasi.
“Kau!, jelaskan padaku, siapa yang menghancurkan patung dewa ?”
Pendeta yang tidak mengenal Jiang Yuan segera bertanya dengan nada sombong.
“Aku”
Jiang Yuan menjawab secara sederhana.
“Iya, benar, aku bertanya padamu”
Pendeta yang kesal menjawab dengan ceuk, karena jiang yuan menjawab dengan seolah dia bertanya pada orang lain.
“Bukan begitu maksudku, kau bertanya siapa yang menghancurkan patung dewa bukan ?”
Dengan wajah polos, jiang yuan membalikkan pertanyaan kepada pendeta.
“Iya…”
Pendeta sedikit bingung dengan Jiang Yuan bertanya lagi padanya, dia masih tidak mengerti arah pertanyaan jiang yuan.
__ADS_1
“Jika kau bertanya siapa yang menghancurkan Patung konyol ini, maka dari awal aku sudah menjawab bahwa diriku yang menghancurkannya”
Jiang Dashu berkata dengan suara yang datar.
Pendeta wanita yang mendengar perkataan jiang yuan jatuh dalam keadaan berpikir untuk mencerna setiap kata yang keluar dari mulut jiang yuan.
Pendeta wanita mengerutkan kening berpikir arti dari kalimat yang diucapkan Jiang Yuan, setelah berpikir cukup lama, Pendeta wanita itu mulai paham.
Dari awal dia sudah dipermainkan oleh Jiang Yuan, wajah pendeta wanita menjadi merah karena marah.
“Dasar Lancang!, bukan hanya kau mempermainkanku, tapi kau juga beraninya menghancurkan patung dewa”
Pendeta wanita menjadi marah seketika, dia menatap jiang Yuan dengan galak.
“Kalian berdua tangkap dia!”
Pendeta wanita memberi perintah kepada dua orang pengikutnya. sepasang pria dan wanita itu segera berjalan menuju Jiang Yuan.
“Brother Jiang, lama tidak bertemu”
Suara lembut wanita yang mengenakan gaun hijau muda terdengar menyapa jiang yuan.
“Brother Jiang, aku tidak menyangka kau masih begitu sehat”
Pria yang satu lagi juga basa basi kepada jiang yuan.
Jiang Yuan melirik ke arah kedua orang tersebut, Jiang Yuan tersenyum, tidak ada tanda - tanda marah sama sekali.
Jiang Yuan bertanya balik menanggapi sapaan mereka berdua.
Mereka berdua mengerutkan kening, mereka heran kenapa jiang yuan tidak marah kepada mereka, malah tersenyum ke arah mereka.
“Sui Qing, Ye Bao, aku tahu kalian banyak hal yang membuatmu bingung, tapi kalian tidak perlu tahu terlalu banyak. jika kalian ingin menangkap ku, maka itu tergantung kemampuan kalian, dan soal urusan kita sebelumnya, aku akan menyelesaikannya jika kalian tidak bisa mengatasi ku”
Jiang Yuan berbicara seolah tidak terlalu mempermasalahkan urusan antara mereka sebelumnya yang terjadi.
“Jiang Yuan, aku tidak tahu hal apa yang kau alami sehingga menjadi seperti ini, tapi karena kau telah menghancurkan patung dewa, maka jangan salahkan aku menjadi tidak sopan untuk menjatuhkanmu”
Ye bao berkata dengan suara keras dan sombong. apa yang terjadi antara mereka sebelum hanya diketahui oleh mereka bertiga saja.
“Ye Bao, sudahi berbicara dengan pendosa itu, mari kita segera kita tangkap”
Sui QIng yang tidak sabar dan mulai berbicara menyuruh Ye Bao agar segera menyerang.
Ye Bao yang diingatkan oleh Sui Qing Segera memulai serangannya. Sui Qing Juga tidak mau kalah dia menyerang Jiang Yuan juga.
“Telapak Air berat!”
“Tetesan jarum air!”
__ADS_1
Sui Qing membentuk banyak jarum yang berasal dari tetesan air. sedangkan Ye bao mengeluarkan telapak tangan air berat, telapak tangan yang terkondensasi dari air segera terbentuk dan menyerang jiang yuan.
Jiang Yuan melotot melihat teknik yang digunakan oleh Sui Qing dan Ye Bao, karena sumber energi mereka berasal dari kekuatan yang bukan energi spiritual.
Energi itu mirip dengan energi ilahi khas dewa. jiang yuan tersenyum mencemooh dengan teknik mereka berdua.
“Menarik, jadi ini kekuatan yang diberikan oleh Dewa pada kalian, walau itu lebih kuat dari kekuatan Internal seniman bela diri, tetap saja itu masih kekuatan pinjaman”
Jiang Yuan tidak menghindari serangan yang mengarah ke dirinya. Jiang Yuan hanya menyebarkan kekuatan jiwanya sehingga membentuk perisai pelindung.
Bam!
Bam!
Semua serangan itu menghantam jiang yuan langsung. area dimana Jiang Yuan berada diselimuti debu tebal.
“Ternyata dia hanya bersikap sok hebat”
Ye Bao mencibir Jiang Yuan yang terkena serangannya.
“Benar, kita terlalu khawatir. bagaimanapun kita telah mendapatkan kekuatan dewa, sedangkan ia masih seorang manusia biasa”
Sui QIng mengejek Jiang Yuan dikira olehnya telah binasa dibawah serangan dirinya.
“Yuan’er!!!”
jiang dashu berteriak histeris, dia sangat sedih melihat anaknya yang mati terkena serangan para utusan. namun dia tidak bisa berbuat apa - apa, karena dia sendiri tidak bisa menolak perintah Pendeta, bahkan jika dia melawan, dia akan kalah mengenaskan.
“Bagus, pendosa itu akhirnya mati!”
patriark Xi yang sudah tersadar tersenyum penuh kemenangan akan kekalahan jiang yuan.
ketika semua orang berpikir Jiang Yuan sudah mati, debu yang mengepul di lokasi jiang yuan berangsur menghilang, dan perlahan bayangan jiang yuan muncul di hadapan semua orang.
Semua orang terkejut karena melihat Jiang Yuan tidak ada luka sedikitpun, bahkan pakaiannya tidak terkena debu ledakan sama sekali. hal ini membuat semua orang terperangah tidak percaya.
“Tidak mUngkin!!!”
Teriak Sui Qing dan Ye Bao bersamaan, merak tidak percaya Jiang Yuan bisa menahan serangan dari mereka. karena mereka tahu bahwa Jiang Yuan tidak sama seperti mereka yang merupakan orang terpilih dan mendapatkan kekuatan dewa.
Pendeta wanita itu juga terkejut, karena dia merasakan Jiang Yuan tidak ada sama sekali menggunakan kekuatan internal maupun kekuatan dewa untuk melindungi dirinya.
“bagaimana mungkin ada kekuatan lain yang bisa mengatasi kekuatan dewa”
Pendeta wanita memperhatikan dengan seksama Jiang Yuan. namun dia tidak menemukan apapun di tubuh Jiang Yuan.
“Sudah selesai ?, kalau begitu sekarang giliran ku untuk bergerak”
Jiang Yuan tersenyum jahat menatap Sui Qing dan Ye Bao. Jiang Yuan sudah memahami beberapa hal akan kekuatan yang digunakan oleh Ye Bao dan Sui Qing.
__ADS_1
Jiang Yuan dengan tenang menatap Sui Qing dan Ye Bao sambil mengambil ancang - ancang unutk menyerang.