
Jiang Yuan segera pergi menuju desa dimana tubuh utamanya berada setelah membuang Sui Qing, Ye Bao, dan Pendeta wanita. kapal surgawi dengan sangat cepat bergerak.
dalam waktu singkat, kapal surgawi berhasil tiba di desa Chen, desa dimana tubuh utamanya berada.
“Saatnya aku melihat apakah Divine Sparks ini bisa mengatasi segel hukuman surgawi”
Jiang Yuan memainkan Divine Sparks yang berada di tangannya.
Kapal surgawi turun dan mendarat di dekat desa Chen. kapal surgawi yang terbang dan mendarat di desa Chen segera membuat keributan di Desa Chen. semua orang segera berkumpul menuju kapal surgawi Jiang Yuan yang mendarat.
Penduduk desa semuanya bersujud ke tanah, tidak ada yang berani menatap langsung ke kapal surgawi.
Hal ini membuat Jiang Yuan sedikit bingung, kenapa semua penduduk desa bisa bersujud ke arahnya, padahal dia belum pernah bertemu secara langsung dengan mereka.
Jiang Yuan segera keluar dari kapal surgawi dan menampakan dirinya di hadapan semua orang. penduduk desa tanpa di komando siapapun segera berteriak.
“Puji Dewa yang agung”
Semua penduduk desa mengungkapkan kalimat pujian kepada Jiang Yuan. mereka dengan antusias memuji Jiang Yuan.
Jiang Yuan yang melihat ini semakin heran dan bingung.
“Apa sudah separah ini umat manusia diperbudak oleh dewa dewa sialan itu ?”
Jiang Yuan merasa miris di dalam hatinya, bagaimanapun dia adalah ras manusia, melihat semua umat manusia diperbudak sampai ke tahap ini merupakan hal yang sangat memalukan.
“bangun semuanya!”
Jiang Yuan berteriak dengan sangat kuat, sehingga semua penduduk desa menatap Jiang Yuan dengan takut.
“Dengarkan aku!, jangan ada lagi yang sujud di hadapanku”
Jiang Yuan sekali lagi mengingatkan penduduk desa.
Penduduk desa yang masih gemetaran segera bangkit mengikuti perintah Jiang Yuan.
Mereka menatap Jiang Yuan dengan ketakutan. suasana menjadi hening sesaat. seorang pria tua yang merupakan kepala desa Chen Segera memberanikan diri menghadap Jiang Yuan.
“Dewa Yang agung, maafkan kami atas penyambutan yang kurang baik, aku atas nama semua penduduk desa memohon pengampunan kepada dewa yang agung”
Kepala desa Chen dengan suara gemetar memohon ampun kepada Jiang Yuan. semua penduduk mengira Jiang Yuan marah, karena jiang Yuan mengeluarkan suara yang sangat keras, sehingga menimbulkan sebuah persepsi yang salah.
“Astaga, aku bukanlah dewa, aku manusia seperti kalian juga. jadi jangan panggil aku Dewa”
__ADS_1
Jiang Yuan dengan suara lemah menjelaskan dirinya kepada kepala desa chen.
“Apa!, tidak mungkin. tidak mungkin ada manusia yang bisa memiliki kapal dewa seperti ini”
Kepala desa dan semua warga desa yang mendengar ucapan Jiang Yuan tidak percaya. karena menurut mereka, hanya para dewa yang memiliki kendaraan yang bisa terbang dilangit.
bahkan jika itu pendeta kuil, mereka tidak akan diizinkan untuk memakai kendaraan terbang seperti kapal surgawi milik Jiang Yuan.
“Kenapa kalian tidak percaya bahwa aku ini manusia ?”
Jiang Yuan bertanya pada Kepala desa dengan wajah aneh.
“Tentu saja, tidak mungkin ada manusia bisa memiliki kekuatan sehebat Dewa agung”
Kepala desa masih tidak percaya akan omongan Jiang Yuan. Dia sampai sekarang masih menganggap Jiang Yuan sebagai sosok dewa.
Jiang Yuan menggelengkan kepalanya tidak berdaya. Jiang Yuan sedikit bingung bagaimana bisa meyakinkan semua orang bahwa dirinya adalah manusia juga.
“Hal ini terlalu sulit, banyak umat manusia yang sudah terlalu lama diperbudak oleh dewa, sehingga membatasi diri mereka untuk berkembang lebih jauh. aku sebagai umat manusia tidak bisa membiarkan hal ini terus berlanjut, aku akan menjadikan ras manusia memiliki kebebasannya sendiri, tidak terikat oleh para dewa sialan itu”
Jiang Yuan sudah bertekad membuat sebuah keputusan yang penting.
