Fantasy : My System Error At The Beginning

Fantasy : My System Error At The Beginning
134. Keberangkatan Dewa Ice Nether Axline, Detak Kepompong


__ADS_3

Setelah Mendapatkan perintah dari Dewa Nether Ice Axline, High Priest mengumpulkan semua pengikut, dan pelayan dewa.


“Dengarkan, kali ini kita mendapatkan tugas langsung dari Dewa, jadi aku ingin kalian semua ikut denganku menangkap seorang pendosa” High Priest berbicara dengan lantang.


Semua pelayan dan pengikut yang sudah berkumpul dengan seksama mendengarkan setiap ucapan High Priest.


Mereka sangat bersemangat ketika mengetahui bahwa mereka mendapatkan tugas langsung dari Dewa. Jika mereka bisa mengatasi dan menyelesaikan tugas yang diberikan, mereka semua percaya Dewa pasti akan sangat menghargai  mereka.


“Semuanya, ikuti aku” ucap High Priest.


High Priest segera memimpin perjalanan ke tempat dimana lokasi Jiang Yuan berada.



Di Tempat Dewa Nether ICe Axline, Dewa Nether Ice Axline dengan tenang menunggu kedatangan semua Dewa Kecil dan Dewa Sedang yang merupakan bawahannya.


Dewa Nether Ice Axline dengan wajah yang penuh kebanggaan masih terus berfantasi, jika dia bisa menangkap pelaku pembunuhan Dewa Api Agna, maka Status miliknya akan meningkat.


Ketika Statusnya meningkat, maka kemungkinan hadiah yang diterima olehnya dari Holy God adalah pengurangan jumlah iman yang wajib diserahkan.


“Setelah aku berhasil menangkap pelaku, dan mendapatkan hadiah dari Holy God, aku akan meminta pengurangan setoran milikku”


“Dengan berkurangan nya setoran yang kuberikan, aku bisa meningkatkan kekuatanku lebih banyak dibanding High God Lain, hahaha”


Dewa Nether Ice Axline tidak bisa menahan tawa, wajahnya penuh dengan tawa suka cita.


Saat Dewa Nether Ice sedang jatuh dalam euphoria fantasi miliknya sendiri, Dewa Salju Snaxu telah kembali bersama dengan Dewa Kecil dan Dewa sedang.


Mereka semua segera berlutut memberi hormat kepada Dewa Nether Ice Axline.


“Bagus, karena kalian telah berada disini, mari kita segera pergi” ucap Dewa Nether Axline.


Dewa Nether Ice Axline sudah tidak sabar untuk menangkap Pelaku pembunuhan Dewa Api Agna, karena semakin cepat menangkap, semakin cepat dia bisa mendapatkan hadiah.


Dewa Nether segera terbang menuju tempat dimana Jiang Yuan berada. dia memimpin di depan, dan semua dewa bawahannya mengikuti di belakang.


Mereka pergi dengan kecepatan terbang tidak terlalu cepat, kemanapun mereka pergi, selalu ada fenomena alam yang terjadi.


Setiap jalur yang mereka lewati selalu muncul salju dari langit, desa dan kota yang terkena hujan salju akibat lewatnya mereka, memandang ke langit.


Saat para penduduk desa dan kota melihat ke langit, mereka terkejut dan kemudian langsung sujud.


Dewa Nether Ice Axline yang melihat para manusia bersujud ketika mereka lewat, tersenyum sombong, dia sangat menikmati pemujaan yang dilakukan oleh manusia.

__ADS_1


“Sembahlah aku wahai manusia, dan berikan aku semua keyakinan kalian padaku”


Dewa Nether Ice Axline tidak bisa tidak bergumam dalam hatinya.



Di dekat lokasi Jiang Yuan berada, Hei She dan Hu Lin masih terus memantau, mereka masih ragu untuk maju.


“Sampai kapan kita akan berada disini ?” tanya Hu Lin kepada Hei She.


“Tunggu saja sedikit lebih lama lagi, mungkin kita akan menemukan sesuatu yang penting. Naluriku mengatakan, akan ada kejadian besar yang akan terjadi disini” ucap Hei She menjawab Hu Lin.


“Darimana kau tahu, bahwa akan ada kejadian besar terjadi disini ?” tanya Hu Lin heran.


“Hanya perasaan naluri kebinatanganku saja” ucap Hei She santai.


“Hahaha, kau memang binatang” Hu Lin tidak bisa menahan tawa ketika mendengar ucapan Hei She.


Hei She terdiam sejenak, dia heran kenapa Hu Lin menertawakannya. Menurut dia, tidak ada yang salah dengan ucapanya.


Hei She yang terdiam, mulai berpikir. Akhirnya dia menyadari bahwa kalimat yang diucapkannya salah.