“Dengar!, aku Jiang yuan, adalah seorang manusia, seorang manusia yang tidak ingin diperbudak dewa, aku adalah manusia yang memegang takdirku sendiri”
“Kita manusia juga bisa menaklukan surga, bukan hanya para dewa sialan itu saja yang bisa memiliki kekuatan yang luar biasa, kita ras manusia juga bisa. Selama ini kita telah diperbudak oleh dewa, mereka memanfaatkan kita untuk mendapatkan kekuatan iman yang kita hasilkan”
Jiang Yuan menatap seluruh warga desa, wajahnya menunjukan ketegasan. hal yang dia sampaikan merupakan sebuah kalimat hipnotis. menurut jiang Yuan sulit meyakinkan seseorang yang sudah terlalu lama melihat langit dari dasar sumur.
Semua manusia didunia ini seperti katak dalam tempurung, visi mereka terbatas karena tidak ada satupun manusia yang berani melawan dewa, mungkin jika ada manusia yang melawan para dewa, pasti akan dikucilkan seperti ‘jiang yuan’ yang dituduh menghina dewa.
Semua warga desa shock karena pidato jiang yuan, dia secara terang - terangan menghina dewa. walau mereka tidak percaya, tapi karena pengaruh kekuatan jiwa jiang yuan yang menyusup ke dalam jiwa mereka, mereka semua tidak melawan dan sedikit mempercayai Jiang Yuan.
“AKu Jiang Yuan akan membawa umat manusia di dunia ini menuju kebebasan, menuju langit yang luas, kalian adalah orang - orang yang pertama dipilih sebagai pelopor supremasi ras manusia”
Jiang Yuan berbicara dengan sangat berapi - api, nada suaranya sangat semangat, sehingga membuat semua penduduk desa sedikit terbawa suasana.
“Aku telah menemukan cara agar semua umat ras manusia bisa memiliki kekuatan yang setara dengan para dewa sialan itu, Bangkitlah ras manusia!”
Jiang Yuan langsung mengeluarkan kekuatan jiwanya, kekuatan jiwa jiang yuan melebar dan mulai membentuk ribuan pedang jiwa di udara.
Jiang Yuan dengan kekuatan jiwanya melayang di langit, dia menatap semua penduduk desa yang masih melotot terkejut menatap Jian Yuan yang terbang bersama ribuan pedang di langit.
“Bangkitlah ras manusia!”
__ADS_1
“Bangkitlah Ras manusia!”
“Bangkitlah ras Manusia!”
Jiang Yuan berteriak meneriakkan kalimat penyemangat.
Penduduk desa yang awalnya diam perlahan terpengaruh oleh teriakan jiang Yuan.
Orang yang pertama bangkit dan sadar adalah Chen Yi. dia melihat jiang Yuan di langit dengan tegas.
“bangkitlah ras manusia!”
Chen Yi mulai meneriaki kalimat yang sama dengan kalimat yang diteriaki jiang yuan.
satu persatu penduduk juga mulai meneriaki kalimat yang sama.
“bangkitlah ras manusia!”
“Bangkitlah Ras manusia!”
“bangkitlah Ras manusia!”
Akhirnya semua penduduk desa mulai meneriakan kalimat yang sama, semangat dalam diri mereka yang sudah lama terpendam mulai bangkit.
Jiang Yuan yang melihat ini cukup puas, dia tidak sia-sia berpidato, walau dia terpaksa sedikit menggunakan kekuatan jiwa miliknya agar bisa dengan mudah mempengaruhi semua penduduk desa.
“Aku Jiang Yuan, memilih desa ini sebagai titik pertama kebangkita umat manusia, karena tempat ini cukup jauh dari jangkauan para dewa itu, kalian tidak usah khawatir akan dewa yang mengetahui hal yang terjadi hari ini”
“Aku telah memasang pelindung di desa ini, sehingga tidak ada satupun dewa yang dapat menemukan desa ini”
Jiang Yuan menatap penduduk desa, dia sekali lagi membuat penduduk desa merasakan aman.
Jiang Yuan turun dari langit dan semua pedang jiwa yang sebelumnya terbentuk mulai menghilang.
Saat Jiang Yuan turun dari langit, Chen Yi yang pertama bersujud kepada Jiang Yuan.
“Kenapa kau bersujud lagi, bukankah aku sudah bilang tidak ada yang boleh bersujud lagi”
Jiang Yuan menanyakan perilaku Chen Yi.
“AKu Chen Yi, sepanjang hidupku selalu hidup dan berjuang bersama saudaraku, kami selalu melayani dewa tapi dewa tidak pernah membantu kami saat kami sedang kesulitan, kami hanya bisa mengandalkan kekuatan kami sendiri untuk bertahan. Dengan mendengar ucapanmu, aku sadar, bahwa takdir ku ada di tangan ku”
“Jika sebelumnya aku sujud kepada mu karena mengira kau dewa, maka kali ini aku bersujud padamu karena kau adalah cahaya yang akan memimpin kebangkitan umat manusia”
__ADS_1
Chen Yi bersujud sambil mengatakan apa isi hatinya kepada Jiang Yuan.