“kau!!!” Hei She segera menatap Hu Lin kesal.


“Kau yang binatang, ibu mu yang binatang, seluruh keluargamu binatang!!!” ucap Hei She mengutuk Hu Lin.


“Hahaha, kenapa kau marah padaku, padahal kau sendiri yang mengatakan” Hu Lin terkekeh kuat, dia tidak bisa menahan tawa melihat Hei She.


“Diam!” ucap Hei She kesal.


Hei she diam tidak lagi berbicara pada Hu Lin, wajahnya menjadi sedikit jutek. Karena ucapan yang dikatakan olehnya adalah kalimat merendahkan dirinya sendiri.


Ras Monsters dan Binatang tentu saja berbeda. Binatang pada dunia ini adalah makhluk yang seperti mereka, tapi mereka tidak memiliki kebijaksanaan sama sekali, dan tidak dapat berkultivasi.


Berbeda dengan Ras Monster, walau wujud mereka hampir sama, tapi karena mereka bisa berkultivasi, inilah yang membuat mereka membedakan diri dengan Binatang.


Menyebut diri mereka binatang sama saja merendahkan mereka sendiri.


“Sudahlah, lebih baik kita melapor Ke Tuan Ao Lie tentang situasi saat ini” ucap Hu Lin mengingatkan.


“Baik, kalau begitu aku akan pergi untuk melapor, dan kau akan mengawasi tempat ini”


Hei She yang mengalungkan diri di leher Hu Lin segera melepaskan diri. Dia mulai melayang pergi kembali ke wilayah Ras Monster.

__ADS_1



Kelompok High Priest yang dari tadi bergerak, akhirnya tiba di wilayah tempat Jiang Yuan berada. Mereka sangat terkejut dengan keanehan yang mereka lihat.


“Ini sangat aneh, tidak mungkin hutan bisa menjadi seperti ini. Tidak ada vitalitas kehidupan sedikitpun yang ku rasakan” gumam High Priest yang menatap pemandangan yang ada di depannya.


Bukan hanya High Priest yang heran, semua pelayan yang melihat itu juga merasakan keanehan.


“Kalain menyebar, dan cari tanda - tanda pendosa itu disini” ucap High Priest memerintahkan.


Semua pelayang dan pendeta kecil mulai menyebar mencari petunjuk. High Priest sendiri tidak memasuki wilayah hutan kering, dia tetap berdiri dibatas, karena High Priest merasakan perasaan tidak mengenakan di hutan yang kering.


“Menurut Dewa, kematian seorang pendeta kecil berada di Hutan kering ini, penyebabnya terkait dengan Pendosa, karena tidak mungkin ada makhluk lain yang bisa melakukan itu, para monster tidak mungkin melanggar perjanjian dengan mudah hanya karena seorang Pendeta kecil”


High Priest bergumam pada dirinya sendiri, dia merasa bahwa kejadian yang terjadi sangat berhubungan, walau dia tidak tahu siapa pendosa yang dimaksud oleh Dewa.


High Priest sangat yakin bahwa pendosa ini merupakan orang yang berbahaya, karena kehadirannya sangat sulit dilacak.


High Priest dengan tenang menyaksikan dan menunggu kabar dari semua bawahannya.



Hu Lin yang berada di dekat situ juga, merasakan kehadiran para pelayan dewa. Dia menjadi serius menatap para pelayan dewa.


Hu Lin menyembunyikan kehadiran dirinya dengan baik agar tidak diketahui. Hu Lin semakin penasaran dengan apa yang dilakukan oleh para manusia pelayan para dewa.


“Kenapa para pelayan dewa ini berada disini ?”


“Apa memang ada Dewa baru lahir disini ?”


Hu Lin bergumam membuat spekulasi tentang apa yang terjadi.


“Lebih baik aku menunggu saja disini, sambil memperhatikan apa yang akan mereka lakukan”


Hu Lin segera mengecilkan tubuhnya menjadi sebesar kecil. dia melakukan ini demi menyamarkan diri. walau dia bisa mengalahkan para pelayan dewa, tapi dia tidak bisa merusak perjanjian antara ras monster dan dewa begitu saja.


Jadi Hu Lin memilih menghindari konflik yang tidak penting, karena tugas dia hanya menyelidiki bukan membuat keributan.



Di pusat hutan kering, kawah dimana Jiang Yuan berada, Kepompong yang membungkus Jiang Yuan mulai berdetak, seperti akan pecah.


Cahaya abu - abu sesekali muncul dan bersinar dari kepompong tersebut.

__ADS_1


Di dalam lautan Jiwa Jiang Yuan, Kuntum bunga lotus mulai sedikit mekar. Aura abu - abu tipis mulai keluar dari kuntum bunga yang sedikit mekar tersebut.


__ADS_2